Wanita dalam mobil Honda hitam tersebut menatap jalanan yang sudah sangat macet dengan tatapan kosong,,,
Ia tersenyum miris mengingat kejadian 10 menit yang lalu,,untungnya laki-laki disampinya masih mau berbaik hati mengantarnya pulang,,
Flashback
"Jennie pulang sendiri aja,,Jennie mandiri kok udah biasa di perlakuan kayak gini,tenang aja!!"ia menepuk bahu kakaknya dengan semangat dan pergi dari sana,,
Ia menatap halte bus yang sangat amat sepi,,menatap sekitar apakah ada sesuatu yang bisa dipakai untuk pulang,,
Tin...
Tin...
Suara klakson mobil membuat ia menjengkit kaget,,ia menatap mobil Honda hitam tersebut dengan kening yang mengkerut bingung,,
Namun kebingungannya menghilang saat melihat seorang pemuda dalam mobil tersebut,,
"Gue anter pulang,,gak ada bantahan,,"
Jennie mendengus kasar,,kenapa semua orang disekitarnya suka sekalih memerintah sih!!!
Dengan amat sangat terpaksa Jennie membuka pintu mobil tersebut dan menempatkan dirinya dengan senyaman mungkin,,
Rasa wanita disampingnya sudah nyama dengan posisi duduk,,pemuda tersebut mulai melaju meninggalkan halte bus tersebut
Flashback off
Cairan bening tersebut mulai menumpuk di pelupuk matanya,,
ia mencoba menanggani dengan mengadahkan kepalanya ke atas,,nafasnya memburu,,dan akhirnya terkekeh pelan meratapi nasib yang sangat senang mempermainkannya layaknya orang bodoh,,,
Jennie benar-benar terlihat seperti seorang wanita yang mengidap penyakit bipolar,,suasana hati dan perilakunya berubah ubah dengan sangat cepat,,
Taeyong melihat semuanya,,saat dimana Jennie menangis dalam diam,tertawa miris,,bahkan tersenyum layaknya orang gila,,
Ia menepikan mobilnya dipinggir jalan taman kota yang mereka lalui,,
Ia menatap Jennie yang masih belum berubah dari tadi,,
Ia menggapai pundak Jennie dan memeluknya memberi ketenangan,,
Setidaknya tindakan kecil ini bisa mengobati sedikit rasa sakit dalam dada wanita tersebut,,
Jennie tak menolak,,ia memang sangat membutuhkan sandaran sekarang,,ia mencoba menahan kuat-kuat tangisnya agar tidak pecah,,
"Keluarin semua,,keluarin semua yang buat hati Lo sesak Jen"
Jennie menyerah,,tangis nya pecah terdengar pilu dan sarat akan kekecewaan,,
taeyong menatap Jennie sendu,,ia tak pernah tau bagaimana sakitnya wanita disampingnya mencoba menahan rasa sesakit ini,,
"It's okay Jen,ada gue disini!!"taeyong mengelus punggung Jennie memberikan ketenangan,,,
Sampai ia tak lagi mendengarkan suara tangis wanita tersebut,,ia menatap Jennie yang masih dalam pelukannya,,
Ia terkekeh pelan melihat wanita disampingnya tertidur pulas,,
Ia mengatur posisi Jennie senyaman mungkin,,dan melanjutkan perjalan,,untungnya ia sudah tau alamat rumah Jennie,,sehingga ia tak perlu repot-repot bertanya,dan berakhir membangunkan gadis tersebut,,,
***
Jennie keluar dari supermarket dekat kompleks perumahannya,,,
Ia terbangun jam sembilan tadi dan memutuskan untuk mampir sebentar ke supermarket 24 jam tersebut,
Bibirnya sibuk menggumamkan lirik lagu secara acak,,
Dengan iseng ia menatap sekitar area kompleks tersebut,,matanya tak sengaja menangkap objek tak asing,,
Ia mendekat mencoba meyakinkan Indra penglihatannya,,disana seorang wanita sedang dituding habis-habisan oleh dua orang pria,,
Salah satu dari mereka memegang balok cukup besar,,matanya melotot kaget saat balok tersebut hendak menyentuh kepala gadis tersebut,,
Dengan cepat Jennie berlari meninggalkan barang belanjaannya,,
Insting melindunginya terasa sangat kuat,,
BRAKKK
"Bangsat!!"lirih Jennie,,
Ia memegang pundaknya yang terasa sangat sakit,,akibat pukulan tersebut,,
"Je-jennie"ucapan lirih wanita dibelakangnya membuat atensinya teralih,,ia menatap wanita tersebut dengan sorot dingin namun tulus,,
Tanpa peduli dengan lengannya yang serasa akan patah,,Jennie menatap nyalang dua orang pemuda dihadapannya,,
"Banci banget,,lawannya perempuan,,
Dua orang lagi,,gak sekalian apa ganti rok aja"ujarnya dingin namun terasa sangat mengintimidasi lawan,,
"Cihh,,Lo siapanya cewek ini??,,sampe ngurusin urusan orang lain??"tanyanya,,dengan tangan yang terus mendorong bahu Jennie,,
Jennie mengerang kesal,,behunya benar-benar sakit,,
Ia memutar lengan lawan dihadapannya,,,dengan tenaga yang masih tersisah,,ia menendang kaki sebelah kanan pria tersebut dan langsung meninju rahangnya membuat pria tersebut mengerang kesakitan,,
"Pergi dari sini,,atau tangan Lo patah"
"Iaia,,lepasin dulu tangan gue,,,sakit bangsat!!"
Jennie melepaskan pria tersebut,,mereka berdua berlari berpontang-panting
Ia menatap gadis di belakangnya,,sesekali ia merintih kesakitan bahunya terasa sangat ngilu jika digerakkan,,
"Thanks Jen"ucap wanita tersebut dengan tulus,,Jennie menatap belanjaannya dengan pandangan malas,,ia berlari dan memungut semuanya,,
"Pulang pake apa?"ujarnya bertanya,,
Wanita tersebut menatap lawan bicaranya dengan pias,,"ngak tahu,,dompet gue tadi dirampok mereka"
Jennie menghela nafas kasar"hp?"
"Gak bawa"
Jennie mengeluarkan bendah pipi berbentuk persegi panjang tersebut dari kantongnya dengan hati-hati,,,
Ia memberikan ponselnya pada wanita didepannya tersebut,,"ingat nomer Abang Lo kan?"wanita itu mengangguk"yaudah telfon,gercep gue mau pulang!!"
Wanita itu mengangguk,,dengan cepat ia mengetikan beberapa dikit nomor pada layar hp Jennie,,dan menelfon seseorang
Setelah selesai,,ia menyerahkan kembali hp tersebut kepada wanita dihadapannya,,
"Berapa lama lagi kakak Lo datang??"
"Sepuluh menitan lah,,Lo pulang aja gue bisa nunggu sendiri ko"ujarnya sekaligus memberi saran
Jennie menggeleng"gue tungguin Lo pulang dulu,,jam segini gak baik sendirian"
Wanita itu tersenyum tulus,,beruntung dirinya bertemu Jennie,,entah apa yang akan terjadi jika dirinya tak ditolong Jennie tadi,,
Selang sepuluh menit,,motor ninja berwarna hitam terparkir dihadapan dua gadis tersebut,,
Ia membuka helm dengan terburu-buru,,"ya ampun,,Lo ngapain disini,,kalo ada apa-apa gimana?"
"Gak papa kak,,ada Jennie yang nemenin gue,,btw thanks Jen,,"
Jennie menganggukan kepalanya,,"gue dahulu"
Jennie pulang meninggalkan kakak beradik tersebut,,sepanjang perjalanan ia hanya bisa meringis sakit,,karena bahu nya yang sedang tidak baik-baik saja,,
Ahhh rasanya sangat melelahkan hari ini,,,sepertinya Jennie harus memeriksa lebih lanjut kondisi bahunya,,
Jangan lupa vomment ya guys,,biar author tambah semangat nulisnya,,
And follow akun ig aku:SONJATUNNUTANa,,
Thanks atas dukungannya
KAMU SEDANG MEMBACA
still happy
Fiksi RemajaJennie,wanita pelajar yang harus tetap bahagia walaupun takdir mempermainkan.
