Didepan ruangan pasien terlihat Jurina yang hanya bisa menangis dipelukan setelah ia mengetahui fakta bahwa Rena tidak mengenalinya lagi atau bisa dibilang Rena telah mengalami amnesia.
"Sudah jangan menangis Jurina, ingatan Rena pasti kembali lagi" kata Mayu mencoba menenangkan Jurina.
"Tapi,,, hiks! hiks!, Rena-chan sudah tak mengenaliku lagi, aku tak tau apa yang harus kulakukan" kata Jurina tak bisa menghentikan air matanya yang terus keluar.
"Kita tunggu saja hasil pemeriksaan dokter" kata Mayu, saat ini mereka sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Rena.
"Ini semua salahku yang membuat Rena-chan seperti ini" kata Jurina masih menyalahkan dirinya sendiri.
"Sudah Jurina, kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri" kata Mayu.
"Tapi-" kata Jurina yang terpotong karena tiba-tiba dokter keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaanya dok?" tanya Jurina setelah melihat dokter yang memeriksa Rena sudah keluar.
"Seperti yang diduga, Matsui-san mengalami amnesia, selain itu luka dikepalanya menjadi sangat parah sehingga bisa mengancam nyawanya" kata dokter yang seketika membuat Jurina tak kuat lagi menopang betat tubuhnya setelah mendengar fakta tersebut tapi untungnya Mayu langsung menahan tubuh Jurina sehingga tidak terjatuh kelantai dan Mayu langsung membawa Jurina untuk duduk dikursi yang ada disana.
"Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan dok?" tanya Mayu sementara Jurina hanya bisa terduduk lemas dengan pandangan kosong.
"Tak banyak yang bisa dilakukan, diobatipun sudah tidak bisa karena sudah terlalu parah, satu hal yang penting jangan membuat Matsui-san mengingat masa lalunya karena itu hal itu akan membuat beban berat dipikirannya sehingga kondisinya akan semakin buruk" jelas dokter sementara Mayu hanya menggangguk mengerti.
"Satu hal lagi, saya akan memberikan obat untuk Matsui-san, berikan obat ini hanya jika Matsui-san mengalami sakit dikepalanya" kata dokter.
"Baik dok, setelah ini apa kami bisa melihat kondisi pasien" kata Mayu.
"Silahkan, kalian bisa melihat kondisinya sekarang juga"
"Terimakasih dok" kata Mayu, setelah itu Mayu dan Jurina langsung masuk ruangan untuk melihat kondisi Rena.
Setelah masuk, Jurina dan Mayu dapat melihat Rena yang sedang berbaring memandangi langit-langit ruangan dengan tatapan kosong.
Rena menoleh kesamping saat melihat Jurina dan Mayu memasuki ruangan.
"Maaf aku tak mengenali kalian" kata Rena melihat kedatangan Jurina dan Mayu.
"Tak apa Rena-chan, kami mengerti keadaanmu" kata Jurina.
"Apa kalian bisa menjelaskan sesuatu?" tanya Rena.
"Baiklah Rena-chan" kata Jurina lalu ia mulai menjelaskan beberapa hal kepada Rena meski tak semuanya karena Jurina tak ingin jika sampai membebani otak Rena, sebelum itu ia dan Mayu tak lupa untuk mengenalkan diri terlebih dahulu.
"Begitu ya, aku akan mencoba menngat lagi agar ingatanku kembali" kata Rena setelah ia mendengar beberapa hal dari Jurina dan Mayu.
"Kamu tak perlu memaksakannya Rena-chan" kata Jurina ia tak ingin jika Rena memaksa untuk mengingat masa lalunya sehingga membahayakan keselamatannya.
Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan keesokan harinya Rena sudah bisa pulang tetapi ia harus istirahat penuh dirimahnya untuk beberapa hari.
"Jadi ini rumahku?" tanya Rena sambil memandangi seisi rumah.
"Iya dan untuk sementara aku akan tinggal disini Rena-chan" kata Jurina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Change You
FanfictionSebuah kisah tentang siswa pindahan dan siswa nakal yang ditakuti semua siswa disekolah, awalnya hubungan mereka tidak hingga suatu saat murid pindahan mempunyai tujuan untuk merubah siswa nakal untuk menjadi lebih baik. Wmatsui
