Jennie memasuki cafe tempat ia akan bertemu dengan ibu tirinya,,
Saat pulang sekolah tadi ia mendapat kiriman pesan,,dan akhirnya ia memutuskan untuk kesini,
Ia melihat sunny yang sedang melambaikan tangan kearah anak tirinya,,malas membuang waktu Jennie langsung berjalan kearahnya dan mengambil tempat tepat dihadapan ibu tirinya itu
Jennie memandangnya datar"ada apa?"ujarnya tanpa basa-basi.tipikal Jennie emang.
Sunny tersenyum,,mendengar ucapan anak nya yang tak ingin berbasa-basi dahulu.
"Mama,,mau kita menyelesaikan semuanya"
"Saya rasa ngak ada yang perlu diselesaikan"
Sunny menghembuskan nafasnya"mama tau kamu marah,,tapi bisakah kamu menerima Irene,,walaupun kamu membenci mama"
Jennie tersenyum miring"seharusnya anda berpikir sebelum berbicara,,,anda terlalu naif,,menganggap mama saya baik-baik saja saat mendengar kabar tak baik dari anda dan ayah saya,anda tidak tahu sebesar apa mama saya berkorban hanya untuk menerima anda di keluarga saya,,anda terlalu buruk untuk menyandang status sahabat bagi mama saya dan ibu bagi saya,,"
Hati sunny mencoblos mendengar pernyataan dari Jennie,,ia tak menyangka anak tirinya akan memiliki sifat sesadis ini
"Jennie,,ma--
"Saya membenci Irene,,karena ia tak bisa berpikir sedikit dewasa dari saya"ujarnya"sifatnya tak lebih dari seorang anak yang mendukung ibunya menghancurkan rumah tangga sahabatnya,,jika memang dia sudah dewasa,,anak anda tidak akan mendukung Anda berselingkuh dengan ayah saya dan lebih memilih menentang hubungan kalian,,"
Jennie menarik tasnya"satu lagi"ia membalik tubuhnya sedikit"berhenti menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin,anda bukan mama saya dan selamanya akan seperti itu."
Jennie meninggalkan wanita itu sendiri,,ia benar-benar meninggalkannya.
***
Jennie berjalan sendiri di trotoar jalan,,waktu sudah menunjukan pukul 5 sore,,namun ia belum ingin kembali kerumah,,
Kurkkk
Jennie memegang perutnya yang berbunyi nyaring,,,
Ia merasa lapar sekarang,,,
Ia berjalan menuju cafe yang masih buka diseberang jalan,,,
Cafe masih tampak sepi,,,Jennie yang memang tak suka keramaian,,sangat menikmati suasana cafe seperti ini,,ia memesan makanan penunjang lapar,,dan kembali menikmati suasana cafe
"Permisi mbak,,ini pesanannya,,selamat menikmati"
Jennie tersenyum membalas sapaan pelayan,,
Saat sedang menikmati makanannya,,samar-samar ia mendengar suara keributan dari luar cafe,,
Ia melihat keluar,,dan menemukan seorang anak kecil yang sedang dimarahi habis-habisan oleh seorang wanita parubaya,,
Jennie mendekat,"ada apa yahh Bu?"
"Ini,,kecil-kecil udah pintar nyuri,,gak tau kalo besar mau jadi ap!!!"sentak wanita itu dengan nada amarah yang sangat kental,,"
Jennie melirik anak itu sebentar"yaudah,,biar saya aja yang ganti rugi!!"ia mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan memberikannya kepada wanita tersebut
"Yaudah,,makasih neng!!"wanita itu pergi meninggalkan Jennie dan anak kecil itu sendirian,,,
Jennie menyanggah tubuhnya dengan kedua lutut yang menempel diatas tanah,,"kamu lapar??"
Anak itu mengangguk pelan"Chani belum makan dari kemarin kak"ujarnya
Jennie tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya"makan yuk,kakak yang bayar"
Anak itu mengangguk senang,,mereka beranjak dari sana dan memasuki cafe tempat Jennie mengisi perutnya tadi.
****
Suara amarah lelaki paruh baya memenuhi seluruh ruangan rumah itu,,,dua orang wanita dan seorang pemuda menatap keseorang gadis yang sedang dimarahi habis-habisan,,,
"Sampai kapan kelakuan kamu kayak gini terus,"pria paruh baya itu menatap anaknya dengan amarah yang tidak dapat ditahan,,
"Kamu ini perempuan,,tapi kelakuan kamu gak pantas disebut perempuan,,kamu bisa gak sih gak bikin papa pusing,,banyak yang harus papa urusin,,bukan cuman ngurusin kelakuan kamu"cerca nya
Wanita tersebut tersenyum sinis,,ia menatap pria dihadapannya dengan pandangan yang tersirat keberanian"sejak kapan Jennie jadi urusan papa??,,bukannya hanya mereka yang papa bilang lebih berbobot dari Jennie yang jadi urusan papa"
Ia menarik napasnya dalam-dalam"papa tanya sampai kapan Jennie bersikap seperti ini??,,sampai Jennie benar-benar menyerah dengan takdir"
Ia pergi meninggalkan ruangan dengan keadaan hening,,
Jangan lupa follow akun Instagram aku yah:Sonja tunnu tana,,,
Makasih
KAMU SEDANG MEMBACA
still happy
Roman pour AdolescentsJennie,wanita pelajar yang harus tetap bahagia walaupun takdir mempermainkan.
