4

4.2K 322 18
                                        

Tak mewah memang tapi setidaknya sudah cukup bagi Lisa untuk bisa dipakai berjalan-jalan dengan Jennie, selama ini Lisa hanya mampu membawa Jennie menaiki bis untuk pergi berjalan-jalan, untung saja Jennie tak pernah mengeluh akan hal itu. Sekarang meski bukan baru Lisa sudah punya motor, cukup untuk berpergian kemanapun dengan Jennie. Jennie pasti tak akan menolak meski harus panas-panasan dengan Lisa naik motor.

Lisa sudah sampai di depan rumah Jennie, ia sedang merapihkan pakaiannya dan setelah itu Lisa mengetuk pintu rumah Jennie.

Tok...tok...tok...

"Permisi." Ucap Lisa dengan senyum manis merekah diwajahnya.

Ceklek...
"Oh Den Lisa, masuk den. Non Jennie masih siap-siap di kamarnya." Ternyata yang membuka pintu rumah Jennie adalah maid rumah Jennie.

"Iya makasih bi." Jawab Lisa dengan sopan.

Lisa lalu mengikuti masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu, menunggu Jennie datang.

"Oh ada Lisa, mau jemput Jennie ya?" Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Lisa siapa lagi kalau bukan mama Jennie.

"Selamat pagi Tante, iya saya mau jemput Jennie. Tante gimana kabarnya?" Sapa Lisa dengan ramah pada calon mertuannya, tak lupa Lisa pun salim pada mama Jennie.

"Alhamdulillah Li tante sehat, kamu sama Ibu kamu juga sehat kan?" Mama Jennie kembali bertanya tentang kabar Lisa dan Ibunya.

"Alhamdulillah Lisa sehat, kalau ibu kurang sehat soalnya kemarin ke Dokter katanya Asam Urat, jadi suka ngeluh sakit gitu." Jelas Lisa tentang keadaan ibunya.

"Wah kebetulan Tante ada obatnya, kemarin juga om Asam urat sembuh pake obat ini, tunggu sebentar ya." Ucap Mama Jennie lalu ia pergi meninggalkan Lisa.

Lisa duduk sendiri di ruang tamu, hatinya merasa bahagia karna keluarga Jennie selalu menerimanya dengan baik.

"Yank, udah lama ya?" Sapa Jennie saat ia menghampiri Lisa.

"Pagi By, belum ko, tadi abis ngobrol juga sama mama kamu jadi ga kerasa nunggunya." Lisa tersenyum kala melihat kecantikan sang kekasih, ah Lisa memang sangat beruntung memiliki Jennie.

"Li, ini obatnya nanti kasih ke Ibu kamu ya. 3x sehari minumnya." Akhirnya Mama Jennie datang dan memberikan obat Asam uratnya pada Lisa.

"Eh Yank kamu sakit?" Tanya Jennie panik dengan memegang kening Lisa.

"Ga By, ini buat Ibu aku, itulho yang ibu asam urat." Jelas Lisa, karna Jennie yang terlihat sangat khawatir.

Akhirnya Jennie mengangguk mengerti, memang Lisa sudah mencetitakan tentang ibunya yang sakit bahkan Jennie ikut mengantar saat ibunya ke dokter.

"Ya sudah ma, Jennie sama Lisa berangkat sekolah dulu ya." pamit Jennie dengan salim ke mamanya, begitupun dengan Lisa yang juga menyalami mama Jennie.

Jennie dan Lisa kini berjalan ke luar rumah Jennie, Jennie belum tau jika Lisa menjemputnya menggunakan motor karna memang Lisa belum bercerita apapun, memang sengaja niatnya ingin memberikan kejutan pada sang kekasih.

"Lho ini motor siapa? Perasaan mang Ujang bukan ini motornya." Gumam Jennie yang melirik motor tersebut lalu ia pergi menuju gerbang.

"By, hey by mau kemana sih?" Lisa memanggil-manggil Jennie yang terus saja berjalan padahal Lisa sudah berhenti.

"Dih ya ke jalan lah, ayo cepetan nanti telat." Jawab Jennie dengan menarik tangan Lisa.

Lisa lalu menghentikan Jennie, ia menarik Jennie menuju motornya dan memakaikan Jennie Helm, Jennie hanya diam dan kaget dengan perlakuan Lisa.

"Ayo naik, ibu beliin aku motor kemarin. Bagus ga?" Ucap Lisa dengan mengelus kepala Jennie.

"Ih ga bilang-bilang deh, kirain motor mang Ujang tadi tuh." Jawab Jennie lalu dia naik ke motor Lisa.

Lisa langsung menjalankan motornya, ia menarik tangan Jennie agar memeluknya. Cuaca pagi hari memang dingin jadi Lisa ingin Jennie memeluknya, kan lumayan nanti Lisa bisa ngerem mendadak, nempel deh melon New Zealand.



***

Tak terasa kelulusan mereka tinggal 1 bulan lagi, Lisa dan Jennie memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin. Mereka sering menghabiskan waktu bersama termasuk dengan para sahabat juga. Sejujurnya Jennie tak ingin pergi terutama berat meninggalkan Lisa, namun apalah daya semua keputusan sudah disetujui oleh para keluarga, Jennie hanya bisa mengikuti semua keputusannya.

Saat ini Lisa sedang duduk di depan rumahnya, ibunya sedang sakit dan Lisa tak punya uang untuk berobat. Lisa jadi berpikir untuk menggagalkan rencananya untuk berkuliah, padahal Lisa sudah diterima di Universitas negeri ternama di Jakarta yaitu Universitas Garuda merdeka mengambil jurusan Bisnis Management, berkat kepintarannya dan bantuan wali kelas Lisa bisa mendapatkan beasiswanya.

"Li, woy ngelamun aja sampe gue dateng elu ga sadar." Ucap seseorang yang menyenggol lengan Lisa.

Lisa langsung mengangkat kepalanya, dan melihat kedua sahabatnya datang yaitu Rose dan Seulgi.

"Eh Sorry, ada apa tumben ke sini?" Tanya Lisa dengan menggeserkan duduknya, mempersilahkan kedua sahabatnya duduk.

"Mau ke Ibu, Ibu gimana keadaannya?" Jawab Seulgi, ia mencari-cari keberadaan ibunya Lisa.

"Ada di dalem, ayo kalau mau ke ibu." Lisa mulai berdiri dan mengajak teman-temannya masuk ke dalam rumahnya.

Ibu Lisa sedang beristirahat di kamarnya, sudah beberapa hari ini memang kesehatannya sedang terganggu, dan beberapa hari ini juga tak masuk kerja. Lisa sudah membawanya ke dokter namun belum ada perubahan, sedangkan jika dibawa ke rumah sakit pasti akan memerlukan banyak biaya.

"Bu, ini ada Seulgi sama Rose datang jenguk ibu." Ucap Lisa memberitahu sang ibu.

Ibu Lisa langsung bangun dan menyembut kedua sahabat dari anaknya yang sudah ia anggap anak sendiri.

Rose langsung membawa jaket ibu Lisa yang tergantung dibalik pintu kamar, memakaikan langsung ke ibu Lisa.

"Lho mau kemana Rose?" Tanya Ibu Lisa heran dan sekaligus kaget dengan perlakuan Rose.

"Kita periksa ya bu ke Rumah Sakit, biar Rose sama Seulgi yang anterin." Kini Seulgi yang menjawab, membuat Lisa dan ibunya kaget.

"Eh ga usab Rose, Seul.. gue ga mau ngerepotin ah." Tolak Lisa yang merasa tak enak dengan ajakan sang sahabat.

"Udah ga apa-apa, Jennie juga lagi nyusul sekarang lagi di jalan, biar langsung ke rumah sakit aja." Jawab Rose yang kini memapah ibu Lisa, membawa ibu Lisa ke rumah sakit.

"Makasih ya, sorry gue ngerepotin kalian terus." Ucap Lisa deengan menundukan kepalanya.

Seulgi hanya menepuk bahu Lisa, seolah-olah mengatakan jika semua bukan masalah besar. Lisa, Seulgi dan Rose memang sudah bersahabat sejak SD, dulu rumah mereka berdekatan sebelum Lisa pindah ke rumah saat ini.

Mereka pun pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan ibu Lisa, sebagai sahabat yang baik keduanya memutuskan untuk memakai uang tabungannya untuk membantu perawatan ibu Lisa, tentunya dengan bantuan Jennie juga.




Ini gaje banget sumpah, Sorry ya lagi ga mood update soalnya.wkwk

Another of loveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang