Sepertinya cuaca hari ini sangat menunjukkan ekspresi hati seorang Kim So Hyun.
Hari ini awan yang putih telah tertutupi awan mendung yang abu kehitaman. Ah, sepertinya sebentar lagi sepertinya akan hujan deras.
Tapi, So Hyun tidak mengindahkan cuaca yang sebentar lagi awannya akan menurunkan air hujan. Padahal orang-orang yang sedang menikmati indahnya Danau Seokchon ini satu-persatu mulai pergi menyelamatkan diri dari dinginnya hujan.
So Hyun tetap duduk di kuris taman menghaap Danau Seokchon. Sejak ia pergi dari rumah Taehyung tadi, hatinya belum sembuh dari sakitnya. Ia sedari tadi hanya duduk dengan kepala menunduk. Menangis tiada henti hingga matanya sembab dan memerah. Melamun dan menangis karena perkataan Taehyung yang sangat menusuk. Menyakitkan.
Gerimis mulai berjatuhan, tapi So Hyun tidak merasakan air mengguyur tubuhnya.
Ia melihat sepasang sepatu boots kulit berdiri di depannya. So Hyun lalu mendongakkan kepalanya, ingin melihat siapa yang memayunginya.
"Je-Jeon Jungkook?"
Cukup terkejut.
Tersenyum, "Phabo-ya, apa kau ingin membiarkan tubuhmu kehujanan?"
So Hyun tertawa hambar, "Jangan sok peduli, sebaiknya kau pergi."
Jungkook melihat pergerakan tangan So Hyun yang mengelus lehernya. Jujur saja rasanya masih sangat perih dan bekas merah dari cengkeraman Taehyung belum hilang.
"Lehermu? Lehermu kenapa?" Jungkook panik, lalu merendahkan tingginya mensejajari So Hyun yang sedang duduk.
"Pergi aku bilang pergi. Aku tidak mengenalmu."
Jungkook menghela napas, "Mianhaeyo."
"Maaf? Tidak akan mengembalikan Taehyung seperti dulu." So Hyun menatap Jungkook dengan air mata kebencian yang mulai menggenang, "Sebenci itukah kau dengan Taehyung, sampai-sampai membuatnya seperti ini?"
So Hyun berdiri hendak meninggalkan Jungkook, tetapi tangannya dicekal.
"Aku tidak sengaja."
"Mwo?" So Hyun mendecih, "Tidak sengaja? Seperti itu tida-"
"Aku tak tahu yang aku tabrak Kim Taehyung!" Jungkook mengambil napas dalam-dalam, "Hari itu aku tidak fokus menyetir karena aku sedang memgambil ponselku untuk menelponmu. Kenapa? Karena aku tidak rela kau dan Taehyung kencan!"
"Aku tidak percaya." So Hyun mendorong bahu Jungkook lalu pergi.
Jungkook mengejarnya dan langsung memeluknya dari belakang.
"Yha! Lepaskan!" So Hyun memberontak.
"Tetap seperti ini, sebentar saja."
Walaupun So Hyun tidak melihat, tapi ia bisa mendengar jika Jungkook sedang menangis. Menangis? Kenapa dia?
"Kau mencintai Taehyung, kan?"
Mendengar itu air mata So Hyun jatuh, teringat bagaimana perlakuan Taehyung padanya hari ini. Menyakitkan.
"Aku juga mencintaimu, So Hyun-ah. Aku ingin hidup bersamamu dan akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia. Tapi....." Jungkook menjeda kalimatnya.
"W-wae?" Tanya So Hyun gemetar.
"Aku harus ke luar negeri, kuliah di sana." Jungkook melonggarkan pelukannya dan membiarkan So Hyun menghadapnya.
Jungkook menangis, "M-mianhaeyo, jika bukan orang tuaku, aku sudah menyerahkan diri ke polisi karena insiden itu. Tapi..... mereka membungkamnya dengan uang dan membayar orang lain untuk dipenjara, membuat berita bohongan seolah mobilku waktu itu sedang dipinjam."
KAMU SEDANG MEMBACA
LIGHTS✔
Romance[COMPLETED] Bagaimana jika pembullyan-penindasan masih terus terjadi? Apa bisa berujung pada percintaaan? Atau malah menghalanginya? Kim Taehyung, seorang anak yang pendiam dan sering dibully-ditindas oleh teman sekelasnya. Siapa sangka, dia malah m...
