"Bang, Alea masuk dulu ya," ucap Alea sembari mencium tangan Andrew.
"Yakin nggak mau gue anter sampai depan kelas?" tanya Andrew.
"Nggak usah lah, Bang. Alea bisa sendiri kok."
Andrew menghela napas pelan. "Yaudah. Masuk sana, belajar yang bener. Jangan kebanyakan mikirin hal yang nggak penting."
"Iya dah."
Andrew mengacak rambut Alea sebelum gadis itu berjalan masuk ke gerbang sekolah.
Andrew tahu betul bagaimana perasaan adiknya sejak kejadian semalam. Dadanya masih dipenuhi amarah. Baginya, tak ada alasan yang bisa membenarkan seseorang menyakiti Alea.
Alea berjalan menuju kelas dengan langkah lesu. Begitu memasuki ruangan, ia mengabaikan sapaan Aurey dan Kezia. Ia langsung duduk di bangkunya, melipat kedua tangan di atas meja, lalu menyandarkan kepalanya.
"Al?" panggil Aurey pelan. "Lo gapapa?"
Alea menggeleng pelan.
"Gue... gue masih nggak percaya sama kejadian semalem, Rey."
"Ya gue tau. Gue paham. Tapi lo pucet banget. Lo udah makan belum?"
Alea langsung mendongak.
"Sok tau lo. Gue makan kok."
Aurey menyipitkan mata. "Bohong."
Kezia mengeluarkan kotak bekal dari tasnya lalu mendorongnya ke arah Alea.
"Nih. Gue bawain sandwich. Makan dulu."
Alea menatap kedua sahabatnya beberapa detik sebelum tersenyum tipis.
"Kalian kenapa baik banget sih?"
"Soalnya kalo lo pingsan, siapa yang nanti ngajak kita makan terus?" celetuk Kezia.
Alea terkekeh kecil.
"Yaudah, makan."
Alea mulai menggigit sandwich itu perlahan.
"Gue ke toilet bentar ya, guys," ujar Aurey.
"Oke."
Saat berada di depan kelas, Aurey berpapasan dengan Bright.
"Ngapain lo?" tanya Aurey dengan nada sinis.
"Aleanya ada?"
"Ngapain nanya? Mau nyakitin lagi?"
Bright menghela napas.
"Lah, Alea pacar gue. Wajar dong gue mau ketemu."
Aurey menyilangkan tangan.
"Menurut gue mending jangan. Dia juga kayaknya nggak mau ketemu lo."
"Kenapa jadi lo yang sewot sih?"
"Karena gue sahabatnya. Gue liat sendiri dia nangis semalem."
Rahang Bright mengeras.
"Gue cuma mau ngomong."
"Gue bilang jangan."
Hening beberapa detik.
"Arghhh... bangsat!"
BUGH!
Bright meninju pintu kelas hingga suara dentumannya membuat beberapa murid menoleh.
Aurey refleks mundur.
"Ish, kasar banget."
Bright mengepalkan tangannya yang memerah sebelum akhirnya pergi begitu saja.
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran telah usai.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)