CLBK√

4.2K 143 8
                                        

"Bang kok Bang Rafi sama Bang Bara nggak pernah kelihatan ya? Mereka ke mana?" tanya Alea penasaran.

Andrew yang sedang menyandar di sofa langsung menjawab santai.

"Iya lah nggak pernah kelihatan. Orang mereka udah nggak di sini lagi, Al. Rafi ke luar negeri buat nerusin cabang usaha bokapnya di sana. Kalau Bara, dia pindah ke Medan. Katanya sih lagi ngurus bisnis keluarga juga."

"Ooh..." Alea mengangguk pelan.

Hari itu Alea, Aurey, Kezia, Lisa, dan seluruh anak Blacklist berkumpul lagi di basecamp lama mereka. Tempat yang dulu hampir setiap hari mereka ramaikan kini kembali dipenuhi suara tawa dan candaan. Debu kenangan seolah hilang begitu saja saat semuanya berkumpul.

"Anjir... basecamp masih bau mie instan sama kopi," celetuk Gavin.

"Ya iyalah, itu bau perjuangan kita dulu," sahut Leo.

"Halah, perjuangan apaan? Lu mah numpang makan doang," balas Zulfan.

"WOY FITNAH!"

Semuanya langsung tertawa.

Tak lama kemudian—

"Sorry, Bang. Gue telat."

Bright datang sambil mengusap tengkuknya.

"Kemana aja lu? Sini kumpul!" panggil Leo.

"Tadi ada urusan bentar."

Alea tanpa sadar menoleh ke arah Bright.

Bright membalas tatapannya, lalu mengedipkan sebelah mata.

Deg.

Alea buru-buru memalingkan wajah sambil menahan senyum.

"CIEEEE... ADA YANG CLBK NIH!" teriak Gavin.

"Siapa tuh? Wah wah... cinta lama bersemi kembali!" timpal Edwin.

"Aduh, ada yang hatinya terbang gara-gara dikedipin ayang bebeb," goda Aurey sambil menunjuk Alea.

"Ikan hiu makan ikan hiu—"

"Lanjutin, Bor!" Devan menepuk bahu Aksa.

"Lanjutin apaan, anjir? Gue juga nggak ngerti pantun gue sendiri."

"Hahahaha!"

"Udah, udah!" Andrew mengangkat tangan meminta semua diam. "Gue mau ngasih tahu sesuatu."

"Lama amat, kek ngantri sembako."

"Gue belum ngomong, setan."

"Widih... Pak Camat marah."

"Diem, njir!"

Semuanya langsung menahan tawa.

Andrew menggenggam tangan Lisa sebelum tersenyum lebar.

"Jadi gini... Lisa, istri gue, sekarang lagi hamil. Usia kandungannya udah dua minggu."

Hening dua detik.

"HAH?!"

"KAK LISA HAMIL?!"

Alea langsung berdiri.

"Kok abang nggak ngasih tahu aku dulu sih?"

Lisa tertawa kecil.

"Hehehe... maaf. Kan maunya kasih kejutan."

"Ya Allah, selamat ya, Bang!" seru Edwin.

"Anjay... udah dijebol, Bang. Alhamdulillah," celetuk Devan.

"Gimana rasanya jadi calon bapak?" tanya Aksa dengan muka polos.

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang