"Baik, anak-anak. Ulangan akan segera dimulai. Ibu harap selama ulangan tidak ada yang menyontek dan tetap fokus pada soal. Kalau sampai ada yang ketahuan menyontek, ibu ambil kertas kalian lalu ibu sobek. Paham?"
"Galak amat," gumam Dimas pelan.
"Hush!" Aurey menyikut lengan Dimas.
"Bagaimana? Paham?"
"Paham, Bu!" jawab seluruh murid serempak.
Alea menoleh ke arah Kezia yang terlihat gugup.
"Kez, tenang ya. Semangat. Gue yakin lo bisa."
Kezia mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Iya, Al. Makasih. Semangat juga."
Ulangan pun dimulai.
Alea mengerjakan soal satu per satu dengan teliti. Semalam ia belajar mati-matian sampai larut malam ditemani Andrew yang sabar membimbingnya.
Kalau sampai nilainya merah, Andrew pasti kecewa. Belum lagi Inez, Christ, bahkan Bright yang sudah pasti bakal memberinya ceramah panjang.
"Ck... jangan sampai deh," batinnya.
Alea menggeleng pelan, membuyarkan pikirannya sendiri, lalu kembali fokus mengisi jawaban.
Beberapa menit berlalu.
"Aduh..." bisiknya sambil memegang pipi.
"Gigi, please... jangan sakit dulu. Gue lagi ujian. Masa lo nggak kasihan sih sama gue?"
"Alea, kamu kenapa?" tanya guru.
"Ehm... nggak apa-apa, Bu. Gigi saya lagi sakit."
"Kalau nggak kuat bilang ya. Sekarang lanjutkan ujiannya."
"Iya, Bu."
Bel pulang berbunyi.
Bright langsung berjalan menghampiri Alea yang sejak tadi terus memegangi pipinya.
"Kamu kenapa sih dari tadi megangin pipi terus? Emang pipi kamu mau hilang?"
"Ish! Aku lagi sakit gigi, diem ah."
"Nah kan. Salah sendiri. Kemarin makan es krim banyak banget. Rasain."
Aksa langsung tertawa.
"Hahaha! Nyeri huntu ya, Al? Kasihan."
"Diem, nggak! Gue jambak ya mulut lo."
"Buset, PMS banget," celetuk Davin.
Kezia yang berdiri di samping Alea menarik pelan lengan sahabatnya.
"Al... lu jadi bantuin gue ngomong sama nyokap?"
"Iya. Jadi kok."
Bright kembali menatap Alea.
"Periksa dulu gigi kamu ke dokter."
Alea mengangguk kecil.
"Ehm... iya deh. Kez, lu tunggu di rumah Aurey bentar ya. Gue periksa gigi dulu biar nanti ngomongnya lebih enak."
Aurey menggeleng sambil tertawa.
"Ada-ada aja si Alea."
"Ya maaf! Sakit banget nih. Gue ke toilet dulu ya."
Alea buru-buru berjalan menuju toilet.
Bright diam-diam mengikutinya.
Di depan cermin toilet, Alea membuka mulutnya.
"Kok makin sakit sih? Nyut-nyutan lagi. Jangan-jangan gara-gara semalam makan cokelat delapan bungkus."
Ceklek.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)