Ujian hari kedua,,berjalan lancar seperti biasa.
Saat ini,,adalah saat yang tepat untuk mengisi perut,,seperti sekelompok bidadari cantik yang sedang asik menyantap makanan dengan candaan yang sesekali terlontar.
Terkecuali gadis bermata kucing yang sedari tadi terus menelungkup kan wajahnya diatas meja kantin.
Matanya terasa sangat berat,,ditambah lagi tentang kejadian semalam membuatnya ingin menghilang saja.
Flashback*
Jennie melangkah menuruni anak tangga menuju dapur,,ia memutuskan untuk tidur agak lambat hari ini hanya untuk mempelajari lagi materi ujian besok.
Saat akan memasuki dapur,,ia mendengar bunyi barang yang terjatuh,,dengan perlahan ia mendekati sumber suara.
Wajahnya kembali dingin saat bertatap muka dengan ayahnya yang tampaknya sedang lapar.
"Papa bangunin kamu yah?"tanya Minho
Jennie menggeleng pelan,,ia berjalan memutari meja makan dan mengambil sebungkus coklat bubuk kesukaanya,,
Ia melirik sebentar kearah Minho,,yang sedang kesusahan membuat nasi goreng,,karna memang ayahnya itu tak pandai memegang alat-alat dapur.
Ia meletakan coklat panasnya diatas meja,,dan mengambil alih sutel ditangan ayahnya.
"Biar Jennie yang masak"Minho tersenyum senang,,ia menduduki meja makan,,sambil menatap anaknya yang asik berkutat.
Jika dilihat-lihat Jennie seperti koloningan ibunya, Chaerin jika sedang memasak,,cara mereka memegang sutel,meracik bumbu,bahkan saat berdiri seperti ini pun ia terlihat semakin mirip dengan ibu kandungnya.
Minho tersenyum miris mengingat hal itu,,
Ia kembali menatap Jennie"kamu mirip sama Chaerin!!"ujarnya,,
Jennie yang tadinya sedang memindahkan masakannya ke piring,terhenti sejenak,,ia tersenyum kecut dan kembali melanjutkan aktifitasnya.
"Biasanya mama kamu suka masakain papa kalo kelaparan tengah malam gini"lanjutnya"tapi sekarang k--
"Udah selesai,,Jennie keatas dulu"ujar Jennie,,ia menatap ayahnya sebentar,,Minho balik tersenyum dan menganggukan kepalanya,,ia maklumi,,Jennie memang tidak suka jika topik pembicaraan sudah seperti ini,,ia hanya merasa,,sedikit tidak terima.
Dengan cepat Jennie melangkah ke kamarnya,,bibirnya sedikit bergetar menahan gejolak yang terus meronta didadanya,,,ia membuka pintu kamar dengan kasar dan langsung menutupnya dengan cepat.
Flashback off*
Ia mengangkat kepalanya menatap sekitar,,,matanya memandang datar sepasang muda-mudi yang asik mengobrol layaknya kekasih di seberang meja mereka.
Jennie tersenyum miris,,"sekarang apa yang Lo harepin jennie!?"
Ia bangun dari duduknya.
"Lo mau kemana?"tanya tyuzu,saat melihat Jennie yang segerah keluar dari kantin,,namun sepertinya pertanyaan itu tak begitu penting bagi Jennie,,sehingga ia melewatkannya begitu saja,,,
Teman-temannya segerah menghabiskan makanan mereka dan mengikuti Jennie yang hendak keluar,,
"Ehhh,,Jen,,Lo mau kemana??"langkah Jennie terhenti saat mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya.
Ia tersenyum miring saat melihat taehyung yang seolah tak ingin menatapnya walaupun sedikit.
"Gue??"tanya Jennie membuat,,baekhuyn yang tadi melontarkan pertanyaan mengangguk ringan."gak kemana-mana kok,,,emangnya manusia perusak kayak gue punya tujuan!??"lanjutnya,,,
Suho dan irene yang tadinya asik menyantap makanan balik menatapnya tak percaya,,dengan santai Jennie berjalan meninggalkan orang-orang yang terdiam mendengar jawabannya,,,teman-temannya yang tadi cukup terkejut mendengar jawabannya mulai berlari mengejarnya.
"Gila,,adik Lo sarkas amat!!"seru kai kepada Suho,,
Suho hanya tersenyum tipis dan kembali menikmati makanannya dengan hati yang sedikit ragu,,ragu akan Jennie.
Sedangkan taehyung,,masih terdiam membeku mendengar jawaban Jennie,,seolah-olah itu merupakan peringatan keras,,tentang keadaan yang akan terjadi selanjutnya.
***
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi,,Jennie meletakan alat belajarnya didalam tas,,
Sahabatnya sudah pulang lebih dulu,,mereka memang memutuskan untung pulang sendiri hari ini.
Setelah semuanya terlihat rapi,,ia keluar meninggalkan kelas dalam keadaan sepi.
Jennie berjalan dengan langkah pelan,,dengan tangan yang ia masukan kedalam saku jaket yang memang ia bawa tadi pagi,,,
Langkah nya terhenti sebentar,,ia menoleh ke kiri dan ke kanan,,
merasa tidak ada yang ganjil,, ia kembali melangkah keluar,,,
Saat sampai tepat didepan pintu gerbang,,,Jennie kembali merasakan sesuatu,,
Ia menoleh ke kanan dan kiri,,semuanya sepi,,hanya ada beberapa siswa-siswi yang berlalu lalang di lapangan.
Jennie cepat-cepat memasuki bus yang baru saja datang,,
Dan beruntungnya,,bus hari ini tampak ramai,,sehingga ia tak perlu khawatir bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
still happy
Dla nastolatkówJennie,wanita pelajar yang harus tetap bahagia walaupun takdir mempermainkan.
