"Mih, Bright mau minta izin, boleh?" tanya Bright kepada Inez.
"Boleh, memangnya mau minta izin apa, Bright?" tanya Inez sambil menoleh.
"Kalau Alea nginep di apartemen aku aja, ya, Mih? Daripada dia sendirian. Dia juga kelihatan capek banget."
Inez tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Oh iya, boleh. Di rumah juga lagi nggak ada orang. Kasihan Alea, dari tadi kelihatan kecapekan. Lagipula Mami masih di sini jagain Andrew."
"Makasih ya, Mih. Aku nyusul Alea dulu."
"Iya, hati-hati."
Sementara itu, Alea sedang berada di toilet wanita. Ia membersihkan noda darah Andrew yang menempel di bajunya, lalu merapikan kembali riasannya yang mulai berantakan.
"Alea."
Gadis itu menoleh kaget.
"Bright? Ngapain kamu di sini? Ini kan toilet wanita."
"Ayo, cepetan pulang. Luka kamu juga harus diobatin."
Alea mengembuskan napas pelan.
"Tapi aku masih mau di sini dulu."
Bright menatapnya beberapa detik.
"Alea, dari tadi kamu kuat-kuatin diri. Sekarang giliran istirahat. Aku udah izin sama Mami."
Alea akhirnya mengangguk kecil.
"Iya deh."
"Nah, gitu dong."
Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di parkiran rumah sakit.
Bright membukakan pintu mobil untuk Alea sebelum masuk ke kursi pengemudi.
Suasana sempat hening.
"Coba tadi kamu nggak nahan aku," ucap Bright dengan rahang mengeras. "Gue hajar tuh bajingan sampai babak belur."
Alea menoleh.
"Udahlah, Bright. Semuanya udah kejadian."
"Makanya aku kesel."
"Aku gapapa, kok."
"Gapapa dari mana? Tangan kamu aja lecet."
Alea hanya tersenyum tipis.
Bright menghela napas panjang. Tanpa berkata apa-apa, ia menarik Alea ke dalam pelukannya.
"Maaf..." gumam Bright. "Aku cuma nggak suka lihat kamu kenapa-kenapa."
Alea membalas pelukan itu sebentar.
"Udah ya. Yuk pulang."
Bright mengangguk lalu menyalakan mobil.
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah apartemen mewah.
Alea mendongak melihat gedung tinggi di hadapannya.
"Bright..."
"Hm?"
"Ini apart siapa?"
"Punya aku."
Alea mengerjap.
"Hah? Kita nggak pulang ke rumah?"
"Kamu nginep di sini dulu, sayang. Biar bisa istirahat dengan tenang."
Alea akhirnya mengikuti Bright masuk.
Begitu sampai di dalam, Alea langsung meletakkan tasnya di sofa dan merebahkan tubuh.
"Capek banget..." gumamnya pelan.
Bright tersenyum kecil melihat tingkah Alea.
"Mandi dulu sana."
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)