Balikan√

5.8K 194 3
                                        

"DIMASSS! SEPATU GUEEEE!"

Suara Alea menggema di sepanjang koridor sekolah. Gadis itu berlari mengejar Dimas yang dengan santainya membawa kabur salah satu sepatu miliknya.

"Balikin, woy! Gue telat nih!"

"Kejar dulu dong!" Dimas terkekeh sambil terus berlari.

BRUKK!

"Aduh, buset! Kalau jalan liat-liat napa?" keluh Dimas sambil mengusap keningnya yang baru saja bertabrakan dengan seseorang.

Saat mendongak, wajahnya langsung berubah kaget.

"Bright..."

Tanpa berkata apa-apa, Bright langsung merebut sepatu Alea dari tangan Dimas.

"Jangan pernah deketin cewek gue kalau lu nggak mau kena akibatnya."

Tangannya mencengkeram kerah baju Dimas cukup keras.

"Woy, santai dong, Bro. Gue sama Alea cuma bercanda."

"Bercanda kata lo?"

Nada suara Bright semakin dingin.

"DIMAS! Hosh... hosh..."

Alea akhirnya berhasil menyusul mereka. Namun langkahnya langsung terhenti melihat Bright sedang menarik kerah baju Dimas.

"Eh? Kenapa ini?"

Alea buru-buru melepaskan tangan Bright dari kerah Dimas.

Bright menatap Dimas tajam.

"Inget apa yang tadi gue omongin."

Setelah itu, Bright menggenggam pergelangan tangan Alea dan membawanya menjauh.

Dimas hanya mengembuskan napas panjang.

"Ya ampun... niatnya bercanda malah hampir digebukin."

Bright berhenti di sudut koridor yang agak sepi.

"Pasang dulu sepatunya."

Alea menatapnya polos sebelum menurut. Ia memasang kembali sepatu yang tadi sempat lepas.

Setelah selesai, Bright masih diam beberapa detik.

"Maksudnya apa main lari-larian kayak gitu?"

Alea menggaruk pipinya.

"Eum... ya bercanda aja."

"Bercanda?"

"Iya..."

"Kamu nggak inget, Alea? Kamu tuh pacar aku."

Suara Bright sedikit meninggi.

Alea langsung terdiam.

"Iya... aku tahu. Maaf."

Bright menarik napas sebelum kembali bicara.

"Kita balikan."

Alea mengernyit.

"Hah?"

"Kita balikan. Aku nggak mau lagi hubungan kita sembunyi-sembunyi. Aku nggak bisa jauh dari kamu."

"Tapi, Bright—"

"Nggak ada tapi."

Tatapannya serius.

"Aku nggak suka kalau kamu nggak nurut."

Alea menggigit bibir bawahnya.

Kenapa gue bisa dapet pacar kayak gini sih? Tapi... gue sayang. Ya Tuhan, gimana ini...

"Iya deh... puas?"

Bright terus menatap Alea tanpa berkedip.

"Ish... apaan sih natapnya gitu?"

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang