Bagian 10 - Things we don't know

10.3K 871 293
                                        

Adakah yang lebih tajam daripada ujaran kebencian?

Sir

Kejora masih setia duduk dibawah ranjangnya, menelungkupkan setengah bagian kepalanya sambil terisak dalam. Luka - lukanya masih basah, ditambah kucuran air matanya yang tak berhenti. Ia terluka, sangat. Disaat sulitnya seperti ini rengkuhan itu seakan - akan hilang ditelan bumi. Rengkuhan hangat yang biasanya Doyoung berikan tanpa ia minta. Namun berbeda dengan kali ini, Kejora membutuhkannya, sangat.

BRUK

Pintunya didorong kasar, walaupun tak memegang kunci kamar itu, ia yakin sang adik memiliki kunci cadangan untuk berjaga - jaga, dan benar saja. Gadis itu ditemukan olehnya dengan posisi yang masih setia memeluk kedua lututnya dibawah, bersama lantai dingin yang menjadi alasnya disana, sesekali air matanya tumpah ke ubin - ubin dingin pada lantainya.

Dekapan paksa itu datang untuknya, walaupun Kejora belum mau membuka tangan untuk menyambutnya. Isakannya semakin keras.

"Saya sakit liat kamu kaya gini!"

"Saya pernah bilang sama kamu, gak ada yang berani nyakitin kamu walaupun itu diri kamu sendiri tanpa seijin saya!"

"Kejora!"

Tangisnya pecah sejadi - jadinya, tak ada tempat nyaman baginya selain rengkuhan yang diberikan pria itu. Doyoung membiarkan Kejora menangis di dalam peluknya, sesekali pria itu melihat luka yang bertengger di wajah cantik perempuan itu sambil memeluknya dalam tangis.

Tak bisa dipungkiri, hatinya jauh lebih sakit melihat gadisnya diperlakukan semena - mena seperti itu.

"Eleana sudah menceritakannya"

"Cctv akan menjadi buktinya, saya yang akan menjebloskan ketiga wanita biadab itu"

"Kamu nggak perlu takut"

"Kamu harus ikut ke rumah saya, tinggal di rumah saya, nggak ada penolakan!"

"Saya yang akan jadi dospem kedua kamu, bukan Jungwoo."

Isakannya mulai memelan, hatinya mulai tenang sekarang.

"Kamu bilang gak akan ninggalin Kejora, Sir"

"Tapi kenapa? Kamu nggak rindu sama aku?" suaranya parau

"Bintang yang selalu saya rindukan, walau saya tidak bisa menemukannya di siang hari, nyatanya di malam pun saya tidak bisa menjaga kamu. Saya yakin kejadian ini gak akan pernah terulang, malam ini kamu harus bersama saya."

Malam ini, besok pagi, dan pagi yang akan datang esok lagi.

Malam ini, besok pagi, dan pagi yang akan datang esok lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidur sama aku" pintanya,

Doyoung membawa tubuh kecil itu dan ditenggelamkan ke dalam peluknya, di rekat dan rapat sehingga tak ada celah yang bisa memisahkan mereka sekarang.

SIR | DoyoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang