Kezia hamil???√

5K 171 1
                                        

"Hallo, semua!" sapa Alea saat ia dan Bright baru sampai di basecamp.

"Halo juga, Alea!" sahut yang lain hampir bersamaan.

Andrew menyilangkan tangan di dada sambil menggeleng. "Wah, sekarang udah lupa ya sama abangnya semenjak punya pacar."

Alea langsung nyengir lebar.

"Hehehe, enggak gitu, Bang. Alea kangen banget, sumpah."

Ia langsung memeluk Andrew.

"Nah gitu, baru bener."

Bara menepuk pundak Bright.

"Bright, si Ano mana?"

"Ano ada di rumah nyokap, Bang."

"Yah, kirain dibawa. Kan enak bisa gue isengin lagi tuh bocah," celetuk Aksa.

"Bisa-bisa pala lu dipenggal sama pawangnya," balas Rafi.

Semua langsung tertawa.

Alea menggeleng sambil menatap Aurey.

"Woy, Aurey. Jangan pacaran mulu, dong. Persiapan buat ujian besok gimana?"

Aurey melirik Gavin lalu mengangkat bahu.

"Yaelah, Al. Masih besok kali ujiannya. Nanti malam juga bisa belajar."

"Dasar."

Alea berjalan ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat untuk Bright. Ia tahu kondisi Bright belum sepenuhnya pulih setelah kecelakaan beberapa waktu lalu.

Saat sedang menuang air panas, pandangannya tertuju pada Kezia yang duduk sendiri di meja dapur. Gadis itu hanya menatap gelas berisi air putih di depannya dengan tatapan kosong.

Alea mengernyit.

"Kez?"

Tak ada jawaban.

Ia menepuk pundak Kezia sekali.

"Kez?"

Masih diam.

"Kezia!"

"Hah?"

Kezia langsung tersentak.

"Lu kenapa sih? Bengong mulu dari tadi. Ati-ati lo kesambet."

Kezia memaksakan senyum kecil.

"Enggak kok. Gue cuma lagi mikirin ulangan... buat besok."

Alea sempat menatapnya beberapa detik.

"Yakin?"

"Iya."

"Yaudah, gue ke sana dulu."

Kezia mengangguk pelan.

Alea menghampiri Bright yang sedang duduk bersama anak-anak Blacklist.

"Nih, aku buatin teh manis anget. Aku tahu badan kamu masih kurang enak."

Bright tersenyum lembut.

"Makasih, sayang."

"Mau aku pijitin?"

"Boleh."

Alea mulai memijat bahu Bright perlahan.

"Aduh... makin ke sini makin uwu aja kalian," goda Edwin.

Devan langsung mengelus dada dramatis.

"Apalah aku, seorang jomblo ngenes."

"Makanya cari pacar sono, Dev," balas Alea.

"Dicariin lah, jangan nyuruh doang."

Tawa kembali pecah.

Beberapa menit kemudian, semua kembali duduk santai sambil ngemil. Rafi bahkan mengeluarkan camilan satu kantong penuh seperti biasa.

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang