Kiriman bunga?√

4.1K 164 2
                                        

Alea berdiri cukup lama di depan makam kedua orang tuanya. Tangannya perlahan menaburkan bunga di atas pusara sambil tersenyum tipis, meski matanya kembali berkaca-kaca.

"Mih... Pih... Alea pulang dulu ya," lirih Alea. "Semoga Mamih sama Papih tenang di sana. Alea bakal terus berusaha jadi anak yang bikin kalian bangga."

Ia mengusap batu nisan itu sekali lagi sebelum berbalik pergi.

Dor!

"Aksa?!" Alea refleks memegang dadanya. "Ih, ngagetin aja! Untung gue nggak jantungan."

Aksa tertawa kecil sambil menggaruk tengkuknya.

"Hehehe... maaf, Al. Lagi lu ke kuburan sendirian aja? Aurey mana?"

"Aurey lagi jaga toko. Emang lu ngapain di sini?"

"Ya tadi nggak sengaja lewat. Gue lihat ada lu, yaudah gue samperin."

Alea mengangkat satu alis.

"Gapapa, ngomong aja deh. Ada apa?"

"Beneran, sumpah. Gue nggak ada maksud apa-apa."

"Yaudah kalau gitu gue balik dulu."

Alea baru melangkah dua langkah ketika suara Aksa kembali menghentikannya.

"Eh bentar."

"Apa lagi?"

"Mau gue temenin?"

Alea menggeleng pelan.

"Nggak usah. Gue bawa mobil kok."

Aksa menarik napas panjang, wajahnya mendadak serius.

"Al... gue cuma mau ngomong satu hal."

Alea menatapnya datar.

"Omongin baik-baik masalah lu sama Bright."

Ekspresi Alea langsung berubah.

"Gue takut mental Bright makin hancur."

Alea mengembuskan napas pelan.

"Gue nggak mau bahas itu lagi, Sa."

"Al, tunggu..."

Aksa menahan lengannya.

"Gue tau lu sakit hati. Gue tau semua yang dia lakuin ke lu nggak bisa dibenerin gitu aja. Tapi gue mohon... balikin sahabat gue yang dulu."

"Yang dulu?"

"Iya. Bright yang tegas, cool, nggak gampang rapuh. Sekarang dia beda banget."

Alea tersenyum getir.

"Terus gue harus bantu apa?"

Ia menatap Aksa dengan mata yang mulai memerah.

"Gue udah berbulan-bulan nggak ketemu dia. Gue udah berusaha hidup tenang. Lu ngomong kayak gini malah bikin gue keinget semuanya lagi."

Suara Alea mulai bergetar.

"Lo tau nggak rasanya?"

Aksa terdiam.

"Gue mohon, Al..."

Suara Aksa melemah.

"Cuma lu satu-satunya orang yang ada di hati Bright."

Alea tak menjawab.

Ia hanya membalikkan badan, masuk ke mobilnya, lalu pergi meninggalkan Aksa yang hanya bisa menatap punggungnya dengan perasaan bersalah.

### Beberapa jam kemudian.

"Rey, tadi lu lihat buku yang di atas meja nggak?" tanya Alea sambil membongkar meja kerjanya.

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang