"Hallo, Tante!" sapa Lisa, Leo, dan Zulfan yang baru saja pulang kuliah bersama Andrew.
"Eh, kalian baru pulang ya? Ayo, ayo masuk dulu. Kamu juga, Andrew. Ayo masuk, Nak. Capek ya?" sambut Inez dengan senyum hangat.
"Hehehe, iya Mih," jawab Andrew.
"Ayo duduk dulu. Kebetulan Tante habis masak buat makan malam."
"Aduh, makasih banyak, Tante. Eh, ada Om Christ. Halo, Om!" sapa Lisa.
"Halo, Om," ucap Leo dan Zulfan bersamaan.
"Iya, halo juga. Gimana kuliahnya? Lancar?" tanya Christ.
"Alhamdulillah lancar, Om," jawab Lisa.
"Oya Pih, Om David sama Tante Luna ke mana ya? Kok jarang kelihatan?" tanya Andrew.
"Oh, David lagi liburan ke Jepang sama Luna. Biasalah, lagi cari sweet moment berdua di sana," jawab Christ sambil terkekeh.
"Om, Alea ke mana ya?" tanya Lisa.
"Tadi dia hubungi Om. Katanya habis pulang sekolah izin main sama Bright sama Keano."
"Iya, Pih," sahut Inez.
"Ouh... aduh, Tante makasih banyak ya. Jangan repot-repot, kita mah makan seadanya aja kok," ucap Leo saat Inez mulai menghidangkan makanan.
"Ah, Leo pakai pura-pura makan seadanya. Padahal lu yang paling banyak makan," ledek Zulfan.
"Hemmm... bener banget," timpal Andrew.
Inez tertawa kecil.
"Udah nggak apa-apa, Leo. Makan aja. Lagian nggak ada yang makan banyak kok. Kalau perlu dihabisin ya."
"Wah, beneran, Tan? Makasih, Tante Inez!" seru Leo dengan mata berbinar.
"Hahaha, iya sama-sama."
Sementara itu...
"Bright, udah sakit. Lepasin..." gerutu Alea sambil berusaha melepaskan tangannya yang dicengkeram sangat kuat.
"Om... kasian Aunty, Om... hiks..." ucap Keano yang berada dalam gendongan Bright.
Namun Bright sama sekali tak menghiraukan mereka. Amarah masih menguasai dirinya setelah kejadian tadi. Tanpa berkata apa-apa, ia membawa Alea dan Keano menuju apartemennya.
Sesampainya di sana, Bright langsung menurunkan Keano ke sofa.
"Diem dulu."
Lalu ia kembali menarik tangan Alea.
Keano buru-buru menarik ujung jaket Bright.
"Om... Aunty jangan digituin, Om. Kasian... Ano nggak tega."
Wajah kecilnya memohon, matanya mulai berkaca-kaca.
Tetapi Bright tetap diam.
Ia menyeret Alea menuju kamar.
BRAKKK!
Pintu ditutup sangat keras hingga Alea refleks menutup kedua telinganya.
Tak berhenti sampai di situ.
Bright mengunci pintu.
Klik.
Alea langsung dihempaskan ke atas kasur.
Tubuhnya gemetar.
Ia menatap Bright dengan rasa takut yang mulai memenuhi dadanya.
"Sekarang kamu jujur sama aku."
Bright menatap tajam.
"Kenapa Bryan bisa peluk kamu?"
Alea menggigit bibir bawahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)