Chapter 16

247 14 2
                                        

Dengan wajah gelisah Jurina duduk diruangan dokter menunggu hasil pemeriksaan Rena, Jurina semakin dibuat khawatir karena dokter memintanya untuk bicara secara pribadi mengenai kondisi Rena.

'Apa yang sebenarnya terjadi padamu Rena-chan' batin Jurina, ia terkejut saat tiba-tiba saja Rena pingsan karena Rena tidak pernah bilang kalau ia mempunyai penyakit atau semacamnya.

Pintu terbuka dan dokter masuk dengan membawa beberapa berkas hasil pemeriksaan.

"Bagaimana keadaanya dok?" tanya Jurina langsung setelah melihat dokter masuk.

"Begini,,, " kata dokter tersebut sambil mendudukkan dirinya dikursi yang ada didepan Jurina.

"Saat ini Matsui-san sudah sadar dan dia juga sudah bisa pulang sekarang juga" kata dokter yang membuat Jurina lega tapu hanya untuk sementara.

"Syukurlah kalau begitu, tapi kenapa dokter ingin berbicara pribadi dengan saya mengenai kondisi Rena-chan?" tanya Jurina, ia berpikir bahwa dokter tidak akan memintanya berbicara pribadi hanya untuk mengatakn hal itu.

"Sebelum itu, saya bertanya apakah Matsui-san pernah mendapatkan luka dikepalanya?" tanya dokter dan Jurina langsung mencoba mengingat-ingat mengenai hal itu.

"Sebenarnya sekitar dua ulan yang lalu Rena-chan pernah mendapatkan luka dikepalanya" jawab Jurina mengingat saat ia pernah menemukan Rena tergeletak didepan rumahnya dengan luka dikepalanya.

"Jadi itulah masalahnya" kata Dokter tersebut.

"Tapi saat itu aku sudah mengobati lukanya dok" kata Jurina.

"Luka luarmya memang sudah diobati, tapi tidak dengan luka dalamnya dan hal itu menyebabkan masalah diotaknya" jawab dokter yang seketika membuat Jurina terkejut.

"Apa? Apa hal itu sangat berbahaya dok?" tanya Jurina.

"Hal itu memang tidak membahayakan nyawanya, tapi hal itu menyebabkannya sering pusing dan lebih parahnya ia bisa mengalami amnesia kapan saja" kata dokter yang membuat Jurina hanya bisa menutup mulutnya karena terkejut.

"Apa itu bisa diobati?" tanya Jurina.

"Maaf, tapi itu sudah terlambat, luka dalamnya sudah terlalu parah dan tak bisa disembuhkan, mungkin jika saat itu luka dalamnya segera diobati ia pasti bisa sembuh" kata dokter tersebut yang seketika membuat Jurina hampir pingsan.

"Sebelumnya apa Matsui-san pernah merasakan sakit dikepalanya?" tanya dokter sementara Jurina hanya menggeleng lemah.

"Begitu ya, sebaiknya Matsui-san jangan sampai mengetahui kondisinya agar tidak menambah pikirannya, saat ini yang bisa dilakukan hanya menjaga agar Matsui-san tidak terlalu banyak berpikir dan jangan sampai ia mendapat luka lagi dikepalanya" jelas dokter sementara Jurina hanya menggangguk lemah, saat ini ia seakan kehilangan semua energinya setelah mendengar kondisi Rena.

"Kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter sebelum meninggalkan ruangan.

'Ini semua salahku, jika saja aku saat itu membawa Rena-chan kerumah sakit, semua ini tidak akan terjadi' batin Jurina menyalahkan dirinya meski sebenarnya ia sudah mengajak Rena untuk kerumah sakit tapi saat itu Rena langsung menolaknya.

"Maafkan aku Rena-chan hiks" kata Jurina tak bisa membendung air matanya, ia tak tau apa yang harus ia lakukan jika sampai Rena kehilangan ingatannya, ia tak akan sanggup jika sampai Rena melupakannya.

"Aku harus segera menemui Rena-chan" kata Jurina sambil menghapus air matanya dan langsung keluar ruangan untuk menuju ruangan dimana Rena dirawat.

Sesampainya didepan ruangan dimana Rena dirawat, Jurina sekali lagi menghapus air matanya, ia tak ingin jika Rena tau kalau dia baru saja menangis.

Jurina masuk keruangan dan disana ia melihat Rena yang sedang duduk ditempat tidur pasien.

Change YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang