"Gaes, udah belum? Gue laper nih, kita ke kantin yuk," ucap Aurey sambil menutup bukunya.
"Bentar dulu. Si Dimas nih dari tadi belum kelar-kelar," balas Alea.
Pasalnya, cuma Dimas yang belum menyelesaikan tugas Biologi mereka.
"Dasar lelet," celetuk Kezia sambil menopang dagunya.
Dimas cuma menggaruk tengkuknya yang sebenarnya nggak gatal.
"Ya hampura atuh. Terus ini gimana?" tanyanya kebingungan.
Pletak!
Alea langsung menjitak kepala Dimas.
"Dari tadi juga gue ajarin, lu-nya nggak paham-paham. Sini, ambil penggarisnya."
"Gue kan emang oon, Ale."
Alea mengembuskan napas.
"Denger ya. Lu bikin tabelnya dulu."
"Iya."
"Terus tulis, bakteri pada keju apa?"
"Lactobacillus lactis."
"Nah, pinter. Terus Acetobacter xylinum buat nata de coco."
"Siap! Beres."
"Yaudah, yuk guys."
Mereka berempat akhirnya berjalan menuju kantin.
Sesampainya di kantin, Aurey, Kezia, dan Dimas langsung mencari tempat duduk sambil memesan makanan. Sementara Alea mampir sebentar untuk membuang sampah.
Saat berbalik badan, langkah Alea terhenti.
Di ujung kantin, Bright dan teman-temannya sedang mengerubungi seorang siswa berpenampilan culun. Wajah anak itu tampak pucat ketakutan ketika Aksa menggebrak meja keras.
Brak!
"Heh! Siapa yang nyuruh lo duduk di sini?" bentak Devan.
Siswa itu hanya menunduk.
"Berani-beraninya bocah duduk di tempat kita," ujar Edwin sinis.
"Pergi lo!" hardik Gavin.
Baru kali itu Alea tahu kalau meja itu memang sudah diklaim Bright CS.
Namun yang membuat darahnya langsung naik, Bright mengambil piring siswa itu lalu menumpahkan isinya ke seragam anak tersebut.
Alea membulatkan mata.
"Astaga..."
Tanpa pikir panjang, ia langsung menghampiri mereka.
"Bright!"
Semua orang menoleh.
Bright yang tadi memasang wajah dingin langsung terkejut.
"Alea?"
Alea sama sekali tidak menggubrisnya. Ia justru mengambil tisu dan membersihkan noda makanan di seragam siswa itu.
"Ya ampun... kamu gapapa? Maaf ya."
Belum sempat selesai, Bright mencekal pergelangan tangannya.
"Masuk kelas."
Alea langsung menghempaskan tangan Bright.
"Lo gila, ya? Kalau lo cowok, tanggung jawab lah!"
"ALEA! JAGA BICARA KAMU!"
Suasana kantin mendadak sunyi.
"Wah... bakal perang besar nih," bisik Aurey.
"Eta si Alea teh ngapain deket-deket budak sangar kitu?" gumam Dimas.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomansaSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)