"Kau harus makan Jurina, ini aku sudah membawannya dari rumah" kata Mayu sambil memberikan makanan yang sudah ia buat.
"Tak perlu Mayu, aku tidak lapar" kata Jurina.
"Tapi kau seharian ini belum makan sama sekali, bagaimana jika kau sakit" kata Mayu, ia tau Jurina belum makan sama sekali, dua hari ini sejak Rena koma Jurina jarang sekali mengisi perutnya dan ia jadi kurang tidur, Mayu khawatir jika Jurina akan jatuh sakit.
"Kau juga harus tidur, kau terlihat lelah sekali" kata Mayu.
"Tenang saja Mayu, aku tak apa-apa"
"Tapi bagaimana jika kau sakit, Rena pasti akan sedih jika tau hal ini" kata Mayu.
"Tapi-"
"Sudahlah Jurina, sudah dua hari kau disini sebaiknya kau pulang dan istirahat dirumah, tenang saja aku akan menjaga Rena disini" kata Mayu dan Jurina akhirnya memilih untuk menuruti perkataan Mayu.
"Baiklah, jika sesuatu terjadi cepat hubungi aku" kata Jurina dan Mayu hanya menggangguk mengerti.
"Kalau begitu aku pulang dulu, nanti malam aku akan kembali" kata Jurina sambil berjalan pergi dan sebelum membuka pintu Jurina berhenti dan menoleh kearah Mayu sejenak.
"Terimakasih Mayu, sudah mau menjaga Rena-chan" kata Jurina sambil tersenyum.
"Tak perlu berterimakasih karena Rena juga sahabatku" jawab Mayu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Rena POV
Aku tak ingat apa yang terjadi padaku sebelumnya bahkan aku tak tau siapa aku ini, namaku, keluargaku dan teman-temanku, entah kenapa aku tak mengetahuinya dan aku tak tahu sejak kapan aku berdiri disini didepan rumah yang cukup besar.
Aku memandangi rumah yang ada didepanku yang terlihat familiar tapi aku tak tahu rumah siapa itu, entah kenapa ada sesuatu yang mendorongku untuk masuk kerumah tersebut dan tanpa kusadari aku sudah berada didalam rumah tersebut.
Disana aku sedang melihat sesosok gadis kecil sedang duduk disofa sambil memainkan sebuah gitar yang terlihat terlalu besar untuk ia mainkan.
Aku memandang diam permainan gitar anak kecil itu meski suaranya tidak begitu jelas mungkin karena anak itu baru belajar bermain alat musik tersebut.
Aku terus memandanginnya hingga seseorang membuka pintu rumah dengan kasar, aku menoleh dan melihat seorang wanita yang baru saja masuk dengan keadaan mabuk sambil membawa sebotol minuman keras yang sudah hampir habis.
"Okaa-san, okaeri" kata gadis kecil tersebut sambil menaruh gitarny lalu berlari kecil kearah wanita tadi yang ternyata adalah ibunya.
"Minggir kau" kata wanita tadi sambil mendorong anaknya hingga terjatuh, aku terkejut melihat apa yang dilakukan wanita itu aku ingin menolong gadis malang itu tapi entah kenapa tubuhku seperti tak bisa digerakkan yang membuatku hanya melihat apa yang menimpa gadis malang tersebut bahkan aku tak bisa untuk mengeluarkan suaraku.
"Okaa-san" kata gadis tersebut lemah sambil memandang ibunya yang baru saja mendorongnya.
"Cepat ambilkan aku minuman lagi" kata ibu gadis itu dan gadis tersebut langsung menuju dapur untuk mengambil apa yang diminta ibunya, beberapa saat kemudian gadis kecil itu datang tanpa membawa apa yang diinginkan ibunya.
"Maaf Okaa-san semuanya sudah habis" kata gadis kecil tersebut dengan nada lemah.
"Dasar tak berguna" kata wanita tadi sambil memukul anaknya hingga terjatuh, ingin rasanya aku membantu gadis tersebut tapi apa daya aku hanya bisa diam sambil memandang gadis tersebut menerima siksaan dari ibunya sendiri.
"Hiks! hiks!" kulihat gadis tersebut menangis menahan sakit yang ia dapatkan tapi bukannya kasihan, ibu gadis tersebut malah menjambak rambut anaknya hingga menjerit kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Change You
FanfictionSebuah kisah tentang siswa pindahan dan siswa nakal yang ditakuti semua siswa disekolah, awalnya hubungan mereka tidak hingga suatu saat murid pindahan mempunyai tujuan untuk merubah siswa nakal untuk menjadi lebih baik. Wmatsui
