"Kamu pacar saya"
"PAK?! "
" Kamu pacar saya, kurang jelas? "
"Apaan sih pak, Gak lucu ya pak ngarang cerita beginian! " Si sekretaris melotin matanya, persetan dengan jabatan dia jabat sekarang.
" KA-MU-PA-CAR-SA-YA! "
"APAAN SIH?!"
"syutt dia...
"Gimana? Udah timbul benih-benih cinta belom? " Kata Risma sambil mencondongkan tubuhnya pada Silla. "Lo mau gue di pecat dari perusahaan ini? "
Risma menggeleng " Tidak mungkin..." "Tidak mungkin kalo lo gak di pecat " Suara tawa Risma menggundang tatapan dari para karyawan yang sedang menyantap makan siang nya, maupun karyawan yang sedang mengantri, menukarkan tiket makan yang mereka bawa saat sebelum masuk ke kantin.
....
Usai menghabiskan makan Siang nya, dan melanjutkan dengan solat dzuhur, Silla langsung melangkahkan kaki nya keluar perusahaan.
Jam kerja sudah di mulai kembali, beberapa menit yang lalu. Tapi, saat hendak memasuki lift untuk membawanya ke ruangan kerja nya, Silla mendapat pesan dari Reivan yang meminta Silla untuk membelikan makanam Khusus untuk peliharaan nya.
Pevi.
Seekor monyet betina peliharaan boss nya itu. Monyet yang menurutnya sangat mirip squitword. Karena, hidung nya sangat mirip dengan tetangga menyebalkan sponsbob.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan malas nya Silla harus melangkah keluar gedung untuk mencari apa yang Reivan suruh.
....
"Ziooo lihat! " Zio yang sedang bermain sepeda di halaman depan rumah nya sontak menatap ke arah pagar, dimana seorang bocah laki-laki sedang berdiri di sana sambil menggoyangkan tangan kanan nya.
"Itu apa? "
"penyaling kecebong Zio, Abe balu beli sama kakak abe balusan"
"Zio mau ikut ngambil kecebong?" lanjut Abre dan dibalas dengan anggukan antusias dari Zio.