Sepuluh : Apa itu Cinta?

101 14 8
                                        

Cinta? Cinta itu adalah kamu. Apakah kamu percaya?

****

"Gila!"

"Aku memang gila...gila karna dirimu manis."

Bagas tanpa henti tersenyum memandang wanita yang berada di sampingnya ini," bagaimana apa kamu terima cinta abang?"

Afsheen sudah muak mendengar celotehan pria aneh ini, andai ia pergi saja tadi.

"Apakah aku kurang tampan bagimu?"

Astaga, ada apa dengan pria ini... pedenya terlewat akut...

"Atau kau sudah mempunyai kekasih?"

Berlagak jadi cenayang, eh...

"aku tidak suka pria," jawaban yang mampu membungkam mulut Bagas seketika.

Bagas menatap Afsheen dengan horor, apakah pendengarannya bermasalah? Wanita disampingnya ini apakah memang benar mengatakan bahwa ia tidak suka pria? Apakah ini sejenis penolakan, Bagas menyeringai ia tidak bisa ditipu seperti ini. Itu adalah cara kuno untuk menolak seseorang, manis.

"kamu pintar ngelawak juga ternyata, aku suka wanita humoris...kita akan menjadi pasangan sempurna."

Afsheen menghela nafas berat, sungguh berat diawal siang hari ini. Apalagi ia sudah bertemu pria mesum bin menyebalkan bin gila. Semua omongan yang keluar dari mulut pria ini tidak ada yang beres, semacam air limbah. Semakin ia mendengar celotehan pria ini, bisa-bisa kupingnya akan tercemar.

"Jadi?"

"Apa?"

"Diterima apa tidak nih?"

Afsheen berdiri dari duduknya," gue kan udah bilang-"

Bagas memutar bola matanya," gue gak percaya lo gak suka pria, apa yang kurang dari gue sebutin? Gue tampan, mapan, rupawan, menawan apa lagi yah..."

Gak sadar diri nih orang,

"lo gak waras!"

Itu lagi, kini mereka saling memandang. Bukan tatapan lembut, melainkan mereka saling menatap dengan tatapan tajam." Kan aku udah bilang, aku gila karnamu..."

Pembicaraan ini tidak ada ujungnya, penyesalan yang sudah ia sesali dari tadi tidak dapat membantu juga. Dia sungguh bodoh, mengapa mau saja diajak untuk berbicara bersama pria ini," mengapa...mengapa lo mau gue jadi pacar lo?"

Setidaknya ia harus tau, mengapa pria ini sangat intens mendekatinya.

Bagas kembali duduk, lalu matanya mengisyaratkan kepada Afsheen agar kembali duduk." Kau cantik, aku suka...kau manis, aku suka... kau cuek aku tambah suka... emm, apalagi ya...pokoknya aku suka kamu, jadi bagaimana?"

Afsheen mendengus, jawaban yang tidak ia harapkan untuk didengar." Itu saja?"

Kembali, Bagas mencoba berpikir." kau mau mendengar apa dari bibir sexy ku?"

"Sudahlah." Berbicara dengan pria tidak waras seperti ini sungguh sia-sia, ia bisa jadi ikutan tidak waras juga nantinya.

"Kau sedang patah hati?" tidak ada jawaban dari Afsheen, Bagas tersenyum ia sudah menduganya akan seperti ini...Lo bodoh Gas, tidak ada orang yang segampang itu menceritakan masalah pribadinya kepada seseorang yang baru dia kenali, apalagi itu elo, cowok yang dari pertama kali kenal udah membuatnya ingin nabok lo setiap kali lihat lo. Sangat menyedihkan...

"Putus dengan pacar, diselingkuhin atau yang lebih parah ditinggal menikah oleh pria yang lo cintai?"

Tak apa mengungkit masa lalu yang kelam, Bagas yakin ia akan menjadi seseorang yang memberikan masa depan yang cerah. Ini adalah awal dan akhir dari kesedihan yang dipendam wanita itu. Entah mengapa ia begitu yakin saat ini.

Afsheen ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang