Setelah beberapa bulan berlalu, Alea akhirnya benar-benar menjalani kehidupan barunya.
Kini, Alea dikenal sebagai seorang desainer sekaligus model yang mempromosikan gaun dan pakaian hasil rancangannya sendiri. Karya-karyanya berhasil menarik perhatian banyak orang, bahkan pesanan dari luar negeri terus berdatangan. Berbagai desain yang ia buat selalu terlihat elegan, unik, dan menakjubkan hingga banyak koleksinya yang menjadi best seller.
Aurey, yang kini menjadi manajernya, merasa sangat bangga melihat perkembangan Alea.
Awalnya, Aurey sempat ragu saat Alea memutuskan menjadi desainer. Ia takut sahabatnya itu akan terlalu lelah bekerja. Namun, Alea hanya tersenyum sambil berkata bahwa ia membutuhkan kesibukan agar bisa perlahan melupakan masa lalunya.
Tak pernah terpikir olehnya bahwa pekerjaan ini akan menjadi sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
Alea menutup buku sketsanya, lalu menoleh ke arah Aurey yang sedang membungkus sebuah gaun.
"Rey, gimana? Pesanan Bu Lia yang kemarin udah dianterin belum?"
"Udah kok." Aurey mengangguk. "Sekarang tinggal pesanan gaun buat Kezia. Katanya dia mau dipakai buat acara sama Bang Leo."
Alea tersenyum kecil.
"Wah, akhirnya jadi juga. Yaudah, nanti lu nganter bareng gue aja. Sekalian kita nengokin kandungannya Kezia."
"Boleh banget! Duh, gue kangen parah sama dia. Apalagi sama debaynya."
Alea tertawa.
"Belum lahir juga lu udah manggil debay."
"Gapapa, latihan jadi tante."
"Halah."
Alea berjalan mengambil tasnya, lalu memanggil salah satu karyawannya.
"Mbak."
"Iya, Bu?"
"Saya mau pergi ke rumah sahabat saya sebentar. Tolong jagain toko dulu ya. Kalau ada apa-apa langsung hubungi saya."
"Siap, Bu Alea."
"Makasih."
Alea mengangguk puas.
"Yaudah, Rey. Berangkat."
Aurey mengangkat kunci mobil sambil menggoyangkannya.
"Yang nyetir gue apa lu?"
"Gue aja."
"Ogah. Gue manajer lu. Kalau lu kecapekan besok siapa yang pemotretan?"
"Dasar sok penting."
"Emang penting."
Akhirnya mereka berdua tertawa sebelum masuk ke mobil milik Alea.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Kezia.
Begitu pintu dibuka, Kezia langsung menyilangkan tangan sambil memasang wajah pura-pura kesal.
"Wah, wah... ini siapa ya? Desainer sama model yang lagi naik daun sampai lupa sama sahabat sendiri."
Alea langsung memeluknya.
"Yaelah, Kez. Gue mana mungkin lupa sama lu. Lu sama Aurey itu orang yang selalu gue inget waktu gue lagi berusaha bangkit."
Ekspresi Kezia langsung melembut.
"Yaudah deh... gue maafin."
"Oh iya, gaun gue mana?"
"Nih."
Aurey menyerahkan kotak gaun yang dibungkus cantik.
Kezia membukanya perlahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE BOYFRIEND[END]
RomanceSEBELUM BACA, FOLLOW DULU YUPS! 💋 "Ada yang punya pacar posesif, bahkan sampai menyeramkan? I'm Alea... and I'm okay." Alea, gadis cantik yang disegani di Civaree School. Di balik tatapan tajam dan sifatnya yang super judes, ternyata ia menyimpan h...
![POSSESIVE BOYFRIEND[END]](https://img.wattpad.com/cover/227310075-64-k844180.jpg)