52.(destroyed a second time)

1.3K 176 72
                                        

Hujan mengguyur acara pemakaman itu,,,

Semua orang mencoba berteduh,,bahkan sebagian orang sudah pulang meninggalkan pemakaman.

Terkecuali gadis yang masih tetap berdiri menatap kubur ibunya,,,,ia mendekat,,,dan meraih sesuatu didalam saku bajunya sebelum  mengubur benda tersebut tepat diatas kuburan ibunya.

"It's ok,,semua bakalan baik-baik aja"

*****

Jiso sibuk mondar-mandir dengan gelisah ,,,

Pasalnya dari tadi ia terus menelpon keluarga besar Jennie,,namun tidak pernah ada balasan dari sana.

Ceklekk

Jiso membelakan matanya kaget melihat keadaan sahabatnya yang basah kutub

"Lo masih kemana lagi Jenn??baju Lo basah kuyub gini!!"bingungnya

"Gak kemana-mana kok"jawab Jennie,,,sambil tersenyum tipis.

Ia menatap Jiso sebentar dan kembali bertanya"udah ada balasan??"Jiso menggeleng pelan,,ia menatap sahabatnya dengan iba

"Kita kerumah aja yukk??"

"Buat apa??"

Jiso menghela nafasnya pelan"kita langsung kasih tau aja sama bokap Lo,,,mungkin sekarang mereka lagi sibuk,,,,jadi gak bisa angkat telfon"

Jennie tersenyum miring,,,ia tertawa kecil mendengar penuturan Jiso"sibuk sama keluarganya sampe gak bisa ngangkat telfon anaknya sendiri"ia menatap Jiso"gue udah biasa kok"

Jennie meninggalkan Jiso yang terdiam terpaku mendengar ucapannya.

Ia mengotakngatik handphonenya mencoba menghubungi orang lain diseberang sana

"Halo Tae"

****

Tepat satu Minggu  Jennie tak pernah pulang kerumahnya,

Bahkan tanda-tanda kehadirannya tidak terlihat sama sekali.

Rumah ayah Jennie tampak ramai dengan tamu yang berdatangan.

Bahkan sahabat-sahabat dari Jennie,dan kedua saudaranya pun ikut hadir,,,

Jiso yang baru saja turun dari mobilnya menatap heran kearah rumah sahabatnya yang terasa berbeda.

Yahhh,,,Jiso memang sudah pulang bertemu para keluarga dan sahabatnya,,,namun Jennie menolak ikut,,,hingga ia harus pulang sendirian.

Jiso memasuki pekarangan rumah sahabatnya dengan langkah pelan seolah-olah tak percaya pada penglihatannya sendiri.

Bagaimana tidak disaat sahabatnya sedang berkabung atas kepergian ibunya,,,disini ayahnya justrus sedang mengadakan pesta besar-besaran  yang entah untuk siapa.

Puk

"Jiss,,Lo sendiri aja jennie kemana??"tanya Lisa heran saat  tak menemukan siluet tubuh sahabatnya tersebut.

"Dia masih kerumah neneknya"

Lisa mengangguk mengerti"gak salah juga sihh satu Minggu ini dia gak keliatan"

"Ehhh,,,ini ada apaan sihh Lis,,,kayak sibuk banget semua orang"tanya Jiso,,,matanya sibuk melihat berbagai pelayan yang lalu lalang mengangkat barang yang biasanya digunakan untuk pesta.

"Lo gak tau???"tanya Lisa kaget"dua hari yang lalu Irene baru pulang dari rumah sakit,,,bilangnya sihh dia habis operasi jantung ada pendonor yang cocok,,,yahhh jadinya hari mereka lagi bikin syukuran"jelasnya

Jiso menatap Lisa dan kembali menolog sendiri"gimana bisa mereka ngerayain sembuhnya Irene sedangkan dukanya Jennie mereka gak pernah tau"

"Jis,,,jis,,,jisooooo"

still happyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang