"Eh kalian mau pulang?" tanya shakira sambil mengambil posisi ditengah teman-temannya itu. Mereka yang kaget langsung menoleh
"Waah gila sih lo nganggetin kita tau ga?" ucap ansara sambil mengelus dada
"Sorry hehe, kebetulan lihat kalian jadi gue samperin" ucap shakira
"Habis dari rooftop?" tanya rahma
"Hm iya, gimana mau pulang bareng gak nih?" tanya shakira sambil mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam saku.
"Kalau nolak tawaran orang itu ga baik jadi boleh deh bareng" ucap ansara
"Oke kalian tunggu disini, gue ambil mobil dulu" ucap shakira
***
"Kalian habis belajar bareng ya?" tanya shakira yang membuka percakapan di dalam mobil
"Enggak tuh si rahma lagi sedih, gue aja baru ketemu dia pas pulang sekolah" ucap ansara
"Boleh dong cerita sedih kenapa?" tanya shakira
"Udah ma cerita aja, lagian dia juga terlibat sama kejadian itu kan?" ucap ansara
"Hm yaudah deh ra, gue dipecat dari tempat kerja gue sha" ucap rahma
"Gara-gara bella dikeluarin dari sekolah ma? "tanya shakira, rupanya gadis itu sudah mendengar kabar tentang kasus mereka dengan bella cs, rahmapun mengangguk
"Yang sabar ya ma, nanti coba gue tanyain ke mama deh dia butuh karyawan enggak buat cafe barunya" ucap shakira
"Wah kalian emang temen gue yang paling baik" ucap rahma
***
"Hati-hati ya ra" ucap rahma dan shakira berbarengan saat ansara turun di depan toko kue bu dona dan langsung diacungi jempol oleh ansara. Kaca mobil pun tertutup, kini hanya menyisakan dua gadis di dalam mobil.
"Gue boleh main ke kosan lo gak ma?" tanya shakira
"Aduh sha, Kosan gue tuh kecil banget, cuma ada kamar sama kamar mandi dalam doang, terus juga berantakan" ucap rahma
"Ya gue sih gapapa ma, itu juga kalau lo gak keberatan" ucap shakira
"Gak ada makanan juga" ucap rahma sambil nyengir
"Yaudah kita belanja dulu deh, di depan ada supermarket" ucap shakira
"Tapi gue gak ada uang sha, maksud gue uangnya mau buat kebutuhan yang lain hehe" ucap rahma sambil tertawa kecil
"Udah gapapa gue yang bayarin, itung-itung tanda terimakasih karena lo udah mau jadi teman gue" ucap shakira.
"Hm yaudah deh, makasih ya sha" ucap rahma. Merekapun turun dari mobil dan berbelanja
"Ambil aja yang lo mau dan butuh ma, jangan sungkan sama gue" ucap shakira, ia pun mengambil beberapa camilan dan minuman
"Eh iya sha, gue jadi gak enak nih ngrepotin lo terus" ucap rahma
"Udalah ma santai aja kali, eh kalau lo mau ambil selain makanan juga gapapa, barangkali kebutuhan sehari-hari lo udah habis" ucap shakira
Rahma hanya terdiam, bahkan dia sendiri sebenarnya bingung mau mengambil apa, semua yang diambil oleh shakira sudah terlalu banyak ia pun tidak pernah berbelanja sebanyak itu.
"Ma? Gue gak bermaksud gimana-gimana kok ma, lo gak tersinggung kan ma? " ucap shakira
"Iya enggak kok sha, lo beli ini semua buat di makan di kosan gue?" tanya rahma
"Iya, kenapa?masih kurang ya ma? "tanya shakira
"Ini mah kelebihan sha, nanti gue suruh ansara mampir, dia juga kayanya butuh perbaikan gizi hehe" ucap rahma terkekeh
"Kalian udah akrab banget ya kayanya?" tanya shakira
"Ya gitu deh, sebenarnya gue juga kenal ansara baru-baru ini kok, tadinya temen gue banyak tapi semenjak gue memutuskan untuk berhenti pake fasilitas ortu dan kabur dari rumah gue jadi sendirian hehe" ucap rahma sambil terkekeh
"Hm kenapa lo harus keluar dari rumah memangnya ma? Maaf kalau gue lancang tanya kaya gini" ucap shakira hati-hati
Rahmapun meceritakan semua masalahnya, awal pertama ia bertemu ansara dan berteman dengannya ia juga menceritakan alasan ansara bekerja, tapi tidak masalah pribadi dan keluarga ansara, baginya itu adalah privasi ansara.
"Susah juga ya ma, kalau beda prinsip gitu, jadi sampai sekarang ortu lo belum nyariin lo? Kok tega ya ma" ucap shakira
"Ya begitulah sha, tapi gue ada rencana untuk kembali ke rumah gue, gue mau ambil barang gue yang cukup berharga dan tertinggal disana" ucap rahma
"Yaudah pokonya kalau lo butuh teman untuk kesana, lo bisa ajak gue" ucap shakira.
"Tenang aja, masih lama kok gue baliknya" ucap rahma
"Eh btw, kalau cowo-cowo yang nyelametin kita waktu itu teman-teman lo?" tanya shakira
"Bukan, mereka teman ansara, lebih tepatnya si rayyan yang sekelas sama ansara, kalau dua cowo yang lain gue gak tahu kelas apa, kata ansara namanya juna sama axel" ucap rahma
"Kalau yang waktu itu dipeluk sama ansara namanya siapa?" tanya shakira
"Rayyan, kenapa? Naksir? "tanya rahma
"Hm enggak kok, sering lihat dia aja di rooftop" ucap shakira
"Naksir juga gapapa kok sha" ucap rahma
"Kalau dilihat dari penampilan, kayanya dia cowo yang anti pacaran deh ma" ucap shakira
"Yeee yang nyuruh lo pacaran siapa, kan gue cuma bilang lo boleh naksir" ucap rahma
"Iya juga sih hehe, udalah kok jadi bahas dia" ucap shakira malu-malu
"Ah kan lo duluan yang bahas, tapi iya sih kayanya rayyan sangat menjaga jarak dengan lawan jenisnya tapi enggak dengan ansara, gue pernah lihat mereka pulang berdua" ucap rahma
"Apa rayyan suka sama ansara ya ma? Atau sebaliknya? " tanya shakira
"Mana gue tahu" ucap rahma sambil mnegendikan bahu
"Atau sebenarnya mereka ada hubungan yang kita ga tahu" ucap shakira
"Udalah gausah ngurusin orang sha, kalau lo suka rayyan kejar dia dengan cara yang baik, doakan dia, minta sama yang punya rayyan" ucap rahma
"Ayahnya? Yakali ma" ucap shakira
"Sama Allah lah" ucap rahma
"Oh iya yah hehe, gue akan menjadi perempuan yang lebih baik lagi ma, ya bukan karena rayyan juga sih, gue ingin berubah karena hati gue yang udah siap" ucap shakira
"Jadi intinya lo naksir dia?" ucap rahma dengan senyum jahilnya
"Belum ma, tapi gak tahu deh nanti" ucap shakira.
"hehe ya udah deh" ucap rahma
Selesai berbelanja, merekapun langsung menuju kosan rahma.
"Kamar lo rapi gini dibilang berantakan sih ma? "ucap shakira
"Biasanya lebih rapi dari ini sha hehe" ucap rahma
"Makasih ya lo udah izinin gue mampir" ucap shakira
"Gue juga makasih" ucap rahma
"Yaudah nih dibuka, terus dimakan deh" ucap shakira sambil menyerahkan plastik berisi camilan.
"Gue ganti baju dulu ya" ucap rahma
"Oke deh" ucap shakira.
Merekapun mengobrol dengan asyik tak lama setelah itu ansara pun mampir ke kosan rahma, dan untuk menghibur rahma, ansara dan shakira memutuskan untuk menginap di kosan rahma, walaupun mereka harus berdesakan tapi rasanya nyaman.
Lebih nyaman daripada di rumah mereka sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANSARA JOURNEY
Fiksi Umum"Gue hanya ingin sendiri, gue ga butuh lo, jadi jangan ganggu gue" -Ansara "Gue juga gatau sejak kapan gue menerima tugas ini, tugas untuk selalu ngelindungin lo" -Arayyan Sejak kepergian kedua orang tuanya Ansara memutuskan untuk keluar dari rumah...
