Setelah seminggu lalu menghadapi ujian, akhirnya Alea resmi lulus dari masa SMA-nya. Hari pengumuman yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Halaman Civaree School dipenuhi tawa, pelukan, dan tangis haru para siswa yang akhirnya berhasil menyelesaikan tiga tahun perjalanan mereka.
"Selamat ya, sayang. Akhirnya kamu lulus juga dengan nilai yang terbaik. Mamih bangga banget sama kamu," ucap Inez sambil memeluk Alea erat.
"Iya, Mih. Ini juga berkat doa Mamih. Alea bisa sampai di titik ini karena dukungan Mamih sama Papih," balas Alea dengan mata berkaca-kaca.
Christ ikut tersenyum bangga.
"Selamat ya, putri Papih yang cantik dan rajin."
Alea langsung tertawa kecil.
"Hahaha, iya, Pih. Jarang-jarang loh Papih muji Alea kayak gini."
Andrew menghampiri sambil mengacak rambut adiknya.
"Congrats ya, Curut! Akhirnya adek gue yang nyolot, nakal, sama nyusahin ini lulus juga."
"Yee... nakal-nakal gini juga tetap adek kesayangan abang."
"Iya deh, congrats!" Andrew langsung memeluk Alea hingga gadis itu tertawa.
"Mamih, Papih, Bang Andrew duluan ya. Alea masih mau ketemu teman-teman dulu."
"Iya, sayang. Habis itu langsung pulang ya. Mamih udah masakin makanan kesukaan kamu di rumah."
Mata Alea langsung berbinar.
"Wah, enak banget, Mih! Siap dah. Alea ke sana dulu ya!"
"Iya, hati-hati."
Alea menghampiri Aurey dan Kezia yang sedang duduk di bangku taman sambil menikmati suasana kelulusan.
"Hay, guysss!" teriak Alea.
"ALEAAAA!" Aurey dan Kezia langsung berdiri lalu memeluknya.
"Ya ampun, gak nyangka ya kita udah lulus aja. Perasaan baru kemarin kita nyontek-nyontekan," ucap Aurey.
Alea langsung tertawa terbahak.
"Hahaha, iya. Cepet banget waktunya."
Kezia menggeleng sambil menyipitkan mata.
"Udah pada gede, tapi bobroknya mohon dimusnahkan."
"Yee... gue mah mungkin masih bisa berubah pelan-pelan. Kalau Alea mah bobroknya udah mendarah daging."
"Enak aja lo, Rey!"
Mereka bertiga kembali tertawa.
"Eh, kalian rencana kuliah di mana?" tanya Kezia.
"Yang penting bareng Gavin," jawab Aurey tanpa malu.
"Bucin lo!" Alea langsung menoyor kepala Aurey.
"Duh, gila lo, Al! Sakit!"
"Kalo lo, Al? Mau kuliah di mana?"
Alea terdiam beberapa detik.
"Jujur gue masih bingung. Om David sama Tante Luna udah setuju banget kalau gue kuliah di luar negeri. Karier modeling gue juga katanya bakal tembus sampai luar Indonesia. Sayang juga kalau kesempatan itu gak diambil."
Aurey langsung memasang wajah dramatis.
"Yah, parah lo! Masa kita semua kuliah di Indo, lu malah kabur ke luar negeri?"
Alea tertawa kecil.
"Itu kan baru wacana."
"Pokoknya kita berharap lo tetap kuliah di sini," ucap Kezia.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)