Bagian 2

141 23 2
                                        

"Cara menghargai seseorang itu sangat gampang, perhatikan dia saat dia berbicara"

                                ****

Pagi itu SMA athens kedatangan murid baru, dia adalah Muhammad Arrayan Abdullah. Ia pindahan dari Bandung, tepatnya sekarang arrayan sudab ada di depan murid kelas XI IPA 5.  Dan bu andien selaku wali kelas meminta arayyan untuk memperkenalkan diri.

"Nama saya Muhammad Arrayan Abdullah kalian bisa panggil saya rayyan, saya pindahan dari Bandung" ucapnya ramah

Semua murid melihatnya dengan kagum, wajahnya tampan dengan kulit sawo matang khas indonesia dan dengan senyum yang manis selalu terlontar dari bibirnya. Kakinya melangkah mencari tempat duduk yang kosong ah dia hampir melupakan tujuannya, mencari saudara tirinya.

Satu kelas yang hanya terdiri dari dua puluh orang membuat ia mudah menemukan gadis yang sama dengan sudah ia lihat pada foto yang diberikan ayahnya,kulit putih dan rambut sebahu dengan iris cokelat dan lesung pipi
Yap kini ansara duduk di sebelah kursi kosong yang akan ditempatinya.

Gadis itu berbeda, tidak seperti teman-teman lain yang menyambutnya dengan ramah, ia justru melontarkan tatapan dinginnya seolah berkata "Jangan mendekat".

Seseorang yang duduk disebelah kirinya menyapanya dan mengulurkan tangan seolah mengajak berkenalan
"Gue adam, saddam sadavier"

Kemudian rayyan menjabat tangannya dan melontarkan senyumnya, seolah menebak apa yang ada dipikiran rayyan adam langsung bersuara tetapi berbisik.

"Yang itu namanya Ansara Suhaa jasmine, katanya dia blasteran korea indo, jangan tanya dia, dia dingin orangnya, gak punya teman dan sangat berambisi di sekolah ini, tidak ada kata remedial dalam kamusnya" ucap adam

Seketika itu rayyan memutar kembali otaknya, ayahnya bilang bahwa dia gadis yang ramah, murah senyum, untuk hal berambisi, ayahnya bilang bahwa ansara tidak mau dikalahkan dalam semua mata pelajaran dia harus nomor satu.  Dan perempuan yang ada dihadapannya ini berbeda 180° dingin dan misterius seakan banyak menyipan masalah yang dia pendam sendiri.

Rayyan adalah anak tunggal bastian dari almarhumah lastri istri pertamanya, ibu rayyan meninggal pada kecelakaan pesawat ketika bertugas ke palu untuk menjadi dokter relawan gempa di sana. Keputusan bastian untuk menikah lagi dengan Sarah ibu dari Ansara membuat rayyan sedih walapun bastian sudah mengenalkan sarah pada rayyan tetap saja kebaikan sarah belum bisa mencuri perhatian dari rayyan, satu hal yang membuatnya memutuskan untuk menyusul ayahnya di jakarta adalah karena "tante sarah" begitu rayyan memanggilnya, sudah meninggal, dan ia tidak mau meninggalkan ayahnya lagi, meskipun tadinya rayyan yang memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung dan tidak mau ikut ayahnya pindah ke jakarta.

Pikirannya pun kembali terfokus pada pelajaran, selain untuk mencari ansara, rayyan juga harus fokus pada sekolah ia tidak mau kalah dengan anak ibu kota ini.

Selesai jam pelajaran, adam yang merupakan ketua kelas maju ke depan untuk mempromosikan eskul kembali, mengingat ada rayyan yang baru masuk dan beberapa siswa lain yang tidak masuk pada saat bazar eskul dilakukan satu minggu yang lalu

"Ini brosur eskul basket, ini eskul EC, eskul tari, eskul bola,  karate, silat dan ah capek gue baca sendiri ya sama dilihat jadwal pendaftarannya" ucap adam

Semua murid mengerubung pada papan di mading kelas mereka hanya satu yg masih terpaku di tempat duduknya sembari membuka buku dan membacanya yap dia adalah ansara, arayyan yang semula hendak berdiri ia urungkan, tetap duduk dan melihat ke sampingnya mengajak ansara mengobrol.

"Gue rayyan, gue rasa tadi lo gak memperhatikan gue saat memperkenalkan diri di depan"

Gadis itu mendongak, merasa ada yang mengajaknya berdialog

ANSARA JOURNEYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang