Kasih waktu√

3.8K 150 4
                                        

"Hiks... kenapa? Kenapa harus jadi kayak gini, sih? Kamu tega banget, Bright... kamu tega banget sama aku..." Alea terisak hebat.

"Aku kira kamu bakal jadi orang pertama yang nenangin aku di saat aku lagi berduka. Ternyata aku salah... kamu jahat, Bright."

Tangannya terus memegangi pipi yang masih terasa perih akibat tamparan Bright. Air matanya tak berhenti mengalir.

"Non Alea... Non, gapapa?" tanya Pak Usman yang buru-buru menghampirinya.

Alea langsung mengusap air matanya.

"Gapapa kok, Pak. Udah... yuk kita pulang aja."

"Ta-tapi itu kenapa pipi Non merah begitu?"

Alea memaksakan senyum.

"Gapapa kok, Pak. Lagi sakit gigi."

Pak Usman menatapnya ragu, tetapi akhirnya mengangguk.

"Baik, Non."

### Di rumah

Sesampainya di rumah, Alea berdiri cukup lama di halaman belakang. Tangannya menggenggam ujung bajunya sendiri.

"Duh... masuk nggak ya? Kalau lewat depan pasti ketemu orang."

Ia menghela napas.

"Yaudah deh... lewat pintu belakang aja."

Ia berjalan pelan menuju tangga belakang. Sayangnya, tangga itu cukup dekat dengan ruang keluarga. Dari sana terdengar suara Andrew dan David yang sedang mengobrol.

"Atuh... kalau begini sama aja. Alea, bodoh banget sih."

Ia menggigit bibir.

"Ah udahlah, bodo amat. Terobos aja."

Baru satu langkah menaiki tangga...

"Ngapain masuk ngendap-ngendap gitu?"

Suara Andrew membuat Alea membeku.

"Dari pintu belakang lagi. Kan pintu depan masih dibuka."

Alea tersenyum canggung.

"Hehe... tadi cuma mau lihat kucing Alea udah tidur apa belum."

"Ooh gitu. Emang abis dari mana?"

"Eum..."

Alea menggaruk tengkuknya.

"Dari mana ya... kepo banget sih."

Andrew menyipitkan mata.

"Bentar."

Tatapannya turun ke tangan Alea yang terus menutupi pipinya.

"Kenapa nutupin pipi terus? Sakit gigi?"

"Iya, Bang."

Andrew sama sekali tidak percaya.

Tanpa menunggu izin, ia menyingkirkan tangan Alea dari pipinya.

Seketika wajah Andrew berubah.

Bekas telapak tangan merah terlihat jelas di pipi adiknya.

Rahangnya mengeras.

"Siapa."

Suaranya begitu dingin.

"Siapa yang berani ngelakuin ini sama lu?"

Alea langsung menunduk.

Diam.

"Jawab, Alea."

"Bang... udah ah. Alea gapapa."

Andrew menaikkan nada suaranya.

"Gue tanya sekali lagi. Siapa?"

Tetap tidak ada jawaban.

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang