Setelah hari ulang tahun Saaih, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah GH Girls. Kecuali Atta yang lebih memilih tinggal di rumahnya.
GH Girls Home's
Pukul 06.00
Di pagi yang cerah ini, seperti biasanya Muntaz selalu bangun paling awal. Karena ia selalu memasang alarm untuk bangun lebih cepat setelah shalat subuh.
"Morning world!"serunya membuka pintu rumah yang membuatnya memandang taman dan kolam renang yang jernih
Muntaz menghirup udara segar pagi itu, lalu duduk di salah satu bangku samping kolam renang.
Disaat itu pula, ia mulai berpikir akan hal yang akan dilakukannya pagi ini. Mungkin dia akan bermain dengan adik-adiknya lagi hari ini, atau kah mungkin ia akan membantu pekerjaan abang dan kakaknya. Bisa juga ia akan berenang di pagi yang cerah ini.
Entahlah, itu hanyalah pikiran anak berumur 12 tahun ini. Semua orang juga tahu, dia adalah orang yang gemar memikirkan berbagai hal. Jadi tak jarang orang-orang menganggap dirinya adalah sosok yang cerdas.
***
Pukul 08.00
Kini GH akan sarapan bersama. Sajidah sebagai chef dibantu Sohwa, Iyyah dan Fatim membawa menu sarapan ke meja makan. Dimana menu tersebut adalah roti dan selainya, susu, sereal, nasi goreng, buah-buahan dan yang paling penting adalah bubur kacang hijau. Sudah menjadi adat dalam keluarga itu untuk memakan bubur kacang hijau setiap pagi.
"Kamu hari ini syuting film Ahsiap Man Teh?"tanya Thariq sambil menunggu GH Girls menyiapkan makanan
"Nggak bang, kan lagi lock down"balas Fateh
"Ohh iya ya, jadi kamu di rumah terus dong hari ini?"tanya Thariq untuk kesekian kalinya
"Iya lah"jawab Fateh alakadarnya
"Yey!!!"sorak Muntaz bersemangat
Sontak pandangan abang-abangnya tertuju kepada diri Muntaz. Termasuk Saleha dan Qahtan yang juga menatap Muntaz dengan penuh tanda tanya.
"Are you okay bro?"tanya Saaih seraya menaikkan satu alisnya
"Hah? Hmm I'm okay, hehehe"cengir Muntaz
Mereka semua kembali fokus dengan kegiatan mereka, dan tak memperhatikan Muntaz lagi. Kecuali adik bungsunya. Ya, Qahtan Halilintar.
"Bang Muntaz"panggil Qahtan pelan, kebetulan mereka duduk bersebelahan
Muntaz menoleh ke arah Qahtan
"What?"tanya Muntaz
"What happen bang? Why you cheered up?"tanya Qahtan penasaran akan alasan abangnya yang tiba-tiba bersorak
"Because, I'm so happy today"bisik Muntaz tersenyum
"Happy? Why?"Qahtan kembali bertanya
"Because, bang Fateh stay at home today"jawab Muntaz
"And then?"Qahtan masih bingung, memangnya kenapa kalau hari ini Fateh tetap berada di rumah? Kenapa gara-gara itu abang terakhirnya merasa sangat senang?
"And then, we can play with him again"ujarnya bersemangat, namun berusaha mengecilkan suaranya
"I can see"angguk Qahtan mengerti sembari tersenyum
Muntaz ikut tersenyum, dan mulai menghayalkan berbagai hal yang akan dilakukannya nanti bersama adik-adiknya terutama abangnya Fateh. Ya, anak itu memikirkan 1000 hal lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT GEN HALILINTAR [END]
FanfictionIni adalah sederet kisah mengenai Gen Halilintar, keluarga yang super kompak dan super rusuh. Keluarga yang beranggotakan 13 orang ini banyak menginspirasi banyak orang, dan saya adalah salah satunya. 04 Februari 2020 Just Story🙂
![ABOUT GEN HALILINTAR [END]](https://img.wattpad.com/cover/213330734-64-k628865.jpg)