Kuliah√

3.3K 140 1
                                        

"ALEA, BANGUN!"

Suara Inez menggema ke seluruh kamar. Sedari tadi ia sudah berkali-kali membangunkan putrinya, tetapi Alea tetap meringkuk nyaman di balik selimut.

"Eunggh... apasih, Mih?" gumam Alea sambil meregangkan tubuh.

"Kamu tuh ya! Nggak inget apa sekarang kamu udah kuliah? Cepet bangun!"

Alea mengerucutkan bibir.

"Yaelah, Mih. Jadwal kuliah Alea juga nggak sepagi ini. Masih setengah jam lagi."

"Ya justru itu. Kalau udah rapi, udah sarapan, kan jadinya tenang. Jangan mepet terus, Alea Jane Helmick."

"Huft... iya, iya. Bawel."

"Kamu ngatain Mamih apa, hm?!"

"Apaan sih, Mih? Orang Alea mau mandi juga, masih aja diomelin."

Inez menggeleng sambil tertawa kecil.

"Yaudah sana mandi. Mamih siapin sarapan dulu."

"Iyaaa..."

Beberapa menit kemudian Alea selesai mandi. Ia mengenakan outfit kuliahnya, merapikan rambut, lalu mengoleskan makeup tipis yang membuat wajahnya semakin segar.

Saat menuruni tangga menuju ruang makan, aroma masakan langsung menyambutnya.

"Mamih masak apa?"

"Eumm... masak apa ya?"

Alea langsung berhenti.

Loh?

Itu bukan suara Mamih.

Suara itu jauh lebih berat.

Perlahan ia menoleh ke belakang.

"Tuh kan! Bener kamu!" serunya. "Kok tumben pagi-pagi udah ke sini?"

Bright yang berdiri santai di dekat dapur hanya menyeringai.

"Kan mau jemput pacar."

"Alay."

"Gapapa alay. Yang penting sayang."

Alea memutar bola mata.

"Padahal aku juga bisa berangkat sendiri."

Bright melipat tangan di dada.

"Kamu masih dalam pengawasan aku."

"Emang kenapa sih sampai segitunya?"

"Soalnya aku takut nanti ada mahasiswa kampus yang kepincut sama kamu."

Alea menaikkan sebelah alis.

"Terus kalau misalnya ada?"

Bright mendekat sedikit.

"Aku bakal bikin hidup dia nggak tenang seumur hidup."

"Ih, serem banget sih."

Belum sempat Alea menghindar, Bright kembali menambahkan dengan nada yang lebih serius.

"Dan kalau ternyata kamu yang deket-deket sama mereka..."

"Apa?"

"...aku bakal hukum kamu, Al. Aku nggak main-main."

Alea langsung bergidik.

"Udah, jangan ngomong yang aneh-aneh."

Ia buru-buru mengambil piring lalu menyajikan sarapan untuk dirinya dan Bright.

"Oh iya," ucap Alea. "Mamih ke mana?"

"Tadi Mamih sama Papih pergi ketemu rekan kerja."

"Oh."

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang