Kembali menciptakan momen manis bersamamu...
****
"Apa kita akan seharian di dalam kamar, mas?" Afsheen membelai lembut pipi Bagas hingga turun ke dagu, rasa geli Afsheen rasakan ketika tangannya bersentuhan dengan rambut halus di area dagu Bagas. Geli tapi candu, itu yang Afsheen rasakan beberapa menit mengusap-usap dagu Bagas. Afsheen kembali menatap Bagas yang masih memejamkan mata.
Apakah dia tertidur?
Tidak ada jawaban dari Bagas, Afsheen tersenyum sambil mengamati wajah Bagas yang tampan saat tidur. Jari jemari Afsheen bergerak menyentuh hidung mancung yang dipahat dengan sempurna itu lalu turun ke bibir tipis berwarna merah muda yang tidak pernah bersentuhan dengan rokok. Afsheen semakin mengembangkan senyumannya ketika ia kembali teringat bibir ini yang selalu membuatnya kewalahan setiap kegiatan panas yang mereka lakukan. Tanpa sadar jemari Afsheen mengusap-usap bibir Bagas dengan sensual sambil mengamati kelopak mata Bagas yang masih tertutup dengan bulu mata lentik nan panjang menghiasinya.
Perlahan Afsheen bergerak mendekatkan wajahnya dengan Bagas, entah keberanian dari mana ia memulai lebih dulu untuk mengecup bibir Bagas. Hanya sebuah kecupan singkat.
" Hanya begitu?" Tanya Bagas, perlahan kelopak matanya terbuka. Bagas menatap Afsheen dengan tatapan menggoda.
Afsheen menjauhkan badannya," kamu tidak tidur?"
Bagas menggeleng lalu dengan pelan dia bangun kemudian merenggangkan badan sambil melihat ke arah jam." Ayo kita kencan." Kata Bagas sambil menuruni ranjang.
Afsheen masih ditempatnya yang kini telah duduk dengan menatap Bagas penuh tanda tanya," mas ngajak aku kencan?"
"Hmm.." Bagas berjalan menuju wall in closet." Seingatku kita tidak pernah kencankan, kata orang dating after halal." Kata Bagas sambil mengedipkan sebelah matanya.
Senyuman Afsheen mengembang, perlahan ia menuruni ranjang lalu berjalan ke arah wall in closet yang menjadi satu dengan kamar mandi dalam satu ruangan. Afsheen melotot ketika melihat Bagas melemparkan baju kotornya di sembarangan tempat padahal jarak keranjang pakain kotor tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Mas!" Teriak Afsheen." Bajunya taruh di dalam keranjang dong."
"Ha?" Jawab Bagas dengan tampang bodohnya, Afsheen lalu melirik ke arah baju yang tergeletak di lantai sambil kedua belah tangannya bersedekap didada." Aku lupa Bae, maaf." Jawab Bagas sambil tersenyum dengan memperlihatkan giginya yang putih.
Afsheen memutar bola matanya.
Bagas mengambil kembali baju kotornya kemudian di masukkan nya ke dalam keranjang. Selesai memasukan bajunya Bagas berjalan mendekat ke arah Afsheen. Dimana sekarang Afsheen sedang sibuk memperhatikan isi lemarinya lalu tanpa sengaja pandangan Bagas jatuh pada bedcover berwarna abu-abu yang tidak asing lagi untuknya. Bedcover yang menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka berdua. Dengan tersenyum samar Bagas semakin mendekat ke arah Afsheen lalu mencondongkan badannya dan berbisik.
" Gercep juga kamu, Bae."
" Hmm, aku pakai baju yang simple aja." Jawab Afsheen sambil mengangkat gantungan baju untuk memberitahukan ke pada Bagas.
"Bukan itu Bae," ucap Bagas lalu memutar badan Afsheen untuk kembali melihat ke dalam lemari nya. Bagas menunjuk ke arah bedcover." Kapan kamu nyucinya? Tau-tau udah kering dan terlipat di dalam lemari aja."
Dengan malu Afsheen berdehem, kemudian menutup pintu lemari dengan cepat setelah itu mengambil pakainnya untuk dibawa ke kamar mandi.
"Mau ke mana?" Cegat Bagas di pergelangan Afsheen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Afsheen ✓
ChickLitAfsheen, Found You Adalah cerita kedua yang aku tulis... *** Ketika mengetahui orang yang kamu cintai dan juga menjadi cinta pertama bagimu mengakhiri masa lajangnya, apa yang akan kamu lakukan? Menghalangi pernikahannya? Menyendiri di kamar lalu m...
