Selamat Membaca
Sheila berjalan dengan pelan disebelah keenan, bahkan kakinya sedikit gemetaran. Takut akan kedua orang tua keenan apalagi mendengar keenan sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Tapi mau bagaimana lagi? Sheila tidak bisa melepaskan keenan begitu saja setelah apa yang mereka lewati beberapa minggu ini. Apalagi udah seminggu ini sheila belum juga kedatangan tamu bulananya. Sheila berfikir positiv bahwa dia belum kedatangan tamu bulanan itu karena faktor stres dan banyak fikiran. Kalian doakan saja yah.
Sesampainya di ruangan keluarga keenan meninggalkan sheila, dan keenan berjalan ke arah lift kemudian masuk ke dalam untuk memanggil kedua orang tuanya yang berada di lantai Empat.
Sheila menautkan kedua tangannya dan matanya melihat sekeliling ruang keluarga ini. Di dinging ada foto keenan dan kedua adik kembarnya, kemudian foto keluarga di mana Ayahnya rafa, keenan dan keano memakai jas sedangkan Bundanya Keyla dan Anak perempuan satu satunya dikeluarga Wirajendra ini yaitu Keana kedua perempuan itu pakai kebaya berwarna Merah dan rambut mereka di sanggul. Sungguh keluarga Harmonis fikir Sheila tersenyum.
Derap langkah kaki terdengar dari depan membuat sheila takut. Dia hanya menunduk saja sebelum mendengar suara orang yang di kenalnya.
"APAAN SIH LO! GARA-GARA LO ADIT GAK NGANTER GUE!" Teriak suara perempuan yang tak lain adalah Keana atau Anna.
"Gue udah bilang sama lo! Adit itu gak baik buat lo! Dia Playboy!" Ujar suara laki laki yang tak lain adalah kembaran Anna.
"GW GAK PERCAYA SAMA LO ANO! ADIT ORANGNYA BAIK BANGET!" Sentak anna kemudian terkejut saat di ruang keluarga ada Seorang perempuan.
Bukan hanya ana yang terkejut tapi ano juga terkejut saat melihat perempuan cantik didepan mereka ini.
Ana bahkan tanpa sadar menampar pelan pipinya, berharap ini hanyalah sebuah bayangan yang bisa saja kapan hilangnya.
"Sstt ano coba sini, lo tampar gw kalo ini gak benar" Ujar ana berbisik pada Ano.
Plak
"ADUHH KOK LO NAMPAR GW BENERAN SIH?!" Teriak ana kesal pada ano.
"Lah kan lo sendiri yang bilang? Kok lo juga yang marah?" Tanya ano kalem.
"Udah ah, males gw ngomong sama orang bego kek lo" Ujar ana dan berjalan pelan ke arah perempuan cantik itu berada.
"Ini be..benaran kak sheila kan?" Tanya ana hati hati bahkan tangannya sudah berkeringat dingin. Dia takut kalo didepannya ini arwah.
Apalagi dia pernah menonton arwah penasaran, jadi ana mau memastikan saja bisa saja kan arwah kak sheila penasaran?
Ana buru buru mengenyahkan fikirannya yang sudah berfikir kemana mana.
"Iya sayang" Suara lembut itu mampu membuat kedua tubuh saudara kembar itu merinding, dibelakang ana ada ano yang tengah menatap was was bahkan dia sudah membaca do'a do'a penghusir setan.
"Ini beneran kak sheila kan? Bukannya arwah kak sheila? Kan kak sheila sudah meninggal" Tanya Ana pelan pelan.
"Iya sayang, kak sheila gak mati beneran kok. Ada problem waktu itu tapi kak sheila gak bisa jelaskan sekarang" Kata Sheila Lembut sambil tersenyum.
Kemudian sheila menyuruh ana dan ano duduk, untuk menemaninya karena sampai sekarang keenan belum juga turun dari lantai atas.
Dia takut akan mendapatkan penolakan dari orang tua keenan, walaupun dia pernah dekat dengan keluarga keenan waktu itu tapi ini lain halnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY[TAMAT]
Ficção Geral[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Sequel: My Baby Boy✨ 17+ *** Takdir yang memisahkan kita, tapi takdir pula yang mempertemukan kita
![DESTINY[TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/221987025-64-k993067.jpg)