COWOK dengan seragam SMA nya memasuki mini market yang sama dengan Binar. Tubuhnya benar-benar pegal sehabis melawan copet tadi ditrotoar. Pelipisnya pun terasa perih, mungkin ada luka kecil akibat kuter tadi.
"Gila ya tuh preman, pagi-pagi suka makan apa njir? Tubuh keras banget kayak dicampur batu. Mana jadi haus lagi gue."
Dia membuka prizer di mini market mengambil satu botol air mineral yang langsung dia teguk.
Tunggu, ada sesuatu yang mengganjal dimatanya. Bibirnya langsung tersenyum jahil, tepat pada jajaran rak biskuit tak jauh darinya.
"Makannya tumbuh tuh ke atas bukan ke otak."
PLETAK.
"Aw, jodoh gue galak banget." Dia memegang kepalanya, yang sempat dipukul aqua botol oleh Binar.
"Maaf aku ga sengaja. Makanya kalau mau bantuin jangan sambil modus."
"Aduuhhhh.. Pala gue, sakitt banget aduh aawwwwss.. Sumpah ini penyakit jantung bukan sih!"
Binar menatap aneh tingkah cowok didepannya. Penyakit jantung?! Sejak kapan jantung pindah kekepala?
"Pelipis kamu berdarah. Ini sakit ga?" Binar meraih pundak cowok itu agar sedikit membungkuk.
"BERDARAH?! Jangan-jangan gue amnesia lagi."
"Diem."
Hufft.
Dia memandang lamat wajah Binar yang berjarak satu jengkal darinya. Hembusan nafas Binar benar-benar menyapu wajahnya.
Hahaa.. Beruntungnya gue dihajar copet.
"Kenapa senyum-senyum gitu? Ga ada yang lucu." Celetuk Binar.
"Eh? Awss.. Aduuuhh."
"Jangan lebay, aku udah pakein kamu plester." Binar mengambil biskuit regal ditangan cowok itu kemudian berdiri membenarkan rok seragamnya yang sedikit kusut.
"Tunggu-tunggu, ini dimana? Bro kayaknya gue amnesia beneran, bantuin gue dong."
"Aku pukul kamu pake aqua botol ya bukan mobil."
"Umm.. Kamu makin cantik kalo lagi marah-marah gitu." Dia bersidekap menghalangi jalan Binar sambil menaik turunkan alisnya.
Binar terdiam.
Kenapa tingkah mereka sama? Semua perkataan dan setiap perilakunya persis seperti Syuja.
"Eh kenapa muka Lo jadi muram gitu? Lo ga suka dipanggil cantik ya sama gue? Ya udah maunya apa?"
"Si jelek dari gunung kelud?"
"Cowok gila."
Binar memilih pergi dari pada harus berurusan lebih lanjut dengan cowok aneh ini.
"Nama gue Bintang, nama Lo siapa?"
Dan Binar tak habis pikir, kenapa cowok dibelakangnya masih saja mengikutinya.
"...."
"Ooohh gue tau."
Dia tetap tak menyerah meski Binar terus mengabaikannya.
"Sujuki? Jupiter? Saturnus? Uranus? Neptunus?"
"SSHHH kamu tuh ya, bisa ga sih diem bentar ini lagi dikasir." Greget Binar.
"Pacarnya mba?" Tanya salah satu penjaga kassa.
"HAH? Bu---"
"Bukan pacar tapi calon." Potong Bintang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Bentala Bianglala (END)
Teen Fiction[SUDAH TERBIT DI GUEPEDIA] Binar Bentala Bianglala, nama yang indah juga puitis tapi, tak seindah itu kisah asmaranya. Dia, cewek yang dianggap paling beruntung karena memiliki pacar seorang Reygan Syuja Pratama, cowok tampan, temperamen dan ditakut...