Hari terakhir ujian,,,berjalan dengan sangat baik.
Hari ini Jennie dan temannya berencana untuk mengunjungi cafe yang baru saja dibuka di dekat sekolah mereka.
Sekedar melepas penat setelah satu Minggu berperang melawan ujian.
Jennie bersama,nayeon dan Lisa sedang menunggu para sahabat mereka di gerbang sekolah.
Entah kemana sahabat mereka menghilang,,sudah sekitar 10 menit yang lalu mereka pergi tapi sampai sekarang belum terlihat sedikitpun batang hidung mereka.
Lisa menggerutu malas,ia melihat arlojinya dan kembali berdecak kesal"mereka kemana sihh?,,,udah mau dua puluh menit nih kita nungguin!!!"
"Sabar Napa,,yang cape bukan Lo aja kali gue juga udah bosen"jawab nayeon sinis
Jennie menatap mereka berdua bergantian"kita susul aja kalo gitu"sarannya,,
Mereka berdua mengangguk cepat dan melangkah masuk,,
Namun belum selangkah mereka berjalan,,suara cempreng menggelegar dari arah depan
"WOYY,,CECUNGUK!!!"
Jennie,Lisa dan nayeon sontak menatap rose tajam,,
Yang ditatap hanya mengendihkan bahu tak peduli,,dengan enteng ia berjalan melewati mereka bertiga.
"Ayo berangkat!!"serunya ringan
Lisa menatap bringas ke arah rose,dan langsung menerkamnya dengan segala hujatan.
Sedangkan sahabatnya hanya bisa bersabar melihat tingkah merek berdua yang kelewat luar biasa.
***
Jennie berjalan memasuki pekarangan rumah,,setelah pulang dari cafe baru tadi,,mereka memang langsung pulang kerumah masing-masing sendiri.
Banyak kendaraan terparkir di parkiran rumah mereka,,
Jennie mengkerut kan alisnya bingung,,ia menarik knok pintu rumah,,saat masuk kedalam pemandangan yang paling Jennie benci terlihat oleh matanya.
Keluarga ayahnya dan ibu tirinya sedang berkumpul diruang tamu,,,
Dengan sesekali berbincang dan tertawa,,entah apa yang mereka bahas,,Jennie juga tidak tahu,,lebih tepatnya tidak mau tahu.
Ia melewati mereka begitu saja.
Saat menaiki tangga,,Suara wanita paruh baya menghentikan langkahnya.
"Sudah pulang kamu??"tanyanya,,
"Seperti yang anda lihat"jawabnya dingin,,
Minho menatap mertuanya tak enak,,ia melirik Jennie yang hendak kembali menaiki tangga.
"Kamu seharusnya lebih sopan terhadap orang tua"ujar ibu sunny tegas,,
Keluarganya saling melirik seolah meminta yang lain menghentikan pertengkaran antara mereka berdua.
Jennie terkekeh sinis,,ia menatap Mertua ayahnya dengan pandangan merendah.
"Selama saya hidup saya tidak pernah diajarkan menghormati orang yang tidak bisa menghormatisaya"jawabnya tegas,,
"Lagian,,anda bukan siapa-siapa saya sampai menegur saya seperti itu"lanjutnya dan kembali menaiki tangga,,
Matanya terfokus diruang berkumpul dilantai dua,,
Suara ribut-ribut membuatnya mau tak mau harus menunda acara memasuki kamar.
Disana,,teman-teman kakak nya sedang berkumpul bahkan sahabatnya pun ada disana termasuk taeyong yang terbilang cukup dekat dengannya.
Jennie menatap mereka bingung sejak kapan mereka ada disini,,perasaan mereka baru saja pulang dari cafe.
"Ehh Jen udah pulang Lo??"tany Mina,,membuat mereka semua mengalihkan pandangan kearahnya.
"Hem,,Lo pada ngapain disini perasaan kalian baru aja pulang?"tanyanya
Tyuzu melemparnya menggunakan kacang yang sedang ia makan"Lo aja kali yang kelamaan pulangnya,,perasan kita udah satu jama dirumah Lo"balasnya,,
Jennie berpikir sebentar,,,,tak lama kemudian ia menganggukan kepalanya mengerti,,tadi setelah dari cafe dia memang masih menjenguk ibunya dirumah sakit,,jadi akhirnya harus terlambat pulang.
Jennie menatap sahabatnya sebentar dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
Ia membuang tasnya sembarang,,setelah mengganti baju ia keluar menuju ruang tamu,,
KAMU SEDANG MEMBACA
still happy
Roman pour AdolescentsJennie,wanita pelajar yang harus tetap bahagia walaupun takdir mempermainkan.
