But we need to remember, every soul will surelly die.
-😭
Setelah selesai kegiatan dibandung kita pun ke tempat oleh - oleh di Cibaduyut yang masih di daerah bandung juga, waktu sudah sore hari langit yang biru berganti dengan senja yang sangat indah."Ehhhh mau cash-an Ripka :(("ucap Rasya yang sedih karena hp dia mati dan tidak bisa mengabari Erlangga dan Mamanya.
"Penuh sya nanti malem aja ya nanti gue bilang" balas Rifka.
"Huft nunggu lagi nunggu lagi" ucap Rasya yang kelihatan pasrah.
"Eh sya anterin gue yu" ucap Sarah Areolla Kenzie.
"Kemana?"
"Ke kamar mandi ayu gece kebelet nih"
"Iya sabar"
Sudah menuju ke kamar mandi tetapi....
"Sarr ngapain lari siiiii!" ucap Rasya dengan nada keras, tetapi Rasya bingung kok Sarah nangis pas liat ke sana ya?
'kenapa?' batin Rasya.
"Ya ampun"
Setelah membeli oleh - oleh bis pun kembali jalan dengan tujuan ke sekolahan, langit senja sudah berganti dengan gelap, dan diramaikan oleh bintang - bintang dan rembulan.
"Udah dong sar salah paham sar lo nanti tanya ama dianya" ucap Rasya mengelus - ngelus pundak Sarah.
"Tapi kok sambil tawa - tawa kayanya bahagia banget" balas Sarah dengan tersendak - sendak karena sudah terlalu lama ia menangis.
"Emang kenapa sih si sarah?" tanya viona.
"Jadi tuh doi dia tuh lagi lari - larian gitu sama cewe, mana lari - lariannya itu sambil tawa - tawa kaya bahagia banget" balas Rasya yang menjelaskan apa yang dia liat.
"Ohhh gitu yaudah sar nanti lo bilang aja ke dianya minta kejelasannya" dijawab oleh Ferisha.
"Nah iya tuh, eh gue ke sana dulu ya" ucap Rasya
"Ok makasih sya"
"Sip"
"Eh kenapa Ayu nangis? tadi Sarah nangis terus sekarang Ayu" ucap Rasya yang bingung sekali kenapa banyak tangisan kenapa banyak air mata yang keluar disini.
"Dia lagi patah hati, si Sarah kenapa nangis?" ucap Ica yang seraya mendengar penjelasan tentang Sarah.
"Kenapa kaya gini ya pas pulang, padahal tuh pas berangkat pada happy happy banget tawa tawa" ucap Rifka
"Semoga ga kejadian apa apa" ucap Najwa
"Aamiin semoga ya berdoa aja""RIFKAAAA MAU NGECASH" ucap Rasya yang sedari tadi mengeluh karena dia khawatir belom mengasih kabar ke Mamanya.
"Mana cash-annya?" balas Rifka yang membantu rasya untuk mengecas hp dia
"Yah elah susah lagi paling bawah sabar sabar" gerutuk Rasya yang sambil merogo - rogo tas dia.
"EH KAYA BAU BAKARAN KAGA?"
"EH IYA ANJIR APAAN WOY"Semua panik ini bau kebakaran dari mana asalnya sampai sampai bis pun ikut berhenti, dan sopir pun mengecek mesin ternyata tidak apa apa.
"EH INI CASH-NYA KEPENUHAN NIH DARI SINI NIH"
"CABUT CABUT UDAH JANGAN ADA YANG NGE CASH"
"Yah baru juga pengen ngecash eh kabelnya kebakar sue banget parah" ucap Rasya dengan raut wajah kecewa parah.

KAMU SEDANG MEMBACA
VERLOREN
Ficção AdolescenteSEDANG DIREVISI! Bianca Rasya, sipemilik cerita ini. Yang baru masuk SMA dan merasakan indahnya masa-masa SMA. Bertemu, dekat, jatuh cinta, dan memulai hubungan. Ya seperti indahnya menjalani sebuah hubungan saja, namun karna tragedi tersebut si p...