Beberapa hari setelah pertengkaran Jennie dan ayahnya,,hari-harinya kembali normal,,
Bangun,mandi,sarapan,dan akhirnya berangkat kesekolah
Ada yang sedikit berbeda hari ini dari hari-hari biasanya,,
Hari ini tepat ia memasuki usianya yang keenam belas tahun,,,
Tak ada yang istimewa,,bahkan ucapan selamat pun tak ia dapatkan,,
Jennie diam saja,,ia terlalu malas untuk mengumbar-umbar bahwa hari ini ia tengah berbahagia,
biarkan saja ia merasa bahagia walaupun sendiri,,setidaknya ia tidak terlalu merepotkan orang lain untuk mempersiapkan kejutan untuk dirinya.jennie tidak suka akan hal itu.
Hari ini mereka akan melakukan praktek renang,,kelas mereka digabung dengan kelas Kaka tingkat mereka 12 IPA 1,,
Entah takdir atau mungkin hanya kebetulan,ia akan bertemu dengan orang-orang yang paling malas ia temui,,
Berbagai macam pemanasan mereka lakukan,,Jennie memang pintar berenang jadi tidak masalah baginya
Jika harus berlama-lama didalam air,berbeda dengan rose yang sudah mencak-mencak dari tadi,,
Wanita cerewet itu memang paling malas kalau sudah berurusan dengan yang namanya renang,,
"Ckk,,harus banget apa,,kita mandi lagi,,lagian gue udah mandi,,entar yang ada make up gue luntur lagi,,iueee ogah banget gue"cerca rose,,ia sudah banyak mengeluarkan kata-kata mutiaranya sejak mereka melakukan pemanasan,,
"Diem gak Lo,,tu mulut gue sumpel juga pake kaos kakinya si Boby yang gak pernah dicuci"ancam hanbin kesal,,
Rose mengerucutkan bibirnya kesal,,ia menatap hanbin dengan kilat mata penuh aura permusuhan,,,
Mereka mulai berbaris mengambil,nilai,,Jennie melakukan semua gerakan dengan baik,,tak jarang teman sekelas bahkan Kaka kelasnya berdecak kagum melihat kemampuannya,,,
Sesaat sebelum pengambilan nilai dilanjutkan,,mereka semua di beri waktu istirahat sepuluh menit,,
Bunyi bising bising mulai terdengar,,,beberapa temannya sudah bisa berbaur dengan kakak tingkat mereka,,
Ia berdiri merenggangkan otot-otot tangan dan kakinya,,
BRUKKK
BYURRR
"IRENNEEE"
"JENNIEE"
Jennie terkejut,,saat sebuah dorongan kuat membuatnya tubuhnya terbuntar tubuh Irene dan terjatuh disisi kolam renang,,
Samar-samar ia mendengar suara seseorang yang terdengar sedikit....khawatir?
Ia mengedarkan pandangannya dan menatap seorang peria yang sedang menggendong tubuh gadis yang sedang pingsan,,
Ia berdiri,,hendak mendekati keduanya,,,
"MINGGIR BEGO!!!"
Bentakan dari taehyung membuat ia termenung,,,
Tabrakan bahu mereka beradu,,membuatnya berusaha menahan ringisan kesakitan dan lebih memilih berjalan menyusul teman-temannya yang menyusul kedua remaja tersebut ke UKS,,
***
Semua orang terlihat sangat khawatir menunggu seorang wanita yang sedang terbaring pingsan di atas Banjar UKS,,
Jiso wanita yang sangat dekat dengan Jennie,,dapat melihat dengan jelas kilat ketakutan pada gadis itu,,
Ia mendekati Jennie,,dan mengusap punggung sahabatnya itu agar sedikit lebih tenang,,
"Gue,tahu Lo benci sama Irene,,tapi gak gini juga dong cara Lo balas dendam,,kampungan tau gak!!"bentaka seulgi membuat Jennie terpaksa mengangkat kepalanya dan menatap manik mata gadis didepannya,,
"Gue gak sengaja,,tadi ada ya--
"Alah,,alasan aja Lo,,kita juga tahu kali,,gimana bencinya Lo sama Irene"potong seulgi saat Jennie berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,,
"Jennie kan udah bilang dia gak sengaja,kenapa Lo nya nyopir banget sihh"kesal Lisa,,ia benar-benar kesal saat sahabatnya dituduh seperti itu
Memang benar Jennie tidak tahu apa yang sedang terjadi,,,tadi saat ia sibuk merenggangkan otot tubuhnya yang sedikit keram,,
Ia merasa seseorang mendorongnya dan menabrak tubuh Irene yang secara kebetulan berada dibelangkangnya,,
"Gue benar-benar gak sengaja,,emang benar tadi ad--
"Udah dehh,,Lo pada diam,,keadaan lagi genting banget ini"
Jennie diam,,ia memilih menutup mulut,,dari pada harus memperkeruh keadaan,,
Ia menatap laki-laki yang sejak tadi hanya diam dengan raut wajah yang sangat khawatir,,,
Ia tersenyum miris,,,bahkan orang yang dianggapnya spesial,,tak ingin mendengar alasannya,,
Kkk,,,kado yang buruk Jen!!
KAMU SEDANG MEMBACA
still happy
Genç KurguJennie,wanita pelajar yang harus tetap bahagia walaupun takdir mempermainkan.
