"Duduk dulu, Lis. Kita pesen makanan dulu ya. Lo mau makan apa?" tanya Andrew sambil menggeser kursi agar Lisa bisa duduk.
"Gue lagi males makan. Gue pesen jus stroberi aja deh," jawab Lisa sambil menopang dagunya.
"Oh yaudah. Mbak!"
"Ya, Kak. Mau pesan apa?"
"Saya pesen satu jus stroberi sama satu jus alpukat ya, Mbak."
"Baik, Kak."
Kini Lisa dan Andrew sedang berada di sebuah kafe. Mereka sengaja mampir sebentar sepulang kuliah.
"Kenapa, An? Tumben ngajak gue ke sini. Ada masalah?" tanya Lisa penasaran.
Andrew menghela napas pelan.
"Eum... sebenernya gue mau ngomong sesuatu yang penting sama lo, Lis."
"Penting? Emangnya apa? Ngomong aja kali."
"Misi, Kak. Ini pesanannya."
"Makasih ya, Mbak."
"Iya, sama-sama."
Setelah pelayan pergi, suasana kembali hening. Andrew terlihat gugup.
"Jadi mau ngomong apa, An?" tanya Lisa lagi.
Andrew mengusap tengkuknya yang tak gatal, lalu menatap Lisa dengan serius.
"Jadi gini, Lis. Sebenernya gue udah lama suka sama lo."
Lisa terdiam mendengarkan.
"Gue gak pernah ngungkapin perasaan gue karena gue takut. Takut kalau kita pacaran, nanti bakal ada banyak masalah, berantem, saling ngejauh... dan gue bener-bener gak mau kehilangan lo."
Andrew menarik napas panjang.
"Makanya gue pengen serius dari awal. Gue pengen langsung nikahin lo, Lis."
Mata Lisa membulat.
"Gue janji, kalau nanti kita jadi suami istri, gue bakal lindungin lo, bikin lo bahagia, selalu ada buat lo, dan gak bakal ninggalin lo. Gue sayang banget sama lo."
Lisa tersenyum malu.
"Iya, An. Sebenernya gue juga punya perasaan yang sama kayak lo."
"Serius?"
Lisa mengangguk.
"Malah gue lebih suka cowok yang niatnya langsung serius daripada pacaran lama-lama."
Wajah Andrew langsung berbinar.
"Jadi... lo mau nikah sama gue?"
"Iya, An. Mau. Nanti kita omongin dulu sama orang tua gue."
"YES!"
Andrew mengepalkan tangannya dengan semangat.
"Siap, sayang!"
"Eeeehhh!"
Lisa langsung mencubit lengan Andrew hingga cowok itu meringis.
"Aw, sakit!"
"Makanya, gercep amat."
(Author: Gercep amat lu, Tong.)
### \*\*\*
"Eum, guys. Gue pulang duluan ya, soalnya ada urusan," ucap Kezia sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.
"Urusan apa, Kez?" tanya Aurey.
"Kepo aja lu, Rey," sahut Alea.
"Ada deh. Yaudah ya, gue duluan. Bye, muach!"
"Idih," balas Aurey jijik.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomansaSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)