Bagian 23

48 2 0
                                        

"Kenapa muka lo kayak gitu? Nilai lo jelek apa gimana?" tanya juna yang langsung merebahkan diri dikasur axel

"Diem lo, gue lagi kesel sama orang" ucap juna

"Kaya bisa aja sih lo kesel sama orang wkwk, bukan lo banget" ucap juna

"Menurut lo rayyan bisa dipercaya?" tanya axel

"Dalam hal apa? Futsal? Belajar? Ya, menurut gue dia bisa dipercaya" ucap Juna sambil bangkit dari kasur axel

"Dalam pertemanan jun"

"Menurut gue dia baik kok orangnya, jujur dan apa adanya, walaupun mulutnya kadang suka ga berakhlak atau mungkin gue yang terlalu banyak dosa haha"

"Gue liat dia pulang sama ansara lagi, juna gue udah bilang kan sama dia? Kalau gue suka sama ansara? "

"Udah, tapi lo juga kan udah denger kata rayyan perasaan tuh gak ada yang tau, ya lo gabisa mencampuradukan pertemanan dan percintaan dong xel"

"Kenapa coba dia harus suka sama orang yang diincer temennya sendiri"

"Lo gak mau ke rumah rayyan aja?"

"Buat apa? Juna lo paham ga sih gue tuh kesel sama dia, ngapain lo nyuruh gue untuk ke rumahnya"

"Untuk bicara"

"Gak perlu"

"Xel lo kalo kaya gini kaya cewek sumpah, kita bicara biar clear masalahnya, lo tanya baik-baik ke rayyan, kalau memang dia ada hubungan sama ansara ya lebih baik lo mundur, lo mau ansara bahagia kan?"

"Jelas gue mau ansara bahagia, tapi sama gue"

"Egois itu namanya"

"Dia cinta pertama gue jun"

"Ya udah gini deh, kalau gak ada hubungan gimana? "

"Gak mungkin gak ada, gue sering banget liat mereka lagi berdua"

"Ya gini deh, mereka kan satu kelas mungkin aja ada keperluan kelas atau hal lain yang memang mengharuskan mereka buat ketemu"

"Terserah lo deh jun, gue gak percaya kalo sekarang lo lebih belain rayyan yang baru lo kenal kemarin daripada gue yang udah temenan sama lo sejak SMP"

"Oh jadi gini ya kata orang, kalo udah jatuh cinta temen jadi rasa musuh, padahal gue cuma ngasih tau lo, gak ingin lo menyesal nantinya"

"Lo udah selesai? Lo boleh keluar dari kamar gue"

Juna langsung mengambil tasnya dan bangkit keluar dari kamar axel

Sementara itu rayyan dan ansara sedang membereskan barang-barang untuk dibawa pulang ke rumah mereka, ansara tidak menyangka bahwa ia harus meninggalkan tempat tinggalnya lagi, lebih tepatnya tempat sementaranya.

"Udah nih gak ada yang ketinggalan lagi? "tanya rayyan

"Udah kok yan, tapi mampir dulu ke toko kue ya, gue mau pamitan sama bu dona"

"Siap"

***
"Jadi ansara kesini mau pamit bu, bukannya ansara nggak betah kerja di toko ibu, tapi ansara hanya ingin menjaga ayah ansara"

"Iya nak gapapa, ibu tau kok kamu sangat sayang sama ayah kamu, itu keputusan yang baik"

"Sekali lagi ansara ucapkan terimakasih banyak untuk segala kebaikan ibu dan semua karyawan di toko ini, dari sini ansara banyak belajar hal baru yang mungkin ansara nggak bisa temuin di luar sana"

"Sama sama nak, ibu juga senang kamu bisa bekerja disini dengan baik, hadirnya kamu membuat ibu merasakan kehadiran putri ibu kembali, ibu juga berterimakasih sama kamu, jangan sungkan untuk mampir kesini lagi ya nak"

"Iya bu, nanti ansara akan mampir kesini lagi, ansara pamit dulu ya bu" ucap ansara sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan bu dona, tetapi bu dona langsung menarik ansara kedalam pelukannya.

Sementara Rayyan hanya diam memperhatikan mereka berdua, ia tahu ansara pasti sangat merindukan mamanya, dan bu dona terlihat sangat menyayangi ansara seperti putrinya, ia pun ikut terhanyut dalam suasana diam diam juga merindukan ibunya. Hingga ansara yang sudah selesai berpamitan menepuk pundaknya.

"Yan?"

"Eh, lo udah selesai? "

"Udah yuk, bu dona juga udah masuk ke dalem kok"

"Ya udah kalau gitu"

"Lo kangen ibu lo ya?" tanya ansara tiba-tiba

"Sangat kangen, gue udah lama ga ke makam ibu terakhir sebelum gue pindah ke jakarta"

"Hm gue juga belum lihat makam ibu lo, padahal bu lastri ibu gue juga kan hehe" ucap ansara berusaha mencairkan suasana.

"Iya ibu pasti senang jika lo mau mendoakan beliau"

"Iya yan, udah yuk, nanti ayah kelamaan nunggu, kasian juga bi inah sama mang adin jagain ayah dari pagi"

Setelah itu rayyan langsung melajukkan mobilnya menuju rumah sakit.

***
"Assalamualaikum yah" ucap ansara yang kemudian diikuti salam oleh rayyan

"Waalaikumsalam nak" ucap bastian lirih

"Hm ayah nggak istirahat?"

"Tadi udah kok, gimana nilai kalian?"

"Bagus yah, ansara juga bagus" ucap rayyan

"Ya sudah syukur kalau begitu"

"Ayah udah mendingan atau masih sakit?"

"Udah mendingan kok sayang, bentar lagi hasil lab ayah keluar, terus kalau bagus, ayah boleh pulang deh"

"Tapi harus di kontrol terus kan ayah?"

"Iya sayang"

"Ya udah ansara ganti baju dulu ya ayah"

"Iya nak, barang-barang kamu udah dibawa pulang semua?"

"Udah kok tadi dibantuin sama rayyan"

"Ya udah deh bagus kalau gitu"

Ansara pun masuk kedalam kamar mandi, sementara rayyan menyerahkan Raportnya dan Ansara pada bastian.

Bastianpun membaca hasil laporan belajar anak-anaknya dengan teliti, walaupun ia yakin anak-anaknya adalah anak yang penuh tanggung jawab.

"Gimana yah? Rayyan dapat hadiah gak nih?"

"Tentu dapat dong, tapi ansara nggak marah sama kamu kan? "

"Wah dapat apa ayah? Kenapa ansara harus marah sama rayyan?"

"Dapat liburan ke bandung hehehe"

"Ih itukan bukan hadiah ayah"

"Nanti ayah kasih kamu dan ansara hadiah"

"Hm ayah jawab dulu dong pertanyaan rayyan,kenapa ansara harus marah sama rayyan?"

"Dulu waktu SMP ansara pernah rangking dua, ansara marah sekali sama anak yang rangking satu, karena ansara tahu kalau anak itu nggak jujur walaupun dia pintar. Katanya ujiannya nggak jujur, jadilah sampai sekarang dia benci sekali anak itu"

"Oh gitu, tapi kan rayyan beda ayah, rayyan bisa belajar sendiri dan selalu jujur seperti apa yang diajarkan ayah"

"Tapi bukan hanya itu sih yang ayah lihat, dia sekarang jadi pribadi yang ikhlas dan tidak terlalu berambisi"

"Mungkin karena ansara sudah mulai Membuka diri sama lingkungannya jadi ada ucapan baik atau hal baik yang bisa ia tiru dan pahami"

"Iya nak, ayah titip ansara sama kamu ya, jaga dia"

Rayyan hanya mengangguk menandakan dia setuju dengan perintah ayahnya, meskipun agak sedikit berat untuk menjaga cewek seperti ansara.

ANSARA JOURNEYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang