Tanpa sadar aku betah dan menetap membuang-buang waktu tuk berdiam di tempat yang sama, hingga aku lupa dimana jalan keluar dan terjebak di rasa yang sama sangat lama...
****
Huh huh huh huh...
Harus berapa jauh lagi aku berlari dan berapa lama lagi aku menunggu, tolong cari aku dan jempu aku. Aku takut, tolong aku...aku mohon. Keringat membasahi seluruh tubuhku, aku berlari kembali saat kegelapan semakin nyata hingga mataku tiba-tiba terbuka.
"Huh, mimpi itu lagi." Tangan kiriku naik untuk menggapai keningku yang sangat basah akibat peluh. Perlahan kakiku turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah alarm yang sengaja aku letakan di meja kerja jauh dari tempat tidur. Alarm yang diset untuk berbunyi di jam 4 pagi, namun seperti biasa alarm tidak berguna karena toh ada atau pun tidak ada alarm sama saja aku akan terbangun lebih dahulu. Seperti biasa jam menunjukan pukul 1 dini hari. Aku berjalan kembali keluar kamar untuk mencuci muka.
Lingkaran hitam dibawah mata rasanya menjadi pelengkap dalam hidupku." Huh." Aku jauhkan kaca itu dari hadapanku agar tidak merusak perasaanku saat ini.
Perlahan aku membuka Laptop, Laptop yang selalu menemaniku ketika aku terbangun dimalam hari. Lebih tepatnya setiap aku bangun di malam hari. Perlahan mouse ku gerakan untuk mengklik software yang setiap malam aku buka sebagai pelengkap rutinitasku...
Yaitu menulis.
Pesan dari para pembaca sajak yang mengikutiku di Instagram. Rupanya tidak sedikit yang bertanya perihal cinta. Aku tersenyum ketika membuka pesan yang pertama.
Ka, aku kan punya pacar nih tapi kami lagi LDR-an. Dan akhir-akhir ini dia jarang ngehubungin aku, kalau ngehubungin juga palingan ngucapin selamat tidur tiap malamnya.. aku berasa gak dipeduliin lagi ka, menurut kaka aku harus giimana?
Pertanyaan yang sering banget ditanyakan. Perlahan aku klik nama akunya dan terlihatlah identitas dari sang pengirim pesan, masih anak SMA terlihat dari postingan yang dia post setiap harinya dan ada juga beberapa postingan bersama pacarnya mungkin.
"Dari kemarin anak remaja terus." Gerutuku pelan.
Memang otakku tidak pernah akur dengan hatiku, mereka tidak pernah bekerja selaras perintahku menyangkut perihal ini. Tanganku mulai bergerak mengetik kata demi kata untuk membalas pesan tersebut.
Menurut kaka kamu harus sabar menghadapinya, begitulah pacaran dek.. apalagi yang seperti kamu, LDR-an.. dari yang kaka liat, maaf ya kaka tadi liat-liat postingan kamu dan kaka liat pacar kamu masih kuliah.. kaka rasa dia lagi sibuk sama kuliahnya banyak tugas yang harus dikerjain makanya jarang ngehubungin kamu...
Dan kalau kamu masih tidak sabar juga, yasudah pilihanya kamu putusin aja pacar kamu, kamu juga kan masih SMA. kamu dan dia masih sibuk didunia kalian yang berbeda, dari pada kamu tiap harinya nahan sakit hati terus lalu nangis atau malah berakibat kamu selingkuh.. tapi jangan ya, hehe...
Intinya, Cinta itu sebuah perasaan yang selalu ingin dimengerti..
Send.
Lalu aku buka pesan yang lain, tetapi sebelum aku sempat membaca isi pesan rupanya ada balasan dari pemilik akun yang tadi. Aku menatap jam yang ada di Laptop, setengah dua dan ia belum tidur. Aku kembali menghela nafas.
Perlahann aku membaca balasan pesan dari adik tersebut..
Aku sudah sabar kak, malah sangat sabar tapi dia tetap kayak gitu, bahkan minggu kemarin aku ajak jalan dia gak mau katanya banyak tugas.. masa tiap hari sih ngerjain tugasnya, dan kemarin temanku ada liat dia lagi nongkrong sama teman-temannya di kafe...
KAMU SEDANG MEMBACA
Afsheen ✓
Chick-LitAfsheen, Found You Adalah cerita kedua yang aku tulis... *** Ketika mengetahui orang yang kamu cintai dan juga menjadi cinta pertama bagimu mengakhiri masa lajangnya, apa yang akan kamu lakukan? Menghalangi pernikahannya? Menyendiri di kamar lalu m...
