[12]

321 53 12
                                        

Esoknya, cuaca tidak bersahabat, awan mendung serta diikuti dengan rintik hujan yang turun semakin deras dan Lucas masih di rumahnya, menunggu hujan agak reda tapi tak kunjung reda juga.

“Pakai mobil aja Cas, dari pada ga berangkat, 'kan?” ucap Jackson—kakak sepupu Lucas—yang baru datang semalam, saat Lucas dijemput oleh Mark, dan beberapa menit kemudian, mobil Jackson sampai di depan pagar rumah Lucas.

“Ya udah deh, gue pergi dulu bang,” ucap Lucas sambil memasang sepasang sepatu di kakinya yang sudah ditutupi oleh kaos kaki putih.

Lucas masuk ke dalam mobilnya dan mulai mengeluarkan mobilnya dari garasi rumah. Lucas melajukan mobilnya menuju sekolah, hanya tersisa waktu sekitar dua puluh lima menit bel masuk sekolah akan berbunyi sementara waktu yang Lucas perlukan untuk sampai ke sekolah sekitar dua puluh menitan.

Delapan belas menit, karena kecepatan Lucas dalam membawa mobil, ia sampai di parkiran sekolahnya, terlihat banyak sekali yang berlari dengan cepat setelah turun dari kendaraan yang mereka gunakan ke sekolah agar baju seragam mereka tidak basah.

Lucas melakukan hal yang sama, saat keluar dari mobil, ia langsung lari dengan kepalanya yang ia tutupi dengan tasnya. Tanpa melihat sekitar, Lucas berlari sampai masuk ke gedung dan hampir saja menabrak Yuqi yang lewat.

“Eh? hampir aja gue nabrak lo,” kata Lucas, ia menurunkan tasnya dari kepalanya lalu ia ambin tasnya.

“Tumben baru dateng,” ucap Yuqi, pelan, tapi bisa didengar Lucas biarpun suara dari derasnya hujan sedikit lebih keras.

Lucas tersenyum, “Kenapa? dari tadi nyariin gue ya?” tanya Lucas.

Yuqi diam sebentar, lalu menggelengkan kepalanya, “Engga, nih, jaket lo.” Kata Yuqi sambil menyodorkan totebag yang berisikan jaket Lucas yang dipinjamkan saat malam dimana Yuqi tak sengaja bertemu Jiwon.

Lucas menerima jaketnya, ia membuka totebag tersebut dan mengangkat jaketnya lalu menciumnya.

“Kok wangi? lo cuci?” tanya Lucas.

“Iya lah! masa ga dicuci sih, gila ya lo? yang kayak gitu masih ditanya,” ketus Yuqi.

Lucas tertawa kecil, “Santai dong calon, ga usah ketus ketus ah,” balas Lucas.

“Yuk, masuk kelas, jalannya bareng gue, karna gue tau lo nungguin gue dari tadi.” Ucap Lucas dengan pedenya.

Ia menarik lengan Yuqi pelan, beberapa detik kemudian ia lepas, lalu mereka berjalan berdampingan menuju kelas mereka.

Sesampainya di kelas, Mina kebetulan belum datang. Yuqi duduk di kursinya, Lucas menghampiri Yuqi setelah meletakkan tasnya di sebelah bangku Mark, mereka baru saja bertukar tempat duduk menjadi Xiaojun dan Hendery, Lucas dan Mark.

Lucas duduk di sebelah Yuqi, tepatnya di tempat Mina. Diam, tidak berbicara sama sekali, mendengarkan suara hujan deras yang begitu mencolok di telinga mereka.

“Cas,” panggil Yuqi tiba-tiba, Lucas sepertinya tidak mendengar Yuqi, akhirnya Yuqi menyikut Lucas membuat Lucas langsung menoleh.

“Eh? kenapa?” tanya Lucas.

“Gue mau ngomong,” jawab Yuqi.

Lucas mengangguk, “Ngomong aja kali, ga usah izin.” Balas Lucas.

Yuqi memulai pembicaraannya. Ia menceritakan semua tentang Jiwon dan Jungwoo kepada Lucas, karena merasa, sejauh ini Lucas sudah menolongnya bahkan tanpa bertanya ada apa, dan lagi Lucas bilang ia tidak akan bertanya apa masalahnya, dan hanya menunggu Yuqi yang sudah siap untuk bercerita, walaupun Yuqi tidak tau bahwa Lucas sudah mendengar cerita dari Mina.

[✓] Without YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang