"Tuh kan, Mih? Apa Alea bilang. Bright tuh masih marah gara-gara kemarin. Buktinya dia nggak jemput Alea sekarang," keluh Alea sambil menatap layar ponselnya yang masih sepi notifikasi dari Bright. Tangannya memegang kening karena kesal.
"Ya salah kamu sendiri, Alea. Mamih kan selalu bilang, kalau hubungan itu harus jujur. Harusnya kamu juga jujur sama Bright," ujar Inez.
"Udah, nanti gue yang anterin," sahut Andrew.
"Abang emang ada jadwal ngampus?"
"Ada. Sekalian aja."
"Huft... oke deh."
Alea meletakkan ponselnya kembali ke meja makan. Ia melanjutkan sarapannya, meski selera makannya benar-benar hilang. Mood-nya sedang buruk sejak pagi.
"Belajar yang bener, Al. Jangan bandel," pesan Andrew saat mobil berhenti di depan gerbang sekolah.
"Iya, Bang. Makasih udah nganter Alea."
"Ya sama-sama. Gue berangkat dulu, ya."
"Bye, hati-hati!"
Alea berjalan memasuki area sekolah sambil memegang tas ranselnya.
"Eh, Non Alea. Dianter kakaknya, ya?" sapa Pak Satpam ramah.
"Eh iya, Pak. Tumben Bapak hari ini pangling banget."
"Pangling dari mananya, Non?"
"Itu lho, rambut Bapak baru dicukur ya?"
"Iya. Bapak mah nggak suka rambut panjang-panjang. Risih atuh."
"Iya lah, Pak. Malah tambah ganteng."
Alea mengacungkan jempol.
"Hehe, makasih ya, Non. Udah sana masuk. Takut bel."
"Oke deh, Pak."
Baru beberapa langkah berjalan, Alea berhenti.
Matanya menangkap sosok Bright yang berdiri di koridor. Cowok itu bersandar di tembok dengan kedua tangan terlipat di dada sambil menatap Alea dengan senyum tipis.
"Ngapain Bright di situ?" gumam Alea.
Ia langsung menghampiri Bright. Namun begitu Alea mendekat, Bright justru berbalik dan berjalan pergi.
Senyum Alea langsung menghilang.
"Bright! Mau ke mana?"
Bright terus berjalan.
"Bright! Jangan pergi, dong!"
Suara Alea menggema di sepanjang koridor sambil mengejar Bright.
Bright akhirnya berbelok masuk ke sebuah ruangan kosong dan bersembunyi.
Alea berhenti di depan ruangan itu.
"Cih... ke mana sih?"
Ia celingukan ke kanan dan kiri, tapi Bright benar-benar menghilang.
"Huft... udah deh. Mending ke kelas aja."
Begitu Alea pergi, Bright keluar dari persembunyiannya.
"Maafin aku, Al," gumamnya pelan.
Ia sengaja bersikap seperti itu supaya Alea menyadari kesalahannya. Bright hanya ingin Alea berhenti berbohong.
"Huft..."
Alea menjatuhkan diri ke kursinya lalu menyandarkan kepala di atas meja.
"Lu kenapa, Al?" tanya Aurey.
"Gak biasanya lo selemes ini," tambah Kezia.
"Gue lagi sebel sama Bright."
"Sebel kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)