Sembilan : Hubungan yang dihindari

103 14 4
                                        

Seandainya dengan status itu kau akan pasti menjadi milikku, aku tanpa berpikir akan berkata YA.

****

Tangisan bayi dipagi hari menyambut penghuni rumah yang masih terlelap di kamar mereka masing-masing, Alya dengan meraba-raba meja mengambil hpnya kemudian memakaikan earphone ketelinganya lalu melanjutkan kembali tidur lelapnya. Di kamar yang lain Bagas sudah bangun dari tidur lelahnya, jam sudah menunjukan pukul enam pagi kini Bagas sudah siap untuk jogging. Keadaan rumah neneknya seperti kena gempa ketika ia berada di ruang tamu, Bagas mengerutkan alisnya ketika melihat barang-barang tidak terletak ditempat mereka masing-masing padahal kemarin malam ketika ia pulang keadaan rumah masih tertata rapi, apa ini hanya halusinasi? Pikir Bagas.

"Jangan Ramona, kata mami jangan!"

Bagas perlahan berjalan kearah suara yang sangat familiar ditelinganya, belum sempat ia memastikan pendengarannya seorang balita sudah berlari melewatinya. Balita yang masih telanjang, dengan ditubuhnya masih ada sabun juga air yang berceceran jatuh dari tubuhnya. Bagas menganga sebentar kemudian bertindak cepat ketika sebuah suara memerintahnya.

"Tangkap dia, Jal!" Perintah sang wanita.

Kini Balita itu sudah berada dalam rengkuhan Bagas dengan bergerak-gerak gelisah mencoba melepaskan diri, ia berterika kemudian menangis." Arghhhh, sakitt...lepas," dengan perasaan kesal Bagas menatap balita itu tajam.

"Lo sih usil ngebekap dia gitu," wanita itu berjalan menghampiri Bagas." Sini sama mama. Jal bawa Remona ke kamar ya biar mas Fatah yang bajuin, aku mau mandiin Ramon dulu."

Kembali, ia hanya bisa mengiyakan apa saja yang diinginkan wanita yang sudah mempunyai dua anak ini." Mba Rena kapan datang?"

"Baru aja, mungkin setengah jam yang lalu." Kata Rena yang sedang membasahi badan si kecil Ramon." Kamarnya samping kamar nenek ya, Jal."

Hmmm, kata Bagas kemudian matanya menatap kearah anak kecil yang ternyata juga sudah menatapnya dari tadi," dia gak nangis mba ikut aku?"

"Coba aja gendung!"

Remona, balita itu hanya terdiam, dia dengan lucunya mengedip-ngedipkan matanya dengan indah sama seperti."Afsheen?" Bagas menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Gak nangiskan, lo mau tau Jal faktanya kenapa dia gak nangis ketika lo gendung?" Perkataan Rena membuat Bagas menunggu dengan jantung yang berdetak kencang." dia anteng sama orang yang ganteng."

Bagas tertawa kemudian mengecup pipi Remona." Kamu tau aja aku ganteng."

Rena Agustin Setiawan, dilihat dari nama belakangnya sudah pasti kalian tahu siapakah Rena ini. Yap, dia adalah anak pertama om Hendri dan tante Sarah dengan berstatus anak pertama sudah pastilah ia adalah kakak dari sepupunya Ardi dan juga menjadi kakak dari Bagas. Dengan jarak umur tiga tahun dengan Ardi dan Bagas menjadikan Rena sebagai anak tertua, beruntung ia sudah mempunyai seorang suami, andaikan belum mungkin Rena menjadi salah satu temeng bagi Bagas. Rena menikahi salah satu teman kampusnya ketika berkuliah di UGM – Universitas Gadjah Mada – Fatah Atharizz Calief namanya, dengan usia pernikahan lima tahun kini mereka sudah dikaruniai dua anak kembar – kembar pengantin kata orang, karena sepasang - . Dan dia juga orang yang satu-satunya memanggil Bagas menggunakan nama depan Bagas, yaitu Rijal.

Bagas berjalan dengan menggandeng Remona melewati ruang tamu, Remona sudah berpakaian rapi dengan menggunakan jumpsuit karakter, Beruang coklat. Dengan badan yang gembul pipi chubby mata bulat tajam menambah kelucuan balita ini. Bagas jadi ingin satu, katanya dalam hati.

Kini Bagas sudah berada dihadapan Rena yang sedang memberi makan Ramon, "mba aku mau bawa Remona jalan-jalan ya?"

Rena menaikan alisnya memperhatikan tampilan sepupunya itu, celana pendek selutut dengan merk n*ke yang memeperlihatkan otot kakinya dan baju lengan pendek dengan merk serupa dengan ukuran yang terlihat kekecilan mengakibatkan tercetaknya otot lengan serta perut," lo mau jadiin anak gue alat bantu untuk lo ngegaet cewek, Jal?"

Afsheen ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang