"Eiittss.. Kamu mau kemana?" Tanya Binar gemas saat Syuja malah jalan keluar gerbang.
"Masuk kesekolah sekarang! Kamu jangan aneh-aneh."
Dengan sangat terpaksa, Syuja membalikan tubuhnya menghadap Binar.
Ingat ini masih pagi. Mereka berdua baru saja tiba disekolah. Bahkan, baru beberapa detik yang lalu mereka turun dari motor.
"Binar sayang, sekarang kan masih pagi. Alangkah baiknya, kita nunggu aja dulu gurunya datang. Lagian, mau ngapain disekolah pagi-pagi gini? Benerkan?" Ucap Syuja berusaha meluluhkan.
Binar memicingkan mata menatap curiga cowok didepannya. Dia sudah tau seperti apa kebiasaan Syuja.
"Kamu mau nongkrong diwarung? Sambil ngeroko? Ngegame? Sama temen-temen kamu? Terus kabur? Berantem? Tawuran? Dikejar satpol PP? Polisi? Pulang?"
"Gitu yang kamu maksud nunggu guru?" Lanjut Binar yang membuat Syuja terdiam beberapa saat membayangkan dirinya sendiri.
Dia bergidik ngeri setelah mencerna perkataan Binar. Uwaaww.. Apa dia semengerikan itu?
"Binar, kamu masih mau sama aku kan?"
"Maksud kamu?"
"Sekali iniiii aja, ijinin ya?"
Binar hanya melongo mendengar ijin konyol dari Syuja. Apa Syuja sedang berusaha mengancam hubungan mereka demi melakukan hal-hal unpaedah tadi. Ga ada ahklaq emang ya tuh anak.
"Ok sayang, diammu ijin bagikku. Kamu ga perlu khawatir, nanti pulang aku pasti jemput kamu. Tapi inget, jangan nakal disekolah."
"Jangan rindu. Aku nanti telepon kamu kalau kesibukanku udah selesai."
Syuja mengusap lembut puncak kepala Binar kemudian berjalan santai kearea parkiran mengambil motornya.
"Sibuk? Maksud dia sibuk bikin onar gitu?" Gumam Binar tak habis pikir dengan Syuja.
"Ayo Binar berpikir!"
Syuja sudah duduk dimotornya berniat memakai helm. Dari kejauhan Nata berlari menghampiri Binar yang rupanya sudah datang lebih dulu.
"Binar."
"EH NATA, TADI PAGI TUH AKU MASAK NASI GORENG BUAT PACARKU. TAPI, KAYAKNYA DIA GA MA---"
"Kenapa malah diem? Katanya mau kesekolah?"
Syuja langsung merangkul bahu Binar begitu semangat mengajaknya berjalan menuju lorong kelas.
"Tadinya kalau kamu nolak, mau dikasihin ke Nata aja."
"Ga boleh, masakan kamu cuma buat aku. Kamu ga boleh ngasih masakan kamu buat orang lain, apalagi dikasihin ke cowok."
Binar mencubit pinggang Syuja yang justru malah tertawa, "makanya jangan suka bolos sama bikin onar."
"Ya udah, lain kali aku ga usah masuk sekalian. Iya kan?"
"Ckk.. Terserah."
Sepanjang koridor, mereka berdua hanya tertawa tak mempedulikan Nata yang masih berdiam diri ditempat menatap jengah mereka berdua.

KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Bentala Bianglala (END)
Teen Fiction[SUDAH TERBIT DI GUEPEDIA] Binar Bentala Bianglala, nama yang indah juga puitis tapi, tak seindah itu kisah asmaranya. Dia, cewek yang dianggap paling beruntung karena memiliki pacar seorang Reygan Syuja Pratama, cowok tampan, temperamen dan ditakut...