Chapter 33

149 9 12
                                        

"Aaa,, menyenangkan sekali" kata Mayu setelah turun dari salah satu wahana ekstrim yang ada ditaman hiburan, saat ini Mayu dan Ren sedang berada disebuah taman hiburan, karena tak tau harus mengajak Mayu kemana, akhirnya Ren memutuskan mengajak Mayu kesebuah taman hiburan yang kebetulan baru dibuka sehingga mereka bisa mencoba semua wahana tanpa membayar sedikitpun.

"Menyenangkan sekali, benarkan Ren-kun" kata Mayu pada Ren yang saat ini malah sedang terdiam dengan wajah pucat.

"Ada apa Ren-kun?" tanya Mayu.

"Aku tak akan pernah manaiki wahana itu lagi" jawab Ren yang sepertinya ia ketakutan setelah turun dari wahana ekstrim yang baru saja mereka naiki.

"Ada apa Mayu-san?" tanya Ren melihat Mayu yang sedang menahan tawanya.

"Hahahaha,, bukannya kau sendiri yang menyarankan untuk menaikinya" kata Mayu masih mencoba menahan tawanya setelah melihat wajah ketakutan Ren sehabis menaiki wahana yang ia pilih sendiri.

"Memangsih,,, sudah Mayu-san jangan tertawa terus kau membuatku merasa malu" kata Ren.

"Maaf-maaf, kalau begitu ayo kita ketempat selanjutnya" kata Mayu.

"Kemana?" tanya Ren.

"Ren-kun saja yang pilih, aku ikut saja" kata Mayu sambil menggenggam tangan Ren secara tiba-tiba.

"Eh!" kata Ren yang terkejut karena tiba-tiba Mayu menggenggam tangannya.

"Kalau begitu ayo" kata Ren sambil membalas genggaman tangan Mayu lalu mengajak Mayu untuk ketempat selanjutnya.

.
.
.
.
.
.
.

Sementara itu didepan taman hiburan terlihat dua gadis yang sedang memperdebatkan sesuatu.

"Rena-chan ayo kita kesana" kata Jurina sambil menunjuk taman hiburan yang ada didepan mereka.

"Sudahlah Jurina, bukannya kau bilang hanya jalan-jalan saja" kata Rena yang sepertinya enggan untuk pergi kesana.

"Ayolah Rena-chan, mumpung kita sudah disini" kata Jurina yang merengek layaknya anak kecil yang minta diberikan mainan.

"Tapi aku sedang tak membawa uang" kata Rena.

"Kalau soal itu tenang saja, lihat kita bisa masuk gratis kesana" kata Jurina sambil menunjuk tulisan besar yang menginformasikan bahwa taman hiburan baru saja dibuka dan setiap orang bisa masuk kesana dengan gratis.

"Baiklah, kalau begitu ayo" kata Rena yang akhirnya setuju dengan permintaan Jurina.

"Yeay!" teriak Jurina gembira layaknya anak kecil.

"Ayo Rena-chan" kata Jurina sambil menarik tangan Rena untuk masuk ketaman hiburan.

Akhirnya Rena mengikuti apa yang Jurina mau, sesampainya disana Jurina mencoba semua wahana satu persatu sedangkan Rena yang awalnya terlihat ogah-ogahan kini terlihat ikut menikmati juga.

"Bagaimana Rena-chan? Menyenangkan bukan" kata Jurina pada Rena yang berada disampingnya, saat ini mereka sedang menaiki salah satu wahana ekstrim yaitu rollercoaster.

"Rena-chan ayo kita naik itu" kata Jurina sambil menunjuk salah satu wahana ekstrime lainnya, padahal mereka berdua baru saja turun dari roller coaster dan sepertinya Rena juga setuju dengan apa yang Jurina katakan karena Rena sendiri juga menikmatinya.

.
.
.
.
.
.

Sementara itu saat ini Mayu dan Ren sedang istirahat sambil memakan ice cream.

"Melelahkan sekali, tapi sangat menyenangkan" kata Mayu yang diberi anggukan setuju oleh Ren, sepertinya mereka berdua sangat menikmati kencannya.

"Ren-kun ice creammu rasa apa?" tanya Mayu.

"Ini rasa strawberry" jawab Ren yang sedang menikmati ice creamnya.

"Boleh aku mencobanya?" tanya Mayu.

"Eh mencobanya?" tanya Ren yang terlihat terkejut karena jika Mayu mencoba ice creamnya, itu berarti mereka melakukan ciuman secara tak langsung.

"Iya, bolehkan?" tanya Mayu.

"Eh iya, tentu saja" kata Ren sambil membiarkan Mayu mencicipi ice creamnya.

'Apa itu berarti aku melakukan ciuman tidak langsung dengan Mayu-san' batin Ren yang wajahnya sudah memerah.

"Mau mencoba miliku juga" kata Mayu sambil menyodorkan ice cream miliknya.

"Eh! Tak perlu Mayu-san" tolak Ren yang terlihat terkejut karena Mayu juga menawarinya.

"Sudah tak apa" kata Mayu sambil mendekatkan ice cream miliknya kemulut Ren sehingga Ren tak punya pilihan lain selain mencicipinya juga.

"Setelah Mayu-san kembali ke Tokyo nanti, apa kita bisa bertemu lagi" kata Ren yang terlihat sedih jika tak bisa bertemu Mayu lagi.

"Entahlah, semoga saja kita bisa bertemu lagi" kata Mayu yang juga terlihat sedih jika ia tak bisa bertemu Ren lagi.

"Aku pasti akan merindukanmu" kata Mayu sambil memandang lekat wajah Ren.

"Mayu-san" kata Ren yang juga ikut memandang wajah Mayu.

.
.
.
.
.
.
.
.

Saat ini Rena dan Jurina sedang berada disebuah bianglala, mereka menaiki wahana tersebut untuk sekedar beristirahat sebelum kembali menaiki wahana ekstrim lainnya.

"Aku bisa melihat seisi taman hiburan dari sini" kata Jurina sambil memandang kebawah melihat orang-orang yang sedang menikmati berbagai wahana.

"Rena-chan bagaimana kalau habis ini kita naik itu" kata Jurina sambil menunjuk wahana yang terlihat ekstrim.

"Sepertinya itu ide yang bagus" kata Rena mengikuti arah pandangan Jurina.

Jurina memgalihkan pandangannya kearah lain dan tanpa sengaja ia melihat orang yang sangat ia kenal sedang berjalan berdua dengan orang yang tak tau siapa dia.

"Tunggu,,,"

"Ada apa Jurina?" tanya Rena.

"Bukankah itu Mayu" kata Jurina sambil menujuk tempat dimana ia melihat sahabatnya itu.

Pandangan Rena mengikuti arah yang ditunjuk Jurina dan betapa terkejutnya Rena melihat siapa orang yang bersama Mayu, meski sudah bertahun-tahun tak bertemu tapi Rena yakin siapa orang tersebut.

'Ren' batin Rena yang tanpa disadari air mata menetes dari kdeua matanya.

"Ada apa Rena-chan? Kenapa kamu menangis?" tanya Jurina yang terkejut karena melihat Rena yang tiba-tiba menangis.

"Aku tak apa Jurina, mataku hanya terkena angin" kata Rena sambil mengapus air matanya.

'Angin?' batin Jurina yang tak yakin karena tak ada angin yang masuk karena tempatnya cukup tertutup, Jurina yakin pasti ada sesuatu tetapi Jurina memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut.

"Ayo kita pulang sekarang Jurina" kata Rena setelah mereka turun dari bianglala.

"Eh! Kenapa Rena-chan?" tanya Jurina yang terkejut karena tiba-tiba saja Rena mengajaknya pulang padahal mereka sudah berencana untuk menaiki wahana berikutnya.

"Tiba-tiba saja aku jadi tak enak badan" jawab Rena berbohong karena alasan sebenarnya Rena masih belum siap jika sampai bertemu adiknya, ia bingung harus berkata apa jika ia bertemu adiknya dan ia takut jika adiknya itu masih membencinya.

"Baiklah kalau begitu" kata Jurina meski sebenarnya ia belum ingin pulang tetapi ia juga tak bisa jika memaksa Rena menemaninya.

Akhirnya Rena dan Jurina memutuskan untuk kembali ke penginapan, sesampainya disana mereka langsung menuju kamar dan Rena langsung tidur disana tanpa menucapkan sepatah katapun.

'Rena-chan' batin Jurina menatap khawatir Rena yang sudah tertidur dikasurnya.

'Apa yang sudah terjadi?' batin Jurina sepertinya memyadari jika perubahan sikap Rena yang tiba-tiba terjadi setelah Rena melihat orang yang bersama Mayu tadi.

'Aku harus mencari tau'

.
.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

Change YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang