Ini versi yang sudah dirapikan. Aku pertahankan alur ceritanya, tapi dialognya kubuat lebih natural, emosinya lebih kuat, dan bagian club kubuat lebih masuk akal (Bright membantu Alea berhenti minum dan membawanya pergi, bukan memaksa dengan tindakan yang berbahaya).
"Gimana nih, Bos? Kayaknya si Felix makin gencar aja," ucap Leo sambil menyandarkan punggungnya ke motor.
"Gue justru takut kalau Alea yang dijadiin umpan," sahut Zulfan dengan wajah serius.
"Anjir, gue nggak terima Alea disentuh sedikit pun sama tuh orang," geram Raffi.
Bara mengangkat tangan.
"Gimana kalau kita adu balapan aja sama mereka?"
Semua langsung menoleh ke arahnya.
"Lu ngelihat keadaan Bos nggak?" sindir Raffi.
"Gue cincang pala lu kalau masih asal ngomong," tambah Zulfan.
"Setuju."
Suara itu membuat semuanya menoleh kaget.
"Bos?" Leo membelalakkan mata.
Andrew berdiri dengan tatapan datar.
"Gue yang turun."
"Bos, jangan ngadi-ngadi, dah," kata Bara cepat. "Kalau sampai lu kenapa-kenapa, berabe. Gue nggak tega lihat Alea nangis terus."
"Makanya biar kita aja," timpal Leo.
Andrew menggeleng.
"Gue bisa."
"Bos, please."
"Gue bilang gue bisa."
Nada suara Andrew yang dingin membuat mereka akhirnya terdiam.
Sementara itu, di halaman sekolah.
"Alea..." panggil Aurey.
"Apa?" jawab Alea yang sedang duduk santai di bangku taman.
"Nanti malam pokoknya lu harus ikut kita."
Bryan mengangguk membenarkan.
"Iya."
"Kemana?" tanya Alea penasaran.
"Kejutan."
Aurey menggandeng tangan Alea.
"Nanti habis pulang sekolah lu ke rumah gue dulu. Gue mau dandanin lu yang cantik."
"Emang harus segitunya? Mau ke mana sih? Kezia nggak ikut?"
"Enggak."
"Kok rahasia banget?"
Aurey memasang puppy eyes.
"Please, Al. Sekali ini aja."
Alea menghela napas.
"Lu tahu sendiri Bright orangnya gimana. Gue harus pakai alasan apa?"
"Pokoknya bilang aja main ke rumah gue."
"Yaudah... iya."
"Yess!"
Bryan dan Aurey langsung tos.
Tiba-tiba ponsel Alea berdering.
Bright Calling
"Yaudah, gue sama Bryan nyamper Kezia dulu ya."
"Bye."
Alea mengangguk lalu mengangkat telepon.
"Halo, Bright?"
"Nanti pulang sekolah jangan ke mana-mana. Tunggu aku di parkiran ya. Aku ada berkas yang harus diambil dulu."
Alea menggigit bibir.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)