Chapter 10

281 17 10
                                        

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, semua siswa dikelas 2-A mulai membersihkan peralatan mereka.

"Baiklah anak-anak kita akhiri pelajaran hari ini, jangan lupa kerjakan tugas yang sensei berikan" kata sensei yang mengajar mengakhiri pelajaran.

"Rena-chan, ayo kita pulang" kata Jurina mengajak Rena pulang bersama.

"Maaf Jurina, kau pulang saja dulu aku masih ada urusan" kata Rena sambil berjalan meninggalkan kelas duluan.

"Tunggu Rena-chan" kata Jurina tapi terlambat karena Rena sudah keluar kelas.

'Aku penasaran apa yang membuat Rena-chan terburu-buru' batin Jurina.

'Nanti aku akan menanyakannya, sebaiknya aku pulang' batin Jurina memutuskan untuk pulang sendiri.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Saat ini Rena sendang berdiri disebuah gedung yang sudah tak terpakai, didepannya saat ini terlihat sekelompok siswa dari Yabakune yang sedang menghadangnya dengan membawa senjata seperti balok kayu dan pemukul baseball.

"Tak kusangka kau benar-benar datang sendiri Gekikara" kata salah satu siswa Yabakune melihat Rena yang baru saja datang sendiri.

"Tentu saja, seperti yang kalian minta hahaha" kata Rena sambil menggigit kukunya dengan diselingi tawa khasnya menandakan bahwa ia ingin segera menghabisi para lawannya.

Sebenarnya kemarin malam salah satu siswa Yabakune mendatangi Rena dan memberikan surat tantangan yang bertuliskan agar Rena menuju gedung tak terpakai didekat sekolah untuk melawan mereka sendirian dan jika Rena menang para siswa Yabakune akan tunduk padanya dan akan melakukan apapun apa yang diperintahkan.

Saat Rena membicarakan hal ini dengan Black,  sebenarnya Black ingin ikut untuk membantu Rena tetapi Rena menolaknya karena Rena berpikir jika ia sendiri mampu mengalahkan Yabakune, lagipula disurat tantangan itu tertulis bahwa Rena harus datang sendiri.

Flashback on

Dibelakang sekolah terlihat Rena dan Black yang sedang membicarakan mengenai surat tantangan dari Yabakune.

"Gekikara apa kau yakin dengan ini" kata Black setelah membaca surat tantangan dari Yabakune.

"Tentu saja, kenapa tidak" kata Rena.

"Bagaimana jika mereka menjebakmu?" kata Black yang merasa ada yang aneh dengan surat tantangan yang diberikan.

"Entah itu jebakan atau bukan, yang perlu kulakukan hanya menghabisi mereka" kata Rena.

"Baiklah, kalau begitu aku akan ikut denganmu" kata Black.

"Kau tak perlu ikut, aku saja sudah cukup untuk menghabisi mereka, lagipula disurat itu aku harus datang sendiri" kata Rena sambil merengganggan otot lehernya, sepertinya Rena sangat tertarik dengan hal ini.

"Baiklah kalau begitu, tapi kau harus tetap waspada, kita tak tahu apa yang mereka rencanakan" kata Black, sepertinya ia sudah tidak bisa membantah Rena jika sudah seperti ini.

Flashback off

"Apa kalian sudah siap hahahahaa" kata Rena dengan tawa khasnya.

"Tentu saja, kalau begitu kau ikut kami"

Setelah itu Rena mengikuti para siswa Yabakune memasuki gedung.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Sepertinya ini sudah cukup" kata Jurina melihat bahan makanan yang baru saja ia beli, saat pulang sekolah Jurina mampir dulu kesebuah minimarket untuk membeli bahan makanan karena ia berencana membuatkan Rena sesuatu nanti.

Change YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang