"Ciyeeee! Abang gue bentar lagi nikah! Piw piwww!" goda Alea sambil bertepuk tangan heboh.
"Apaan sih, Al? Berisik. Nggak enak didenger tetangga," gerutu Andrew.
"Kan tetangga juga udah tahu, Bang. Lu udah ngucap janji suci tadi pagi. Malem tinggal acaranya doang."
"Iya, iya... tau."
"Terus kenapa lu malah balik ke rumah? Kenapa nggak nemenin Kak Lisa?"
Andrew terdiam beberapa detik sebelum tersenyum tipis.
"Gue cuma... keinget sama kalian. Sama lo, Mamih, sama Papih. Sebelum nanti gue beneran ninggalin rumah ini karena bakal tinggal sama Lisa."
Alea langsung manyun.
"Oh iya juga ya..."
Ia menghela napas panjang.
"Ah... gue nggak rela lu ninggalin rumah ini. Nanti yang ngajak ribut gue siapa?"
Andrew terkekeh.
"Mana gue tahu. Makanya buruan nikah."
"Enak aja!"
"Andrew, Alea itu masih panjang pendidikannya. Masa disuruh nikah sekarang?" tegur Inez sambil menggeleng.
"Hehehe... bercanda, Mih."
"Hahaha, iya kali. Gue juga pengen punya karier dulu."
"Gaya lu, tengil."
"Udah, udah," potong Inez. "Andrew, ayo kita ke butik temen Mamih. Kita cari jas buat acara nanti malam, sekalian jemput Lisa."
"Siap, Mih."
Andrew dan Inez pun berangkat meninggalkan rumah.
Alea mengembuskan napas pelan.
"Huft... sendiri lagi. Mending main sama Aurey sama Kezia."
### Di sebuah kafe
Kini Alea, Aurey, dan Kezia sedang duduk di sebuah kafe sambil mengobrol untuk menghilangkan rasa jenuh.
"Jadi lu nikahnya kapan, Kez?" tanya Alea.
"Besok, Al. Rencananya gue sama keluarga Leo udah siapin semuanya."
Aurey langsung menyela.
"Terus kuliah lu gimana?"
Kezia tersenyum tipis.
"Kalo soal itu gue mau ngomong dulu sama Leo. Bagaimanapun juga gue pengen dapet persetujuan dia soal kuliah."
Alea menopang dagu.
"Ahhh... kenapa sih orang-orang nikahnya pada cepet?"
"Yaudah, sono lu nikah. Gue mah pengen ngejar pendidikan dulu," jawab Aurey.
"Sama. Gue juga deh, batal nikah."
Kezia hanya menunduk sambil mengembuskan napas pelan. Senyumnya terlihat dipaksakan.
Aurey langsung panik.
"Yaah, Kez... gue nggak maksud nyindir. Maafin gue."
Kezia menggeleng.
"Nggak apa-apa kok."
Alea menepuk bahu sahabatnya.
"Semoga lu tetep diizinin kuliah ya sama Bang Leo."
"Aamiin."
### Telepon dengan Bright
"Kamu dari tadi ke mana sih?" omel Alea begitu teleponnya akhirnya tersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)