Dengan membandingkan dirimu dengan orang lain, kau sama saja menciptakan rasa sakit untuk dirimu sendiri.
****
Semenjak pagi buta Afsheen sudah rapi dengan pakaian rumahan nya, memakai baju kaos lengan panjang dengan bawahan celana kain longgar. Rambutnya yang panjang disanggul dengan rapi, lengan bajunya kini tergolong sampai siku. Sesekali Afsheen bersenandung sambil menggosok peralatan makan yang menumpuk akibat makan malam. Kran air mati, lalu kakinya beranjak pelan menuju panci yang mengeluarkan suara bising akibat air mendidih. Mengambil kain serbet, dengan pelan Afsheen membuka tutup panci, senyuman puas tergambar dari bibir tipisnya yang hanya dipoles pelembab bibir.
Senyuman itu semakin mengembang ketika sendokan kuah sup sudah masuk ke mulut, lalu tertelan ke dalam kerongkongan.
"Masak apa?" Suara Mayang terdengar dari arah samping Afsheen. Ibu mertuanya itu selalu rapi dengan pakaian rumahan yang terlihat modis, pantas saja diumurnya yang sekarang dia masih terlihat muda..
"Cuman masak sop biasa, ma." Kata Afsheen merendah.
"Kamu rajin sekali sayang," puji Mayang.
Afsheen hanya tersenyum atas pujian mertuanya itu, entah mengapa ia belum terbiasa dengan pujian ibu mertua nya walau sudah satu bulan mereka tinggal bersama semenjak ia menginjakkan kaki di Surabaya. Sebelum mereka meninggalkan Kalimantan, Bagas pernah bertanya pada Afsheen apakah ia bersedia tinggal di Apartemen yang berada di dekat kantor nya atau tinggal bersama kedua orangtua Bagas. Pada awalnya Afsheen memilih untuk tinggal di Apartemen, tetapi ibu mertua nya bersikeras agar mereka tinggal di rumah saja. Kata Mayang, supaya Afsheen ada temannya dan tidak kesepian bila ditinggal kerja oleh Bagas.
Sebagai menantu yang baik, Afsheen tentu saja menyetujui keinginan Mayang. Bukankah tidak sopan menolak keinginan ibu mertua. Walau dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Afsheen mengharapkan tinggal di apartemen bersama Bagas. Karena bila ia dan Bagas tinggal di Apartemen, tentunya Afsheen lebih leluasa melakukan apa saja, bermalas-malasan misalnya.
Setiap bangun pagi di jam lima, ketika Afsheen selesai memasak lauk pauk untuk sarapan yang hidangan itu seadanya saja, pasti ibu mertuanya akan memberikannya sebuah pujian. Dan entah mengapa, bangun pagi sekarang menjadi kebiasaanya setelah menikah.
Apakah ia sudah kecanduan pujian mertuanya?
Padahal dulu ketika ia masih sendiri dan hanya tinggal berdua dengan Risa, lebih sering Risa yang memasak ketimbang dirinya padahal Risa adalah orang yang mageran. Dan bila Risa tidak memasak, ia akan memilih memakan mie instan atau menunggu Dira datang dengan membawakan makanan atau lebih parahnya menunggu Risa pulang dari kerja untuk menitip makanan. Kenapa tidak g* f**d saja, bagi Afsheen memesan makanan lewat aplikasi itu ribet dan lebih baik memesan makanan dengan Risa atau Dira karena mereka kadang-kadang akan dengan sukarela tidak mau menerima uang darinya untuk membayar makanannya. Jadi ia akan makan gratis.
Menahan lapar demi makan gratis, sesekali tidak apa bukan.
Tapi kalau ditanya ia bisa masak atau tidak, jawabannya ia bisa masak namun hanya masakan yang simple dan tentunya ia bisa memakanya, seperti sup ayam sekarang ini dan tentunya telor ceplok yang ternyata sangat disukai Bagas. Intinya dulu ia pemalas, sekarang ia menjadi rajin karena sudah menjadi istri. Afsheen menjadi merinding ketika mengingat perubahan apa saja yang terjadi dalam hidupnya beberapa minggu ini.
Bahkan gelar wanita pemalas yang sempat dilabelkan Dira menghilang begitu saja dari diri Afsheen. Sungguh luar biasa. Padahal Dira juga pemalas tidak ngaca saja dia. Ck.
"Sudah tugas saya, ma." Dan jawabannya selalu rendom, kalau tidak 'makasih, ma' atau 'ini sudah tugas saya, ma'.
Mayang melihat ke arah Afsheen," kamu masih merasa canggung berada dirumah ini, sayang?" Tanya Mayang dengan suara lembutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Afsheen ✓
Chick-LitAfsheen, Found You Adalah cerita kedua yang aku tulis... *** Ketika mengetahui orang yang kamu cintai dan juga menjadi cinta pertama bagimu mengakhiri masa lajangnya, apa yang akan kamu lakukan? Menghalangi pernikahannya? Menyendiri di kamar lalu m...
