"Ano, Om berangkat dulu ya. Jangan bandel, oke?" ucap Bright sambil tersenyum.
"Tapi Om janji ya pulang bawa Aunty ke sini." Keano mengangkat jari kelingkingnya.
Bright tertawa pelan, lalu mengaitkan kelingkingnya dengan milik Keano.
"Janji. Om bakal bawa Aunty ke sini."
Bright mengacak rambut Keano dengan gemas.
"Kamu tenang aja, Bright. Mama udah manggil babysitter buat jagain Ano." ujar Renata.
"Iya, Mah. Kalau gitu Bright berangkat dulu ya."
"Om hati-hati ya!" Keano melambaikan kedua tangannya.
"Iya, sayang."
Bright mengecup kening Keano sebelum akhirnya pergi.
"Gue salut sama lu, Bright." Devan menyenggol bahu Bright. "Di satu sisi sifat lu serem banget, kayak emak kos galak. Di sisi lain malah baik banget, rela ngurusin anak kecil kayak Keano."
"Lebay lu, Dev." sahut Aksa.
Bright hanya terkekeh.
"Ya mau gimana lagi? Mungkin emang udah takdir gue jagain Keano."
"Cocok banget anjir jadi hot daddy buat Ano." Edwin menggoda.
"WOI!"
Semua langsung tertawa.
Gavin ikut menyela.
"Eh, ngomong-ngomong minggu depan gue mau ikut balapan. Hadiahnya lumayan, bisa buat bantu orang-orang yang lagi butuh."
"Wah, boleh tuh." Bright mengangguk.
"Tapi lu semua jangan ikut dulu ya. Giliran gue menang sekarang. Masa kalian mulu?"
"Paling ntar nyungsep lagi." celetuk Devan.
"Sembarangan lu! Gini-gini babang Gavin kayak Rossi."
"Ngayal lu." Aksa langsung menyikutnya.
Gelak tawa kembali pecah.
Namun beberapa detik kemudian Edwin melirik ke sekitar.
"Eh, Bright. Alea kok gak ikut nongkrong sama Aurey sama Kezia?"
Bright ikut menoleh.
"Iya ya... ke mana dia?"
"Mana gue tau. Coba cari. Takut diculik lagi." ujar Edwin bercanda.
Seketika ekspresi Bright berubah serius.
Tanpa membalas lagi, ia langsung berjalan cepat menghampiri Aurey dan Kezia.
"Eh, Bright? Ada apa?" tanya Aurey.
"Alea mana?"
"Eum... tadi dia izin ke toilet. Katanya sakit perut."
Bright langsung mengernyit.
"Sakit perut? Dari kapan?"
"Baru aja kok."
Tanpa mengucapkan apa pun lagi, Bright langsung berlari.
Aurey melongo.
"Yaelah... bilang makasih kek. Dingin banget kayak es."
Kezia menggeleng.
"Dia panik itu."
Bright menyusuri koridor satu per satu.
"Alea!"
Tak ada jawaban.
Ia sampai di depan toilet wanita.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)