Pagi sekali, Jungwoo, Doyoung dan Johnny sudah berada di ruangan tempat Lucas dirawat, mereka membantu untuk mengemaskan barang Lucas dan mereka keluar ruang rawat.
Taeyong sudah menunggu di mobilnya, menunggu mereka masuk. Tak lama, Lucas masuk dan duduk di belakang yang diikuti oleh Johnny dan Jungwoo sementara Doyoung duduk di sebelah Taeyong di depan.
“Berangkat!” seru Lucas yang langsung mendapat jitakan dari Johnny, tapi pelan.
Maklum, Lucas hanya beberapa hari di sana tapi rasanya lama sekali baginya, ia tidak tahan dengan suasana di sana.
Kebetulan sekali, Jungwoo duduk di sebelah Lucas, Lucas menoleh menghadap Jungwoo.
“Apaan lo liat-liat?” tanya Jungwoo, merasa aneh.
Lucas berbisik, “Jagain Yuqi ya, ini cuma lo yang tau.” Bisik Lucas, ia tak ingin yang lain yang berada di mobil ini mendengarnya. Cukup Jungwoo saja yang tau, ia hanya akan meminta tolong pada Jungwoo untuk menjaga Yuqi.
“Woi, mau mampir ke mini market ga?” tanya Taeyong.
Lucas menggeleng, “Gue mau langsung ke rumah aja deh, pengen baring di kasur tersayang gue, kalo ke mini market nanti gue dikejar fans,” ucap Lucas.
Doyoung menggelengkan kepalanya, masih tak bisa menyesuaikan dirinya dengan pemikiran-pemikiran yang ada di kepala Lucas.
“Gila,” ucap Taeyong.
Sementara itu, Johnny sedang tidur, ia sangat mengantuk, tadi malam ia tidak bisa tidur bahkan paginya sudah siap-siap menjemput Lucas di rumah sakit.
---
Mereka sampai di rumah Lucas, tentu saja kosong, karena Jackson pun sudah berangkat kerja hari ini. Mereka masuk ke dalam rumah Lucas.
Lucas duduk di bangku yang dekat dengan jendela yang langsung menampilkan pemandangan indah. Ada sebuah kolam renang yang nampak dari atas sini. Lucas sedang berada di ruang belajarnya, Jungwoo ikut masuk ke ruang belajar Lucas ini.
“Apa maksud lo tadi?” tanya Jungwoo yang langsung duduk di sofanya, ada sofa di sana, serta alat pembuat kopi.
Lucas mengambil kopi yang tadi ia buat, ia membuat dua gelas dan memberikannya pada Jungwoo satu gelas. Jungwoo menerimanya dan langsung meminum kopi itu.
“Udah buru, ga usah ngasi gue makan minum segala, ngomong aja lah.” Ucap Jungwoo.
Lucas terkekeh, “Ga akan gua kasi makan, maksimal udah minuman aja kali.” Katanya.
“Iya iya, udah buruan kek ngomong maksud lu apa tadi? nyuruh gue jaga Yuqi,” ucap Jungwoo tak sabaran, ia tak mengerti maksud Lucas.
Lucas menghela napasnya, “Lo udah liat kan keadaan gue? kemarin Haknyeon ngancem gue bakal apa-apain Yuqi, dan gue mikir untuk sebaiknya Yuqi ga ada di deket gue lagi, karna gue ga ada di deket Yuqi, jadi gue ga bisa lindungin dia kan, makanya gue minta lo.”
“Gue berharap lo mau jagain Yuqi, karna gue ga mau nantinya Haknyeon malah nyakitin Yuqi karna masalah di masa lalu,” lanjutnya.
Jungwoo menggeleng, “Jadi lu takut? karna ancaman bocah itu aja? takut sama ancamannya?” tanya Jungwoo, masih belum sepenuhnya paham.
Lucas menggeleng, “Itu bukan sekedar ancaman, dia bisa berbuat sesuka dia, karna udah ga ada yang bisa ngelarang dia melakukan apapun,” ucap Lucas.
“Sebenci itu dia sama lo?” tanya Jungwoo.
Lucas mengangguk, “Iya, gue tau lo juga mau Yuqi aman, jadi tolong jagain dia dan selalu di dekat dia ya, kalo bisa setiap makan siang itu chat juga suruh makan, kalo ga gitu dia ga akan inget buat makan.” Ucap Lucas.
Jungwoo terkekeh, “Walaupun udah ga ada perasaan lagi sama dia, gue bakal jagain dia sesuai permintaan lo,” ucapnya.
“Oke, makasih,” balas Lucas.
Jungwoo menggelengkan kepalanya, “Ternyata lo sesuka itu ya sama Yuqi, sampe minta tolong kayak gini, salut gue, lo tetap mau menjaga Yuqi walaupun ga lo langsung yang jaga.”
Lucas memicingkan matanya, “Kok tiba tiba ngomong gitu lo?” tanya Lucas.
Jungwoo tertawa, “Lo curiga sama gue? wah, ga ngerti lagi gue.” Katanya.
“Becanda,” balas Lucas. Dan saat itu juga ia mendapat sebuah pesan yang masuk ke ponselnya.
---
Sekarang Naeun sedang berada di ruang kelas yang sangat sepi, hanya ada dirinya dan Haknyeon di sini, memang Naeun yang meminta Haknyeon untuk berbicara sebentar.
“Mau sampe kapan lo dendam terus sama Lucas?” tanya Naeun.
Haknyeon menghela napas, “Sampe gue liat dia menderita,” balasnya.
Naeun menggeleng, “Lo tau bukan Lucas pelakunya atau siapapun, Arin sendiri yang ngelakuinnya, tolong dong pikiran lo ga usah sempit gini Nyeon,” ucap Naeun.
Haknyeon tetap diam.
“Haknyeon yang Arin tau adalah orang yang baik, setidaknya itu yang selalu dia banggain di depan gue, kalo lo gini terus ke Lucas, kemana satu sifat lo yang disukain Arin? yang paling dibanggain Arin? mau lo buang gitu aja satu hal yang udah buat dia suka banget sama lo?” kata Naeun.
“Arin, selalu bilang ke gue, dia suka banget sama lo karna yang dia liat lo itu anak basket yang keliatan keren dan sifatnya baik, sesuai keinginan dia, satu-satunya yang dia terus banggain itu cuma sifat lo yang baik, Nyeon,” jelas Naeun.
Haknyeon terdiam, ia menatap Naeun, “Dia... bilang gitu?” tanya Haknyeon.
Naeun mengangguk, “Iya, selalu, itu sebabnya dia tetap bertahan sama lo walaupun dia suka Lucas, dia cuma ga bisa ngendaliin sifat dia yang semuanya harus dia milikin kalo mau, itu aja,”
“Serius?” tanya Haknyeon. Naeun mengangguk, itulah hal yang selalu Arin ceritakan pada Naeun.
“Arin pernah bilang sama gue kalo gue bakal nyesel ga cari cowo kayak lo, segitu sukanya 'kan dia sama lo?” ucap Naeun.
Haknyeon hanya bisa diam, hanyut dalam pikirannya saat ini.
“Gue harap lo bisa minta maaf ke Lucas untuk semuanya, setidaknya gue pastiin hati lo bakal lega setelah baikan sama Lucas. Lucas itu sahabat lo dulu, dia ngejaga semuanya, itu juga salah satu alasan dia buat nolak Arin kemarin, dia ga mau persahabatan lo sama dia hancur karna cewe, tapi lo malah membuat semuanya jadi gini,” ucap Naeun panjang lebar.
Haknyeon kini hanya bisa percaya pada Naeun soal ceritanya tentang Arin, pasalnya tak ada yang tau Arin sebaik Naeun. Dan lagi, ia tau Naeun tak kan berbohong tentang apapun, apalagi tentang Arin.
“Jadi? bisa 'kan baikan sama Lucas?” tanya Naeun.
Haknyeon masih bergumul dengan pemikirannya, menyadari bahwa selama ini ia salah, bahkan ia menyesal dulu tak mendengarkan penjelasan Lucas lebih dulu. Ia tak menyangka Lucas segitunya menjaga persahabatan sehingga menolak Arin mentah-mentah, sementara Haknyeon tak sama sekali peduli dengan pemikiran Lucas.
“Kalo udah mau baikan bilang ke gue, biar gue yang hubungi Lucas.” Kata Naeun.
Haknyeon mengangguk pelan, kini, ia harus memperbaiki keadaan, “Bilang ke Lucas, lusa gue mau ketemu.” Kata Haknyeon dan langsung keluar kelasnya begitu saja.
Naeun tersenyum, ia bisa bernapas lega sekarang setelah menyampaikan apa yang sudah seharusnya ia sampaikan pada Haknyeon.
■■■
thanks for reading!
without you,
©bbylionnmark
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] Without You
Hayran Kurguberkisah tentang lucas yang pantang menyerah untuk bisa menjadi teman yuqi [nonbaku] start : 5 May 2020 end : 27 June 2020 ©gommoon, 2020
![[✓] Without You](https://img.wattpad.com/cover/223836517-64-k402027.jpg)