Pukul 16.00
Rumah Isolasi Gen Halilintar,
Gen Halilintar baru saja selesai melaksanakan shalat ashar berjamaah. Kini Qahtan sedang berada di bawah gazebo tingkat atau lebih sering disebut rumah langit oleh keluarga Gen Halilintar.
Sohwa yang kebetulan melihat Qahtan, segera menghampiri adiknya itu.
"Hi babby, what your doing?"tanya Sohwa pada Qahtan yang tampak terduduk lemas
Tak ada jawaban dari anak itu, Sohwa pun duduk di dekat Qahtan. Mungkin ada yang perlu diceritakan oleh anak ini, dan saat Sohwa duduk disampingnya. Qahtan langsung merebahkan dirinya, dengan kepalanya berada di pangkuan Sohwa.
"Hey, what happen babby?"tanya Sohwa bingung sembari karena baru pertama kali ia melihat Qahtan sangat lemas dan tak bersemangat seperti saat ini
"Mmm, I'm so hungry kak Sohwa"lemas Qahtan
"Ohhh, patient Qahtan. Look my handphone, now the time is 16.00. So, just 3 hours again! And you will listen adzan magrib"Sohwa memberi semangat kepada Qahtan yang sudah sangat lapar itu
Ya, karena hari ini adalah kali pertama Qahtan puasa sehari full. Di umurnya yang baru menginjak 7 tahun, dia sudah sanggup berpuasa selama ini. Luar biasa bukan?
Qahtan hanya mengangguk pelan, wajahnya masih sama seperti tadi. Tampak tidak bersemangat.
"Hmm, how about if we playing tik t*k?"ajak Sohwa pada Qahtan
"Aaahh, I play that aplication every time. So, I'm so bored if play again that aplication"lesu Qahtan yang sudah bosan memainkannya seharian ini
"Hmm if so...How about if we play bang Saaih game?"ajak Sohwa pada Qahtan untuk bermain game yang ada di tablet Saaih
"In his Ipad?"tanya Qahtan semangat
"Yes"Sohwa juga membalasnya dengan semangat
"Do you want it?"tanya Sohwa lagi
"Yes!"seru Qahtan sudah tidak sabar
"Ok, wait me at there"pinta Sohwa agar Qahtan tetap menunggunya disini
Qahtan hanya membalasnya dwngan anggukan.
Sohwa pun segera masuk kedalam rumah isolasi mereka. Mencari keberadaan pria berkepala botak itu. Siapa lagi kalau bukan Saaih.
***
Sekarang Sohwa sudah berada di kamar Saaih dan Fateh, dan kedua pemilik kamar juga berada disana. Syukurlah, jadi dia tidak perlu capek-capek lagi untuk mencari keberadaan adiknya ini.
"Saaih, pinjem Ipad kamu dong"pinta Sohwa
"Lha tumben, mau diapain?"tanya Saaih sembari mengernyitkan dahinya
"Itu, si Qahtan lagi lemes banget kan gara-gara puasa. Nah, biar dia semangat lagi makanya kak Sohwa ajak dia main game kamu yang ada di Ipad"jelas Sohwa panjang lebar
"Lha, kok malah Ipad Saaih sih"ujar Saaih tidak terima
"Aduh kan kamu tau sendiri kalau Qahtan suka mainin Ipad kamu"balas Sohwa
"Terus kenapa kk yang minta sama Saaih? Qahtannya mana?"tanya Saaih sembari mengangkat satu alisnya
"Di luar, emangnya salah kalau kk yang ambil? Kasian tau dia udah lemes banget"Sohwa membela Qahtan
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT GEN HALILINTAR [END]
Fiksi PenggemarIni adalah sederet kisah mengenai Gen Halilintar, keluarga yang super kompak dan super rusuh. Keluarga yang beranggotakan 13 orang ini banyak menginspirasi banyak orang, dan saya adalah salah satunya. 04 Februari 2020 Just Story🙂
![ABOUT GEN HALILINTAR [END]](https://img.wattpad.com/cover/213330734-64-k628865.jpg)