Pernikahan Bright&Alea√

5.8K 153 1
                                        

Alea terus menggosok-gosok kedua telapak tangannya di atas gaun putih yang ia kenakan. Napasnya terasa sedikit memburu. Jantungnya berdetak begitu kencang hingga ia hanya bisa terus menundukkan kepala.

Bright yang menyadari kegugupan itu langsung menggenggam tangan Alea erat, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari.

"Relax aja, sayang. Nggak usah grogi, ya. Aku di sini," ucap Bright lembut.

Alea mengangkat wajahnya perlahan lalu mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Iya..."

Pak penghulu tersenyum melihat keduanya.

"Oke, bisa kita mulai?"

"Ayo, Pak. Dimulai saja," sahut Abraham.

"Baik. Mempelai pria, siap?"

"Siap."

Suasana mendadak hening. Semua tamu menatap ke arah Bright.

Pak penghulu mulai mengucapkan kalimat akad nikah.

"Baiklah, saya nikahkan dan saya kawinkan..."

Tanpa ragu sedikit pun, Bright menjawab dengan suara lantang dan mantap.

"Saya terima nikahnya..."

Kalimat itu keluar begitu fasih tanpa tersendat.

Hening beberapa detik.

"Sah!"

"SAHHHH!"

"ALLAHUAKBAR!"

"YEAYYY!"

"CONGRATS!"

"AKHIRNYA NIKAH JUGAAA!"

Tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.

Alea yang sejak tadi menahan tangis akhirnya tidak sanggup lagi. Air matanya jatuh begitu saja.

Hari ini... ia resmi menjadi istri Bright Aldebaran Civaree.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Alea menyalami tangan Bright. Bright kemudian mengecup lembut kening istrinya sebelum keduanya menengadahkan tangan untuk berdoa bersama.

Beberapa menit kemudian mereka kembali berdiri di atas pelaminan untuk menyambut tamu undangan.

Alea masih sibuk mengusap air matanya.

"Hiks... aku nggak kuat, Bright. Aku seneng banget. Aku terharu," ucap Alea sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah.

Bright tertawa kecil.

"Iya, sayang. Nangis aja nggak apa-apa. Aku juga bahagia banget. Sekarang kita udah sah."

Alea langsung memeluk Bright erat.

Renata menghampiri sambil memeluk Alea.

"Selamat ya, Sayang. Akhirnya resmi juga jadi mantu Mamah."

"Hehe... iya, Mah. Makasih."

Abraham ikut tersenyum bangga.

"Selamat ya, Alea, Bright. Sekarang kalian resmi jadi suami istri."

"Makasih banyak, Pah."

Belum sempat suasana kembali tenang—

"WOYLAH! FIRST NIGHT-NYA HARUS LIVE STREAMING, GAMAU TAU!" teriak Aksa.

"GOBLOK ANJRIT!" Aurey langsung menepuk kepala Aksa.

Devan mengangkat tangan.

"Kalo mau lebih panas bisa DM saya, Kak. Jamu Cap Buntut Kuda siap melayani."

POSSESIVE BOYFRIEND[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang